Lesson in Life

Batas Rasa Cukup

Setiap orang punya batasan rasa cukup masing-masing. Satu sama lain berbeda-beda tingkatannya. Besaran penghasilan tidak bisa dijadikan patokan rasa cukup yang sama.

Ada seorang tukang becak yang merasa cukup dengan penghasilan hariannya yang tidak menentu, namun bisa menghidupi keluarganya dan masih bisa menabung untuk biaya sekolah anak-anaknya hingga berhasil menyelesaikan jenjang kuliah dan sukses dalam karirnya.

Ada pula seorang pejabat dengan penghasilan puluhan hingga ratusan juta yang selalu merasa kekurangan, penghasilan resminya selalu habis tak bersisa, hingga dia melakukan tindakan korupsi dan manipulasi anggaran kantor untuk memenuhi keinginannya.

Dimanakah sebenarnya batas rasa cukup itu?

Rasa cukup berada pada besarnya rasa syukur Kita pada apa yang sudah Allah SWT berikan pada Kita hingga saat ini.

Firman Allah SWT Surah An-Najm ayat 48 : “Dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan KECUKUPAN.”

Sesungguhnya yang “menciptakan” KEMISKINAN dan KEKURANGAN adalah diri kita sendiri. Itulah mengapa orang-
orang yang senantiasa bersyukur, akan tetap merasa CUKUP.

Semakin Kita mensyukuri apa yang Kita miliki dengan hati yang tulus dan bahagia, akan semakin besar nikmat karunia yang Allah SWT berikan pada Kita. Tentu saja harus dibarengi dengan niat yang baik, ikhtiar dgn cara yang baik, dan ibadah yang tak pernah putus sebagai salah satu bentuk rasa syukur Kita.

Jadi perhatikanlah, saat Kita mulai gelisah, merasa kekurangan, merasa iri dan dengki pada rezeki orang lain.. Mungkin itu pertanda bahwa rasa syukur Kita sedang mengalami penurunan.

Sudahkah Anda bersyukur hari ini?

Semoga sharing ini bermanfaat…

Salam hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *