Personal Life

Album Foto

Hello temans, bagaimana suasana weekend kali ini? Semoga cukup untuk mengurangi beban pikiran setelah seminggu berkutat dengan urusan bisnis dan kantor..

Mungkin ada yang menikmati suasana Karnaval 17Agustus-an seperti yang Saya temui siang tadi. Dan seperti biasa, Saya terlalu kreatif memilih jalan alternatif yang berakhir dengan istilah “Kesasar” muehehehe. *TepokJidat

Melihat keramaian Karnaval, hal yang paling banyak terlihat adalah banyaknya orang yang mengabadikan kenangan dengan cara memotret. Menyimpan foto-foto sebagai kenang-kenangan, ataupun langsung eksis diupload via social media… narsis habis 😀 Hayooo…..mana nih yang suka difoto dengan pose bibir imut dan jari membentuk simbol Victory atau berpose seperti girlband/boyband yang sedang terkenal saat ini? 😀

Banyak dari kita memiliki album foto. Tidak selalu berbentuk album nyata, bisa juga berbentuk kumpulan file di laptop dan gadget. Coba dikeluarkan lagi… dan perhatikan bagaimana Kita lebih sering mengabadikan moment saat-saat bahagia. Saat tertawa, saat ceria, masa liburan, bersama keluarga, bersama sahabat, ataupun saat tengah berada di suasana yang menyenangkan… 

Kita lebih sering mengambil foto kenangan yg indah, bukan? Itulah yang kita taruh di album foto nyata Kita. Namun ketika menyimpannya di album foto yang ada di kepala dan di dalam batin, di situ Kita justru lebih sering menyimpan foto kenangan buruk dalam kehidupan. Kenangan saat disakiti orang lain, saat patah hati, saat kecewa, saat mengalami masa-masa suram dalam beberapa periode hidup Kita.

Sungguh mengherankan bagaimana dalam album foto nyata Kita lebih banyak memiliki kenangan indah dan bahagia. Namun dalam album foto yang terletak diantara kedua telinga Kita, di dalam pikiran Kita, lebih banyak tersimpan foto-foto kenangan saat Kita sedang tidak bahagia.

Bukankah roda hidup terus berputar, waktu terus berjalan walaupun Kita berhenti melangkah? Tak ada yang abadi di dunia ini.  Semua tercipta lengkap dengan pasangannya, siang-malam, sedih-bahagia, tangis-tawa, sukses-gagal, Aku-Kamu #eaaaaa

Akan jauh lebih baik untuk melepas masa lalu dan berjalan berdampingan bersama perubahan. Mengalir bersamanya, daripada Anda menunda melanjutkan langkah dan berkutat dengan masa lalu. Sebab saat Anda terus merenungi masa lalu, Anda sesungguhnya tidak bebas untuk berada dalam momen ini, di saat ini, dan tidak bebas menikmati proses kehidupan yang telah Allah SWT desain untuk kebaikan Kita.

Yuk belajar menyimpan kenangan indah dalam album foto yang ada di dalam pikiran dan benak Kita, agar saat Kita berada dalam masa-masa sulit, Kita masih bisa tersenyum dan bersyukur. Bahwa Kita punya banyak kenangan yang membahagiakan…

Senyum dulu donk,

Happy Weekend,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *