Lesson in Life, Traveling

Catatan Perjalanan, Buat Apa?

Indonesia-Kaya

Abadikan kehidupanmu dan berikan inspirasi pada orang lain melalui lembar-lembar kisah perjalanan dan peristiwa yang tertangkap dan terekam oleh panca indera mu.

Berapa kali dalam setahun anda melakukan perjalanan? Bepergian bersama keluarga, sahabat, komunitas maupun melakukan solo traveling. Pasti banyak donk pemandangan dan peristiwa yang diabadikan dalam bentuk foto selfie maupun foto bareng. Apalagi sekarang sudah ada tongsis, go-pro dan beragam gadget dengan teknologi mutakhir untuk merekam kenangan.

Sepulang dari traveling, mungkin beberapa dari anda akan langsung mengedit kembali foto-foto dan video oleh-oleh traveling tadi. Dibuat album, dihias dengan gambar dan komentar lucu lalu dishare ke media sosial seperti facebook, path, instagram, twitter, dan anda tag teman-teman seperjalanan anda. Dan banjir komentar pun membuat anda tersenyum-senyum sendiri saat membacanya.

Entreprayers Goes To Jogja

Waktu pun terus bergulir. Bulan berganti, tahun berlalu. Foto-foto itu masih bisa membangkitkan kenangan indah saat traveling di waktu itu. Hingga suatu ketika ada yang bertanya,”Masih ingat nggak, siapa saja yang ikut perjalanan kita waktu itu?” atau “Eh dulu kita mampir kemana saja ya saat traveling bareng si A, si B, si C itu?”

Kemudian anda mulai kehilangan beberapa detail kenangan saat itu. Anda hanya ingat pada foto dan wajah-wajah disana, tapi detail peristiwanya hanya sebagian kecil yang Anda ingat. Mengapa bisa begitu? Karena Anda hanya menyimpan gambar dan film, tapi tidak menyimpan dan mengabadikan catatan perjalaan anda dalam bentuk tulisan.

Memangnya penting ya?

Penting itu relatif. Tiap orang pasti punya penilaian berbeda dalam menentukan apakah sebuah tindakan itu penting. Ada  banyak  alasan  mengapa kita perlu  menuliskan catatan perjalanan kita.

Catatan perjalanan adalah tempat kita mengabadikan apa yang kita lihat, kita dengar  kita rasakan dengan seluruh indera dan hati kita. Dengan menuliskannya dalam bentuk  rangkaian kata, tulisan tersebut akan dapat  kita nikmati  kapan  saja.  Saat  kita rindu dengan perjalanan kita dulu,  jurnal pribadi ini akan mengingatkannya kembali.

Catatan perjalanan kitapun bisa menginspirasi orang lain sekaligus memberikan informasi apa yang bisa dilakukan dan dihindari selama berkunjung ke lokasi traveling yang kita tuliskan itu.

Perjalanan kadang tak berjalan sesuai dengan rencana semula. Namun keindahan dari sebuah perjalanan ada di proses menuju tempat yang dituju. Tantangan bisa diubah menjadi petualangan seru, halangan bisa bernilai sebagai sesuatu yang lucu. Menikmati prosesnya lah yang akan membuat sebuah sebuah perjalanan bernilai mahal.

Menuliskan  kisah perjalanan  dapat diawali  dengan bercerita tentang alasan mengapa ingin mengunjungi  suatu tempat dan berlanjut dengan proses menuju kesana. Jika memungkinkan, tuliskan satu pengalaman paling menarik, yang  akan jadi wawasan baru bagi pembaca, di antara sekian banyak pengalaman yang ada.

Perjalanan itu bagaikan kotak perhiasan berharga. Ada  kebaikan, pembelajaran, kesempatan dan kebahagiaan di dalamnya.

Jika foto dan gambar hanya akan mengingatkan kita pada orang-orang yang membersamai perjalanan traveling kita, maka catatan perjalanan akan mengingatkan kita pada apa saja peristiwa yang mewarnai hidup kita.

Mulailah tuliskan catatan perjalanan yg kita lakukan. Krn saat kita berada di titik terendah dalam hidup kita dan butuh diingatkan akan karunia dan kebahagiaan yg kita pernah alami, tinggal buka saja catatan perjalanan kita. Rasakan kembali kebahagiaan dan semangat yang ada disana. Syukuri kembali.. dan lanjutkan hidup dengan hati yang lebih bahagia lagi.

 

Regards,

@EvaZahraa


 

5 thoughts on “Catatan Perjalanan, Buat Apa?

  1. Rodok abot iki bahasane hehe..
    Paling seru itu menulis perjalanan hidup. Wenaaak, sesok ndek akhirat gari moco diary haha ga usah dihisab. Lek diaryne akeh galau bin geje wess siap-siap ae kungkum sampe mlocot. Yaaa semoga diarynya banyak tulisan penuh rasa syukur. Nama penulisnya duet maut Roqib dan Atid…

  2. Perjalanan itu bagaikan kotak perhiasan berharga. Ada kebaikan, pembelajaran, kesempatan dan kebahagiaan di dalamnya.

    👆Suka dengan kalimat itu 😍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *