Book Reviews, Traveling

Paspor Ibarat Password Untuk Menjelajahi Dunia

“Lama banget ya proses membuat paspor (passport) itu?” Itu adalah komentar yang saya ucapkan setahun yang lalu (2017). ┬áKetika saya mendengar cerita pengalaman kedua orangtua saya tentang proses antrian di Kantor Imigrasi Yogyakarta. Paspor beliau berdua sudah kadaluarsa sejak tahun 2000. Sehingga perlu membuat paspor baru dengan prosedur yang berlaku saat ini. Saat itu Kantor… Read More Paspor Ibarat Password Untuk Menjelajahi Dunia

Book Reviews, Personal Life

Perjalanan Mencari Sebuah Titik

Suatu saat titik-titik itu akan membawa kita kepada sebuah garis atau menjadi sebuah bangun yang semuanya akan bermuara kepada : Simpul Tuhan. Sebuah buku berwarna biru gelap terselip diantara deretan buku-buku yang ada di lemari buku saya. Dengan desain sederhana berwarna gelap, hampir polos namun pandangan mata yang melihatnya akan terpusat pada sebuah bulatan kecil… Read More Perjalanan Mencari Sebuah Titik

Book Reviews, Personal Life

Siapa Bilang Karyawan Tidak Bisa Kaya? Karyawanpun Berhak Kaya

Apakah karyawan tidak punya hak untuk kaya? Apakah harus berhenti menjadi karyawan agar bisa kaya? Diskusi perbandingan antara profesi sebagai karyawan dan profesi sebagai pengusaha sampai kapanpun tidak akan selesai pembahasannya. Masing-masing profesi punya faktor resiko, konsekuensi  sekaligus punya potensi untuk kaya dengan jalan masing-masing, asal tahu ilmunya dan tahu bagaimana caranya.

Book Reviews, Personal Life

Black Beauty : Mengajari Tanpa Mengurui

“Sungguh menyenangkan rasanya berderap dan berlari bersama-sama, sehingga acara itu selalu membangkitkan semangat kami. Aku mendapatkan bagian terbaik, karena aku selalu membawa Nyonya. Berat badannya ringan, suaranya manis, dan tangannya begitu lembut memegang kekang sehingga aku dituntun nyaris tanpa terasa.

Book Reviews, Personal Life

Totto-Chan

Tiba-tiba Totto-chan berteriak kepada seseorang,”Hei kau sedang apa?” Dari tempat saya berdiri saya tidak bisa melihat siapa yang diajaknya bicara, jadi saya hanya bisa menebak-nebak apa yang terjadi. Kemudian dia berteriak lagi, “Kau sedang apa?”. Dia tidak berbicara pada seseorang di jalan tapi pada seseorang yang berada entah dimana.