Book Reviews, Personal Life

Black Beauty : Mengajari Tanpa Mengurui

“Sungguh menyenangkan rasanya berderap dan berlari bersama-sama, sehingga acara itu selalu membangkitkan semangat kami. Aku mendapatkan bagian terbaik, karena aku selalu membawa Nyonya. Berat badannya ringan, suaranya manis, dan tangannya begitu lembut memegang kekang sehingga aku dituntun nyaris tanpa terasa.

Oh seandainya orang tahu betapa menghiburnya sentuhan tangan lembut bagi seekor kuda, dan betapa sentuhan seperti itu memelihara mulut dan perangai yang baik, mereka pasti tidak mengentakkan, menarik dan menyentak-nyentak kekang seperti yang biasa mereka lakukan”
(Black Beauty – Anne Sewell)

black beauty anna sewell

Bagaimana rasanya membaca buku dengan tokoh utama seekor kuda? Kuda hitam bernama Black Beauty menceritakan tentang perjalanan hidupnya berpindah dari satu tuan ke tuan yang lainnya. Berbagai macam perlakuan dia alami, mulai dari dirawat dengan penuh kasih sayang dan perhatian ataupun mendapat tuan yang kejam tak berperasaan silih berganti.

Menjadi kisah yang unik dan menarik saat penulisnya mampu membuat pembacanya laksana melihat dunia dari sudut pandang seekor kuda. Mengajarkan bagaimana cara merawat kuda tanpa terjebak pada teori dan bahasa yang membosankan. Seperti membaca novel dengan alur yang menghanyutkan, hanya berbeda point of view.  Berasa bisa mengerti bahasa kuda ckckck…. 😀

Anna Sewell hidup di rentang tahun 1820-1878, dan ini adalah satu-satunya buku Anna Sewell yang diterbitkan tahun 1877. Tujuannya menulis Black Beauty adalah untuk memperkenalkan cara merawat kuda dengan kebaikan dan penuh simpati.

Black beauty berkisah tentang bagaimana lingkungan hidup bisa mengubah perangai siapapun. Kisah tentang bagaimana pengalaman masa kecil sangat berpengaruh pada karakter yang terbentuk. Pendidikan terbaik seringkali berbentuk keteladanan dan ketulusan.

Black beauty bercerita tentang tuan-tuannya dan keluarganya, tentang orang-orang yang menjadi pengasuh kuda, tentang para pengendara kuda dan kehidupannya. Begitu juga tentang bergulirnya roda kehidupan dan roda nasib pada setiap makhluk yang mampu mengubah pola pikir dan cara melihat dunia.

Saat seekor kuda diperlakukan dengan buruk oleh pemiliknya, maka perangai buruk pula yang akan terbentuk hingga dia dewasa dan susah dibenahi saat dia berpindah kepemilikan. Butuh usaha yang besar dan waktu yang lama untuk mengubahnya menjadi lebih baik perangainya, namun di saat terdesak, sifat dasar yang sudah terbentuk di masa lalu itu bisa muncul kembali.

Bagi saya, buku ini adalah sebuah metafora kehidupan. Bukankah pola pendidikan yang kita peroleh di masa kecil sangat berpengaruh pada sifat dan sikap kita dalam menapaki perjalaanan hidup ini? Pengaruh teladan dari lingkungan hidup kita pun efeknya lebih permanen daripada sekedar kata-kata dan teori semata.

Black beauty bukan hanya bercerita tentang cara mendidik kuda dan kisah kehidupannya. Black  beauty bercerita tentang kehidupan kita.

Best Regard,

Eva Zahra

2 thoughts on “Black Beauty : Mengajari Tanpa Mengurui

Leave a Reply to Rojiun Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *