Lesson in Life

Aturan 30 Detik

Saat bertemu dengan orang lain, sebagian orang mencari jalan untuk membuat diri mereka terlihat bagus. Sebagian orang berusaha menceritakan betapa hebatnya mereka dan berusaha membuat orang lain terkesan.

Aturan 30 detik ini berlawanan dengan kebiasaan yang terjadi:

“30 detik pertama percakapan katakanlah sesuatu yang membesarkan hati orang lain”

Aturan 30 detik memberikan pengobatan TRIPLE A (Atensi, Afirmasi, Apresiasi) pada orang lain. Semua orang akan merasa lebih baik dan berbuat lebih baik saat kita memberikan Atensi (perhatian), Afirmasi (penguatan) dan Apresiasi (penghargaan).

Selama 30 detik pertama kita bertemu dengan orang lain, fokuskan perhatian hanya pada orang itu. Berikan persetujuan pada apa yang dia katakan. Dan berikan pujian yang tulus padanya. Carilah hal yang bisa kita berikan sebagai pujian, bisa dengan berterimakasih pada bantuannya di masa lalu, memuji penampilannya atau memberi selamat pada keberhasilan yang baru saja dia raih.

Saksikan apa yang terjadi selanjutnya. Kita akan menyaksikan betapa positifnya respon mereka. Dimana-mana orang membutuhkan ucapan baik, pujian yang membangkitkan semangat agar membakar harapan dan impian mereka.

Ahli percakapan yang hebat adalah orang yang berbicara kepada anda tentang diri Anda.  ~ William King

Kita pasti pernah mengalami, bagaimana level energi kita meningkat saat menerima pujian dari orang lain. Dan bagaimana level energi kita menurun saat menerima komentar negatif/ kritikan dari orang lain.

Bayangkan jika hal tersebut kita terapkan pada lingkungan di sekitar kita… Bagaimana jika secara terus menerus kita menguatkan orang lain sejak pertama kali menjalin kontak dengan mereka? Bukan hanya perubahan hati mereka yang menjadi lebih positif, namun juga membuat level energi mereka naik.

Bonus yang akan kita peroleh adalah, aturan 30 detik itu juga akan membawa efek positif pada diri kita. Karena sesungguhnya, kita tidak bisa membantu orang lain tanpa membantu diri kita sendiri. Kita hanya bisa berikan pujian dan penghargaan yang tulus saat kita merasa nyaman pada diri kita sendiri.

“Mereka yang menambahkan arti pada diri kita, akan membuat kita mendekatkan diri pada mereka. Begitupun mereka yang mengurangi arti diri kita, akan membuat kita menarik diri dari mereka.”

Sepertinya mudah ya teori nya? Bagaimana penerapannya? Diperlukan latihan yang konsisten dan terus menerus. Saya merasakan hal yang menarik saat mengikuti sebuah acara workshop di Surabaya, yang diadakan oleh pak Krishnamurti, seorang Master di bidang Mind Technology.

Sebelum acara dimulai, beliau sudah hadir dalam ruangan. Tiap kali ada peserta yang masuk ke dalam ruangan itu, beliau dekati dan beliau ajak bercakap-cakap beberapa menit. Perhatian beliau fokus pada orang di hadapannya. Beliau afirmasikan hal-hal positif dan pujian pada satu persatu peserta yang hadir.

Terasa betul perubahan energinya. Padahal banyak peserta yang baru saja menempuh jarak yang jauh (Banjarmasin, Jogjakarta, Blitar, Ngawi dll). Energi positif menyebar ke seluruh ruangan. Sehingga saat acara dimulai, yang ada hanya have fun, seru-seruan dan antusiasme yang menular.

Bagaimana? Mau mencobanya?

Yuk ah sebarkan kebaikan dan energi positif ke lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita sayangi…

Saya sudah mulai…. Anda kapan?

Salam hangat berlimpah manfaat ^^

@EvaZahraa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *