Perjuangan Di Balik Sebuah Keberhasilan
Pelaut ulung tidak dihasilkan dari ombak lautan yang tenang Beberapa bulan terakhir ini saya sedang senang belajar dari orang-orang yang meniti perjalanan karirnya berkaitan dengan bidang kepenulisan online. Mulai dari blogger, content writer, travel writer, konsultan SEO, pengelola web dan lain-lain.
Batas Etika di Dunia Maya
Dunia sosial media itu tidak mengenal kata maaf, karena kata maaf sulit menghentikan status yang terlanjur tersebar. Selalu ada hal menarik yang bisa diamati di dalam dinamika jejaring sosial. Kadang melampaui batas logika pikiran kita, karena memang tidak ada teori  yang bisa menjelaskan saat 3 buah kata “Om Telolet Om” bisa menjadi viral hingga level dunia. 😀
Manusia Tanpa Panggung, Work Hard in Silence
“Penting mana, orang mengenal wajah dan penampilan kita, atau lebih sering membicarakan karya-karya kita?” Ada sebuah jokes yang beberapa kali saya dengar: “Untunglah belum ditemukan jejaring sosial di jaman kehidupan penulis-penulis kitab yang abadi karyanya hingga saat ini. Jika sudah ada, mungkin setiap kali terbersit ide untuk ditulis, keburu diupload di jejaring sosial, kemudian terlupakan karena sibuk mantengin timeline” 😀
BeeThies : Purpose of Life
Untuk bisa membaca banyak buku diperlukan dua hal dimana uang dan waktu tidak termasuk diantaranya. Dua hal tersebut adalah gairah dan kerendahan hati bahwa kita banyak tak tahu (Helvy Tiana Rosa) Siang itu saya mendapat kesempatan untuk bertemu dan ngobrol dengan Mbak Ken dan Mas Pipin,  owner dari BeeThies Cafe and Library yang pernah saya angkat menjadi tema artikel di blog ini beberapa waktu yang lalu.
Rezeki Orang-orang Yang Ikhlas
Ikhlas itu seperti orang bersin, spontan, melegakan dan tidak perlu dipikirkan lagi. “Rezeki itu banyak macamnya, bukan cuma rezeki yang diusahakan atau dibawa dalam doa. Rezeki itu bisa juga karena keikhlasan”, kata seorang guru kepada muridnya. “Ikhlas yang seperti apa, guru?” tanya murid itu.