Lesson in Life, Notes

Bercanda Ada Aturannya

Bercanda adalah salah satu cara Saya untuk melepas lelah dan melepas penat dari rutinitas yang ada. Dengan bercanda rasanya pikiran ini menjadi lebih rileks. Dengan tertawa badan ini jadi lebih sehat dan pikiran jadi lebih segar.

Namun bercanda pun bila terlalu berlebihan dan tidak berhati-hati dalam memilih kata-kata akan menimbulkan efek negatif pada hubungan Kita dengan orang-orang disekitar Kita. Kok bisa? Mungkin ada aturan yang kurang pas didalamnya.

Dalam agama Saya, agama Islam, canda dan tawa ini diperbolehkan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah. Bahkan akan membawa pahala saat bila dilandasi dasar yang benar.

Gimana caranya?

Mulailah dari niat yang benar ketika akan mengawali suatu amalan, setelah itu lakukan amalan tersebut sesuai dengan petunjuk Rasulullah. Karena tanpa 2 hal itu, maka bercanda akan menjadi perbuatan yg sia-sia.

Niat yang lurus maksudnya agar semua aktifitas Kita, termasuk bercanda, bermanfaat di dunia dan akherat Kita. Bukankah segala sesuatu dinilai mulai dari niat awal?

Perhatikanlah adab bercanda, jangan berlebihan dalam bercanda dan tertawa, teman-teman… Bercanda dan tertawa yang berlebihan dapat mengeraskan hati, menghilangkan rasa peka, serta dapat menjatuhkan kewibawaan kita di hadapan orang lain.

Jangan bercanda dengan orang yang tidak suka bercanda yaa hehehe…. Beda orang beda sifatnya. Ada yg suka bercanda, ada yang serius tak suka bercanda, ada yang punya sifat perasa, ada pula tipe orang yg cuek. Kenalilah tipe orang-orang yang Anda ajak bercanda.

Tempatkanlah segala sesuatu sesuai dengan posisinya. Sehingga terhindar dari berlaku aniaya/dzolim terhadap orang lain. Bisa saja dengan ucapan tersebut orang lain menjadi sakit hati, padahal Kita tidak menyadari akan hal tersebut.

Ada hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam bercanda. Apakah itu?

1. Bercanda/ bermain-main dengan syari’at Allah SWT.

Allah berfirman, yang artinya, “Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab,”Sesungguhnya kami hanyalah bersendau gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu meminta maaf, karena engkau telah kafir sesudah beriman…”
(Qs. At Taubah: 65-66).

Bercanda dengan mengolok-olok atau mengejek syari’at agama dilarang bahkan dapat menjatuhkan pelakunya pada kekafiran.

2. Berdusta saat bercanda

Ada orang yang menyepelekan kebohongan dalam hal bercanda. Alasannya hanya untuk mencairkan suasana.

Lihatlah tontonan yang ada di televisi dan di sekitar Kita. Betapa sudah terbiasanya Kita disuguhi lawakan-lawakan yang berisi kata-kata kasar dan dusta dan perilaku-perilaku yang tidak pantas ditunjukkan, hanya untuk membuat pemirsanya tertawa.

Sementara Rasulullah berkata,“Aku menjamin sebuah taman di tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah Surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun ia bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seorang yag baik akhlaknya.” (HR. Abu Daud)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, “Celakalah seorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Ahmad).

3. Menakuti-nakuti orang lain saat bercanda.

Bayangkan apabila kita membuat terkejut orang lain, sementara dia mempunyai sakit jantung. Alangkah berbahayanya akibatnya. Bisa jadi dia meninggal dunia bila terlalu kaget.

4. Melecehkan kelompok tertentu.

Tak boleh Kita bercanda dengan mencela/menghina/merendahkan kelompok lain dengan maksud menjelek-jelekkan kelompok tersebut. Termasuk memanggil dengan julukan-julukan yang buruk dan memberikan stigma sifat buruk pada orang lain.

Allah SWT berfirman, yang artinya,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan jangan suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim”(Qs. Al-Hujuraat: 11)

Semoga setiap amalan dan.perbuatan Kita bernilai manfaat dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Aamiiin…

Salam hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *