Traveling

A Friend In Need is A Friend Indeed

pantai ruriter

Kemarin Saya seharian meluangkan waktu bersama sahabat-sahabat Saya untuk travelling ke beberapa pantai di daerah Gunung Kidul Jogjakarta. Sahabat-sahabat yang Saya kenal setahun terakhir ini, berawal dari sebuah event training dan berlanjut melalui jejaring sosial komunitas dan berlanjut dengan berinteraksi langsung karena domisili yang berdekatan saat itu. Kami menyebut gerombolan ini sebagai RURITER (Penghuni Ruang Ribut) hehe…

Rencana awal berangkat jam 10 pagi, realisasinya jam 11.30 siang karena nunggu ngumpul semua hehehe…. Target awal ke pantai Indrayanti, realisasinya¬† menjadi 3 pantai dalam sehari dan itu tidak termasuk pantai yang menjadi tujuan awal.

Beruntunglah Saya mempunyai sahabat-sahabat yang bisa diajak menikmati proses perjalanan, positif thinking dan tidak  mendramatisir kendala yang dialami dalam proses perjalanan itu. Sembari menunggu, ada-ada saja obrolan dan ulah lucu yang mereka lakukan untuk memanfaatkan waktu yang ada. Begitupun sepanjang jalan menuju pantai tujuan, perjalanan itulah yang mereka nikmati.

pantai sadranan GK

Bersama mereka semua, Saya belajar tentang nilai sebuah persahabatan dan keindahan menikmati sebuah proses. Kita tidak harus memaksakan kehendak Kita pada Sahabat kita. Biarkan sahabat Kita tetap menjadi sebuah pribadi yang utuh. Tanpa harus berubah menjadi apa yang Kita mau. Saling memahami seluruh sifat yang ada dalam pribadi mereka. Termasuk kelebihan dan ke-unik-an mereka semua (unik = sifat yang dianggap aneh juga hihihi…).

pantai sadranan gunungkidul

Saya belajar untuk mempercayai mereka seutuhnya dan menjaga kepercayaan mereka. Karena TRUST itu layaknya sebuah kertas, yang bila terlanjur diremas, bentuknya tak akan bisa dikembalikan seperti sediakala.

Trust is like a paper…
once it crumpled, it can’t be perfect again.

Termasuk belajar untuk ikhlas saat kena “bully” juga hehe… Contohnya : rela ditertawakan habis-habisan saat minum Wedang Ronde yang dicemplungi es, berusaha menulis sesuatu di pasir pantai, ataupun saat lari terbirit-birit menghindari ombak.

pantai sadranan

Dalam sebuah perjalanan, tujuan bukanlah sesuatu yang mutlak menjadi satu-satunya target. Yang lebih utama adalah bagaimana Kita menikmati perjalanan yang Kita lakukan bersama dengan teman seperjalanan Kita. Saat Kita berhasil menikmati prosesnya, maka sampai dimanapun tujuan Kita, hanyalah kepuasan dan kebahagiaan yang Kita dapatkan.

Jika perjalanan kemarin Saya analogikan sebagai kehidupan Kita. Maka teman seperjalanan itu akan mewujud pada orang-orang yang bersama Kita saat itu. Bisa keluarga, pasangan, rekan kerja, sahabat, teman, tetangga, maupun relasi yang bersama Kita saat itu.

friendship and love

Memilih teman seperjalan wajib dibuat bila masih ada dalam jangkauan kuasa diri. Tapi saat Kita tidak punya kuasa untuk mengubah keadaan, maka yang harus Kita lakukan adalah nikmatilah prosesnya, selalu berpikir positif, menyesuaikan diri dengan keadaan, membangkitkan energi positif dengan bersikap positif/optimis dan berusaha memahami karakter teman seperjalanan Kita. Dan lihatlah apa yang akan terjadi nanti….

Perjalanan hari kemarin berakhir di 3 pantai yang indah, Kami menikmati waktu untuk membebaskan sisi kanak-kanak dalam diri ini. Puas bermain air, bermain pasir, foto-foto narsis dan melakukan ulah konyol tanpa malu biarpun ditertawakan oleh teman-teman Kami sendiri. Itulah yang membuat hidup ini lebih indah… Yaitu saat Kita bisa saling menerima karakter teman seperjalanan Kita seutuhnya…

Nikmatilah proses perjalanan dalam kehidupan ini.. Dan rasakanlah betapa besar karunia dan kasih sayang dari Allah SWT pada diri Kita semua.

Semoga bermanfaat ^^

Salam hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *