Notes, Review

Belum Ada Judul

Hari ini tumben saya tidak menemukan peristiwa baru yang memancing ke-kepo-an pikiran saya untuk mengamati dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Jadi saya mengamati kemalasan saya hari ini saja hehe… Tadinya saya ingin mengulas isi salah satu buku dari sekian ratus buku yang menghuni lemari buku saya. Sudah ada beberapa yang menunggu di pilih untuk dibuat resensinya.

Awalnya mau mengulas buku yang berjudul Tuesday with Morrie, karya Mitch Albom. Mitch bercerita tentang gurunya yang bernama Morrie Schwartz, seorang profesor dari Brandeis University di Massachusetts, Amerika. Profesor Morrie terserang penyakit Lou Gehrig yang menyerang sistem syaraf dan membuat penderitanya lumpuh perlahan-lahan dan berakhir dengan kematian.

Prof Morrie secara teori kedokteran, divonis jika usianya hanya tinggal maksimal 2 tahun. Prof Morrie tidak ingin menghadapi kematian tanpa meninggalkan sesuatu yang berharga untuk dijadikan pelajaran bagi murid-muridnya. Setiap hari Selasa, Mitch datang ke rumah Prof Morrie untuk ngobrol tentang hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan. Mitch merekam dan mencatat pelajaran kehidupan yang dibagikan oleh Prof Morrie.

Saya sudah agak lupa detail ceritanya, sehingga saya mulai membuka dan membaca ulang buku ini. Dan ternyata memang berat tema yang dibahas dalam buku jenis ini. Baru membaca sepertiga bagian buku, mood menulis saya sudah menguap entah kemana. Malah jadi merenungkan tentang kehidupan saya, dan apa manfaat yang sudah saya berikan pada orang lain dan bekal apa saja yang sudah saya siapkan bila waktu untuk “Pulang” itu tiba. Hmmm… Jadi mendung pikiran ini. Akhirnya buku itu saya tutup. Dan saya mencari buku lain untuk menetralkan pikiran saya sebelum keburu hujan hehehe…

Tuesday with morrie

Saya kembali lagi menyapukan pandangan ke lemari buku saya, dan mata saya tertuju pada buku komik berjudul Simple Thinking About Blood Type 2, yang ditulis oleh Park Dong Sun. Dia bercerita tentang bagaimana memahami perilaku orang lain berdasarkan golongan darahnya. Memang tidak disertakan sumber teori yang mendasari pembuatan buku comic ini. Jadi saya berkesimpulan ini lebih banyak subyektif berdasar persepsi penulisnya.

Komik ini lucu banget, perbandingan sifat antar golongan darah disajikan dalam wujud gambar yang sederhana dengan dialog yang lucu. Saking lucunya, keabsurdan saya muncul lagi dan malah tenggelam dalam tawa saat membaca buku komik ini.

1261299_20130218050841

Dan saat harus kembali duduk di depan laptop, saya malah hilang fokus mau ngulas tentang apa. Kan tingkat kelucuan dan selera humor orang itu beda-beda hahaha… Cek deh artikel saya yang judulnya “Lucunya Dimana?” Lebih seru isi buku ini dishare di grup yang isinya orang-orang yang frekuensi lucunya sama. Dan bisa dipastikan menjadi sebuah obrolan yang entah berapa abad lagi baru selesai dibahas. 😀

Okehfain, sudah 2 buku yang menjadi korban gagal tulis, jadi sebenarnya artikel ini hanya berisi curcol saya saat tidak fokus dalam menulis. Sekaligus memberi info 2 buku yang menarik untuk dibaca huehehe…

Coba deh baca buku-buku tadi, untuk menyeimbangkan asupan informasi otak kanan dan otak kiri kita 😀

Sampai jumpa di artikel saya selanjutnya yang lebih jelas fokusnya.

@EvaZahraa

2 thoughts on “Belum Ada Judul

  1. Hhmm, coba deh mba ev, 2 buku ini paketin ke sorong, demi saya yang erlu menyeimbangkan asupan informasi otak kanan dan otak kiri.
    Kalo gak ya, melipir lg saya ke mbah google, hahaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *