Batas Etika di Dunia Maya

Dunia sosial media itu tidak mengenal kata maaf, karena kata maaf sulit menghentikan status yang terlanjur tersebar.

Selalu ada hal menarik yang bisa diamati di dalam dinamika jejaring sosial. Kadang melampaui batas logika pikiran kita, karena memang tidak ada teori  yang bisa menjelaskan saat 3 buah kata “Om Telolet Om” bisa menjadi viral hingga level dunia. 😀

Beberapa orang yang tadinya tak terdengar namanya, tiba-tiba menjadi terkenal dan melesat image nya karena kekuatan sosial media. Namun banyak juga nama baik seseorang ataupun sebuah brand yang sudah bertahun-tahun dibangun, tiba-tiba hancur karena efek viral sebuah berita yang bisa jadi tidak dipastikan dulu kebenarannya.

Begitupun reputasi seseorang yang dibangun bertahun-tahun tiba-tiba hancur karena efek tulisan status-statusnya di sosial media yang sudah berlalu bertahun-tahun ternyata dimunculkan kembali oleh orang yang ingin menjatuhkannya.

Batas etika di dunia maya pun berbeda dengan dunia nyata. Di dunia maya, muncul kecenderungan untuk bebas berpendapat tanpa memikirkan dimana, pada siapa dan apa efek yang terjadi selanjutnya. Persepsi yang terbangun menjadi bias karena tidak tampak gesture, ekspresi maupun tekanan nada yang melengkapi informasi yang kita dapatkan.

Sekat-sekat yang ada membuat sebagian orang bisa menjadi pribadi yang sangat berbeda dengan sosok di dunia nyata. Menarik untuk diamati saat ini adalah bagaimana sebagian orang begitu mudah mengomentari sebuah berita dengan spontan dan impulsif tanpa memahami topik yang dia komentari dengan seksama. Bahkan kadang mengabaikan batas sopan santun cara komunikasi dengan orang yang belum dikenal baik olehnya.

Dan inilah yang seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan khusus. Ada yang memang sengaja menggunakannya untuk memecah perhatian atau membuat masyarakat lupa pada sebuah berita besar sebelumnya. Ada pula yang tujuannya mencari like, komen dan share sebanyak-banyaknya dengan tujuan untuk menaikkan rangking akunnya.

Caranya adalah dengan memposting berita yang membangkitkan emosi dari orang-orang yang bersumbu pendek, mudah berkomentar tanpa berpikir panjang. Yang akhirnya akan memancing perdebatan panjang antar orang yang memberikan komentar. Lalu dimana aktor yang memposting berita tadi? Ya santai saja menikmati banjir like, komen dan share yg menguntungkan ranking akun sosmed ya. 😀

Berpikir panjanglah sebelum memposting sesuatu di dunia maya. Apa yang terlanjut tertulis, sulit untuk dihapus. Bisa menjadi multi level pahala bila isinya bermanfaat. Bisa juga menjadi multilevel bencana karena suatu saat nanti berubah menjadi bumerang yang menghantam balik diri kita.

Sebuah renungan malam…

Regards,

Eva Zahra

 

 

 

Author: evazahra

Entrepreneur | Travel Writer Wannabe ^^

2 thoughts on “Batas Etika di Dunia Maya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *