Blogging Tips, Personal Life

Belajar Blogging Mulai Dari Mana?

Penulis yang hebat adalah pembaca yang tak kalah hebat dan dia konsisten melatih skill menulisnya.

Banyak pertanyaan yang mampir pada saya tentang bagaimana memulai menulis dalam sebuah blog personal . Sebagian besar pertanyaannya lebih pada masalah teknis, lebih baik mana antara menggunakan blog gratisan atau blog Top Level Domain (.com , .id, .net dll), tentang setting blog, tentang pemilihan plug in apa saja yang digunakan, sampai pada aturan penulisan berdasarkan teknik SEO agar tulisan kita bisa tampil di halaman pertama mesin pencari.

belajar blogging mulai dari manaTapi ternyata ada yang jarang ditanyakan dan mungkin lupa dipersiapkan sebelum bicara teknis menulis dan mengelola sebuah blog personal. Yaitu melatih konsistensi menulis dan terus meningkatkan isi tulisan dari membaca buku/ebook/artikel blog yang bermanfaat. Caranya dengan menyempatkan diri menambah ilmu yang berhubungan dengan dunia kepenulisan baik forum gratisan maupun forum berbayar (upgrade skill).

Saya pun masih ada di level melatih konsistensi dan berusaha fokus pada niche yang sedang saya bangun di dunia kepenulisan. Mulai mengurangi artikel yang isinya curhatan kesana kemari tanpa ada isi manfaat/hikmah yang bisa dibagikan.

Suatu proses yang perlu dilatih secara konsisten sebelum bicara teknis yang lain adalah membiasakan diri untuk menulis. Jika menulis artikel yang cukup panjang saja masih entar-entaran, lupakan dulu membuat blog, fokus saja menulis status di sosial media. Facebook (status maupun notes), instagram, path, line dan jejaring sosial yang lain sudah menyediakan ruang yang cukup luas untuk latihan menulis.

belajar blogging dari mana

Sayangnya kadang yang dituliskan adalah hal-hal yang isinya tidak fokus memberi manfaat, sekedar eksistensi diri, atau curhat mengungkapkan emosi terpendam yang terkadang tidak pantas untuk dibagikan di jejaring sosial. Sehingga repetisi yang terjadi justru membuat masalah yang dialami semakin dalam melekat pada pikiran, seiring dengan munculnya atensi berupa respon, like, comment, dan share dari pembaca status yang kita tuliskan.

Dan tidak terasa waktu yang digunakan seharian untuk memantau respon di jejaring sosial itu ternyata mencapai beberapa jam bila diakumulasikan dalam satu hari. Seandainya waktu beberapa jam itu digunakan untuk membaca hal-hal lain yang menambah skill dan pengetahuan, pasti akan lebih bermanfaat.

Saya salut pada teman-teman yang menggunakan facebook untuk fokus pada bisnisnya, tanpa sadar mereka melatih dirinya untuk menulis yang berhubungan dengan bisnisnya. Hal yang menyenangkan saat berlatih tanpa rasa terpaksa. Walaupun ya kadang agak terganggu juga melihat wall dan timeline jadi penuh dagangan sampai lupa kedekatan interaksi personal yang seharusnya menyertai penggunaan facebook. Untung ada tombol unfollow… #eh 😀

belajar blogging

Yang kedua adalah luangkan waktu untuk menambah ilmu tentang dunia kepenulisan dengan banyak membaca buku (edisi cetak atau e-book), mengikuti grup-grup komunitas menulis, menambah ilmu dari kelas-kelas pelatihan maupun kopdar komunitas menulis baik secara online maupun offline. Tidak selalu butuh waktu lama kok, bahkan bisa jadi waktunya tak selama yang kita gunakan untuk memantau status teman-teman, trending topic maupun berita viral yang muncul di timeline jejaring sosial kita.

Dengan sering membaca buku-buku yang berkualitas dari segi isi maupun bahasa dan meluaskan pergaulan sesuai dengan skill yang kita kembangkan, sebenarnya kita sedang menginput data ke dalam pikiran kita. Meluaskan wawasan sekaligus memperbanyak pilihan kosa kata dan tema tulisan yang bisa kita masukkan ke dalam blog yang ingin kita rutinkan untuk diisi.

Rutin membaca artikel-artikel dalam blog orang-orang yang sudah menjadi blogger profesioanal maupun belajar dari para pemenang lomba blog adalah salah satu hal yang menarik untuk dilakukan. Bukan sekedar belajar konten artikelnya, namun juga belajar tentang pengalaman mereka dalam menjalani proses hingga mencapai kondisi saat ini. Selain itu bila kita mau, kita bisa stalking strategi teknis diluar menulis konten yang mereka gunakan hingga berhasil menjadi pemenang sebuah kompetisi.

Hal yang tak kalah penting untuk diingat adalah, posisikan diri sebagai pencari ilmu. Orang-orang yang ada di sekitar kita, yang kita temui baik di dunia online maupun offline itu adalah guru-guru terbaik kita. Tergantung pada apa yang menjadi fokus pikiran kita.

blogging

Banyak sekali guru-guru hebat yang kadang tak terpantau, karena mereka lebih senang berkarya dalam kondisi jauh dari hiruk-pikuk pantauan orang. Latih kepekaan kita untuk merasakan kehadiran dan keberadaan orang-orang seperti ini seperti halnya saat kita mudah memantau guru-guru kehidupan yang terlihat oleh mata kita.

Tetaplah merasa bodoh dan merasa lapar pada ilmu. Teruslah berusaha untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita. Kemudian tawakkal pada apapun hasilnya nanti ^^

Regards,

Eva Zahra

2 thoughts on “Belajar Blogging Mulai Dari Mana?

Leave a Reply to evazahra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *