Traveling

Traintraveler: Blusukan Ke Kota Solo

“Mbak, kita ketemuannya dimana? Aku belum pernah masuk stasiun, mengko nek nyasar piye mbak?”

Kalimat di chat whatsapp pagi itu membuat saya tertawa terpingkal-pingkal sekaligus membuka persepsi baru. Ternyata hal yang menurut kita biasa, bisa jadi hal yang luar biasa bagi orang lain.

Tanti, teman saya dari Jogja yang saat ini berprofesi sebagai editor dan proofreader di sebuah perusahaan penerbitan buku, ternyata seumur hidupnya belum pernah mencicipi perjalanan naik kereta api. Sehingga saat saya iseng mengajaknya jalan-jalan ke Solo naik kereta api Prambanan Ekspress (Prameks) dia terlihat excited sekali. Jadi geli sekaligus ikut merasakan kehebohannya 😀

Jadilah sabtu pagi jam 8, saya, Fatkah dan Tanti sudah stand by di Stasiun Lempuyangan Jogjakarta untuk berangkat ke Solo dengan kereta Prameks. Rencananya sih mau pake kereta yang berangkat jam sembilan, tapi ternyata tiket sudah habis dan harus ikut kereta jam sepuluh. Padahal tiket kereta api lokal baru bisa dibeli langsung 3 jam sebelum keberangkatan (tidak bisa beli online). Cepat juga habisnya ckckck…. Perjalanan jadi mundur 1 jam dari rencana awal deh.

blusukan ke solo
Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
traintraveler blusukan ke solo
Loket Stasiun Lempuyangan Yogyakarta

Yasudahlah kami duduk-duduk dulu di ruang tunggu di luar Stasiun sambil mengobrol kesana kemari tentang apa saja, termasuk tentang dunia penerbitan buku berikut suka duka menjadi editor dan proofreader. Fatkah dulu seorang manager di perusahaan penerbitan yang sama dengan Tanti sebelum memutuskan untuk resign dan fokus mengelola online shopnya.

Baca juga : Tips Traveling dan Backpacking

Stasiun Lempuyangan adalah salah satu stasiun utama di kota Jogjakarta selain Stasiun Tugu. Menjadi tempat transit kereta api ekonomi jarak jauh dan kereta api lokal jarak dekat. Kondisi stasiun yang tidak begitu besar membuat fasilitas ruang untuk menunggu dan parkir menjadi terbatas. Toilet dan mushola hanya ada di bagian dalam stasiun, sementara ada aturan baru, penumpang kereta api baru boleh masuk peron 1 jam sebelum kereta berangkat. Sehingga ini cukup mengganggu kenyamanan saat menunggu dan ada keperluan untuk ke toilet/mushola.

Oiya aturan terbaru dari PT KAI juga memberlakukan metode check in dan print boarding pass sebelum memasuki peron. Mungkin karena kurang sosialisasi/ papan petunjuk, sehingga banyak orang yang kebingungan mengikuti aturan baru ini. Antrianpun kadang jadi tidak teratur karena penempatan mesin yang kurang memperhitungkan space yang ada.

check in counter stasiun lempuyangan
Ngantri check in dulu yuuuk…
ticket checking stasiun lempuyangan
Peron masuk Stasiun Lempuyangan

Kelebihan dari Stasiun Lempuyangan adalah di seberang stasiun banyak terdapat rumah-rumah penduduk yang menyediakan jasa penitipan kendaraan (motor). Mereka menyediakan jasa titip motor untuk seharian maupun untuk waktu beberapa hari (bermalam) yang aman dan hemat.  Biaya jasanya sangat ringan, hanya sekitar 3000-5000 rupiah sehari semalam.

Baca juga : Ada Pelangi di Kampung Tridi

Bandingkan dengan ongkos parkir yang disediakan pihak Stasiun Lempuyangan yang mematok harga 4000/2 jam pertama dan dilanjutkan 2000 per jam selanjutnya. Jadi bisa dibandingkan perbedaan biaya perhari apalagi kalau harus kendaraan menginap yak… Jauuuh bedanya.

Mendekati waktu keberangkatan, kami bergegas masuk ke peron dan menunggu kereta api prameks datang dari arah barat.

stasiun lempuyangan yogyakarta
Cuaca mendung tidak membuat suasana hati jadi ikutan mendung 😀
pagi di stasiun lempuyangan
Nanti kita mau kearah sana ya..

Tuuut…tuuut… jam sepuluh lewat sepuluh menit, keretapun mulai berangkat dari Stasiun Lempuyangan ini. Kereta Api Prameks tidak memberikan nomor kursi, sehingga setiap penumpang bebas mau duduk dimana saja. Kami sudah pasrah saja tidak kebagian kursi karena sudah terlihat penuh hingga sebagian penumpang akhirnya berdiri.

Tanpa diduga 2 orang pria di sebelah saya terlihat berdiri dan mengemasi kopernya. Wah kebetulan sekali, ternyata mereka naik kereta ini hanya untuk menuju ke bandara Adisucipto jogja yang jarak tempuhnya tinggal 5 menit lagi. Dapat tempat duduk juga akhirnya kami.

Satu jam kemudian sampailah kami di Stasiun Purwosari Solo. Kami bergegas menuju halte bis Batik Solo Trans untuk menuju Pasar Klewer dan Pusat Grosir Solo. Terlihat kerumunan orang, sepertinya bis yang menuju pusat kota Solo agak lama jeda kedatangannya. Berbeda dengan bis yang menuju arah luar kota Solo yang tidak sampai 5 menit sekali ada yang lewat.

halte batik solo trans
Hanya bisa memandang bis BST di seberang jalan yang melintas 😀

Ternyata menurut informasi, bis Batik Solo Trans yang menuju kota Solo memang banyak yang tidak dioperasikan karena adanya event puncak acara Sekaten yang biasa dihelat pada bulan Mulud (Robi’ul Awal) di alun-alun Kraton Solo. Di kejauhan terlihat jalanan menuju kota terpantau penuh dan padat merayap.

“Mbak, mau kemana?” tanya ibu-ibu di sebelah saya di halte bis itu.

“Mau ke Pasar Klewer. Ibu mau kemana?” jawab saya.

“Mau ke Pasar Klewer juga, tapi lama sekali dari tadi bis tidak ada yang lewat. Bagaimana kalau kita barengan saja sewa taksi? Per orang kan cuma 5000 kalau kita berenam”.

Baca juga : Kereta Api Uap Ambarawa

Kebetulan banget yak… dengan senang hati saya mengiyakan dan meluncurlah taksi kami menyusuri jalanan kota Solo yang padat siang itu. Di tengah perjalanan terlihat Kereta Api Uap (Sepur Klutuk Jaladara) yang menjadi icon baru kendaraan wisata di kota Solo sejak tahun 2009. Rute yang dilalui hanya sepanjang 6 kilometer dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun Solo Kota dan berhenti sejenak di beberapa tempat wisata. Sepur Klutuk (Kereta Api Uap) ini melintas melawan arah lalu lintas di lintasan rel tepi Jalan Slamet Riyadi dan menjadi pemandangan unik di sela-sela kendaraan yang memadati jalan raya.

kereta api uap solo
tuuut…tuuut… Sepur Klutuk Jaladara membelah jalanan kota Solo

Tak berapa lama sampailah kami di perempatan Gladhak, taksi hanya bisa sampai disini karena padatnya lalu lintas. Tinggal menyeberang jalan, sampailah kami di sentra wisata konveksi Pusat Grosir Solo dan Pasar Sementara Pasar Klewer (tahun 2014 Pasar Klewer terbakar sehingga dibuatkan pasar sementara).

pasar penampungan sementara Klewer Solo
Pasar Sementara Pasar Klewer Surakarta
plank jalan solo malfunction
Pedagang harum manis 1 meter ke kiri
Pedagang serabi 1 meter ke kanan.
perahu othok othok tradisional
Pedagang mainan dan makanan tradisional

Karena padatnya lalu lintas dan pengunjung yang bercampur dengan event Sekaten, kami memilih untuk pindah lokasi jalan-jalan ke Pusat Grosir Solo saja. Sentra pedagang konveksi yang lokasinya lebih nyaman untuk wisata cuci mata dan belanja. Harga yang ada kebanyakan sudah harga pas tanpa repot menawar lagi. Perjalanan wisata yang hemat dan menyenangkan ala-ala travel blogger Indonesia.

pusat grosir solo
Yuk belanja dulu
belanja ke pusat grosir solo
sumber foto dari jalansolo.com

Waktu beranjak sore, kami harus segera menyudahi acara jalan-jalan kali ini. Dengan membawa beberapa tambahan isi tas (belanjaan kain dan baju), jam 14.30 siang kami naik taksi ke Stasiun Balapan Solo. Hanya butuh waktu 15 menit sampai disana.

solo balapan
Suasana dalam Stasiun Solo Balapan
stasiun solo balapan
Priiiit… Kereta Api jangan jalan dulu

Perjalanan tanpa kejutan, ibarat mie ayam tanpa pangsit. Kurang kriuk. Tebak..tebaak… kejutan apa yang terjadi sebagai penutup perjalanan kami? Yak…kami kehabisan tiket kereta Prameks untuk keberangkatan jam 4 sore dan jam 5 sore. Kalau mau menunggu, kereta berikutnya baru jam 8 malam berangkatnya. Hiks… nasib dah… 😀 Kami hanya sempat menikmati Stasiun Balapan Solo untuk numpang sholat ashar dan ngadem sebentar, itupun dengan jaminan KTP karena mushola ada di dalam stasiun dan kami tidak kebagian tiket kereta api.

Daripada kemalaman, kami bergegas menuju Terminal Tirtonadi Solo untuk kembali ke Jogjakarta dengan naik bis antar kota 😀 Puas deh jalan-jalan blusukan ke Kota Solo hari ini dengan kejutan kejutan yang ada.

Sampai jumpa di cerita berikutnya 😀

Regards

EvaZahra

2 thoughts on “Traintraveler: Blusukan Ke Kota Solo

Leave a Reply to evazahra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *