Calon Pebisnis Masa Depan

Tergelitik oleh pertanyaan seorang member grup chat yang bertanya,”Usaha apa ya yang bisa dilakukan mahasiswa dan hasilnya cukup untuk biaya hidupnya sehari-hari?”.

Di jaman internet dimana informasi terbuka luas, maaf….saya hanya gemes setiap kali ada mahasiswa yang bertanya macam ini.

Menurut saya,yang bertanya dengan kalimat seperti itu belum siap dan belum cukup kuat tekadnya untuk berkerja. Karena orang yang benar-benar fokus pada tekad dan keinginannya akan sangat mudah melihat peluang di sekitarnya.

Sebulan ini saya punya hobby baru, mengamati dan menyimak kisah siswa-siswa yang sedang belajar di Lembaga Bimbingan Belajar milik saya. Ada fenomena menarik yang terjadi di level pendidikan SMP dan SMA. Dalam usia belia, banyak yang sudah melek bisnis. Mereka membidik warga sekolahnya (teman, guru, karyawan) sebagai pangsa pasar.

Ada yang jualan pre order menu makan siang (bekerjasama dengan warung langganan mereka) dengan cara promo “Cukup duduk manis di jam istirahat dan makan siang akan diantar sampai ke kelas”.

Ada siswa SMA yang berjualan keripik untuk mengumpulkan dana yang diperlukan untuk ujian praktek bulan februati 2016 nanti. Caranya dengan membawa keripik buatan neneknya yang dikemas ulang, diberi label menarik dan dijual ke kelas-kelas dan ke ruang guru ๐Ÿ˜€ Seminggu bisa laku 100 bungkus seharga @5000.

Ada pula seorang siswa SMA yang menggunakan gadgetnya dan memanfaatkan grup-grup whatsapp dan bbm untuk menjadi reseller sepatu olahraga demi mengumpulkan bekal untuk ke Bali. Dan terkumpul profit 1,4 juta sebagai tambahan uang saku studytour ke Bali bersama teman satu angkatannya.

Ada pula sekelompok pengurus OSIS yang berjualan snack (puding, makanan kecil dan sebagainya) di jam istirahat untuk mengumpulkan dana bagi kegiatannya. Yang hari pertama hanya untung 8000 rupiah sehari, beberapa minggu kemudian sudah mencapai profit ratusan ribu rupiah per hari nya. Dan mereka masih kelas 7 SMP. Baru berusia 12-13 tahun.

Apa yang membedakannya dengan mahasiswa yang masih saja bertanya tentang usaha apa yang cocok dan untungnya cukup untuk biaya hidup sehari-hari?ย Bedanya adalah, anak-anak belia ini tidak kelamaan mikir dan membuat rencana. Mereka langsung mencoba dan mengupayakannya.

Mungkin ada benarnya pendapat yang mengatakan bahwa makin tinggi level pendidikan seseorang, makin mahiir dia membuat rencana, dan makin lama start untuk memulainya ๐Ÿ˜€

Hmm…jika di usia belia siswa-siswa sekolah ini sudah tumbuh semangat wirausaha dan tertempa mentalnya, tinggal disupport dan dipoles saja ketrampilannya. Dan 10 tahun ke depan, Indonesia akan menemukan jagoan bisnis masa depan.

#RenunganMalam

Regards,

@EvaZahraa

Author: evazahra

Entrepreneur | Travel Writer Wannabe ^^

17 thoughts on “Calon Pebisnis Masa Depan”

  1. aduh aku tertohok ahahaah…
    tapi pengaruh lingkungan keluarga dan pergaulan juga pengaruh Va, pengalaman pribadi sih ini semi-semi defensif hhihihi.
    nice shooot. any way backlink nya udah eyke edit yee..

    1. Wkwkwk… iya mbah, eike dulu juga pernah jadikan latar belakang keluarga yg PNS buat alasan nggak bisa jualan n jadi entrepreneur. Sampai suatu ketika digetok sama guruku. Beliau bilang “Klo kamu belum baligh wajar kamu pake alasan itu. Tapi klo kamu udah baligh dan gagal bikin usaha, itu tanggungjawabmu sendiri, berhenti cari alasan”.

  2. Iya betul mb.eva… Sy uda berwirausaha sejak SD malah.. Dulu pertama kali gara2 temen2 perempuan butuh celana olahraga yg selutut, krn menginjak pubertas. Kebetulan ada di koperasi tempat ayah sy kerja. Ya sudah sy jd reseller nya.. Hehehe.. Ya mungkin jg krn pengaruh keluarga. Dr kakek nenek sampe ayah saya suka bisnis.. Jd ketularan deh

  3. Salam kenal mbak eva.. Ini kerasa banget sama saya..
    Dulu bikin usaha langsung terpikir langsung action skrg banyak sekali pertimbangan dsb yang akhirnya waktu dan semangat habis utk perencanaan saja. Terima kasih share nya jadi tertohok ehehehhe

    1. Salam kenal Mbak Yasinta. Saya pun mengalaminya hehe… Makin banyak tahu, makin banyak pertimbangan.
      Tapi selalu ada sisi baiknya. Banyak pertimbangan buat berhati-hati, banyak action buat pengalaman ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *