Lesson in Life

Do’a Indah di Waktu Pagi

do'a pagi

Beberapa waktu yang lalu di sebuah grup, ada salah seorang teman saya yang sharing tentang salah satu do’a favoritnya. Dan karena menurut saya do’a ini dalam sekali maknanya, jadi saya menuliskannya kembali. Sebagai pengingat untuk saya dan semoga memberi manfaat untuk anda yang membacanya.

Tiga perkara yang sangat dibutuhkan sebelum kita memulai beraktivitas sepanjang hari.

 

ILMAN NAAFI’AN (ilmu yang bermanfaat)

NAAFI’AN dalam bahasa arab adalah salah satu kata yang sangat kuat, karena tidak hanya berarti sesuatu yang berguna untuk kita, tetapi juga berguna untuk orang lain.

Jadi kualitas ilmu yg kita cari adalah sesuatu yang akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik, bisa berguna untuk kehidupan keluarga kita, menjadikan kita pribadi yg lebih baik dan pada saat yg bersamaan juga bisa menjadi manfaat bagi orang lain.

 

WA RIZQAN THAYYIBAN (Dan rezeki yang Thayyib)

THAYYIB berarti dua hal, yaitu ada kebaikan didalamnya dan juga sesuatu yang suci (halal itu termasuk di dalam thayyib). Karena hal yang halal untuk kita adalah hal-hal yang Thayyib. Haram adalah hal-hal yang kotor, tidak bagus, dan Halal adalah hal-hal yang baik dan suci.

Di bagian kedua doa ini adalah kita meminta Allah untuk memberi rezeki/pendapatan yang baik dan suci. Pekerjaan kita harus Thayyib, cara kita menghasilkan uang harus Thayyib, cara kita menghabiskan uang harus Thayyib, makanan yg dimakan, minuman yang diminum harus Thayyib dan lain sebagainya. Menjadikan kita orang yang bertanggung jawab, karena semua hal yg kita ambil harus Thayyib.

 

WA ‘AMALAN MUTAQOBBALAN (amal yang diterima)

Tentunya kita semua tahu kalau dalam agama Islam, setiap perbuatan akan dinilai berdasarkan niat. Jadi dengan mengatakan amalan yang diterima sudah pasti harus diawali dengan niat yang baik.

Masalahnya adalah, terkadang niat sudah baik tapi apa yang kita lakukan berdasarkan pada ilmu yg kurang baik/tepat.  Kita berpikir perbuatan kita sudah baik dan berguna tetapi ternyata tidak.

Jadi, bagian pertama do’a ini adalah tentang pengetahuan, memberikan asupan kepada diri kita di bidang spiritual dan intelektual. Bagian pertama dari doa ini memastikan kita memiliki pengetahuan yang bermanfaat. Sehingga perbuatan kita akan berdasarkan pada pengetahuan yg bermanfaat.

Bagian do’a yang kedua tentang memberikan asupan ke tubuh kita, ke keluarga  kita, asupan rizqan thayyiban. Rezeki yang baik, sehat, suci dan halal. Agar hati dan tubuh kita tidak “terkorupsi”.

Dan bagian terakhir doa ini meminta agar amalan kita di terima oleh Allah sebagai amalan baik dan bernilai ibadah juga. Karena di akhir perjalanan hidup kita nanti, yang bisa kita bawa sebagai bekal di saat hari perhitungan adalah amalan yang diterima. Celakalah kita bila kita termasuk orang yang walaupun sudah susah payah beramal tetapi amal kita tidak diterima oleh Allah.

“Dan kami hadapi segala amal yg mereka kerjakan, lalu kamu jadikan amal itu bagaikan debu yg berterbangan”
(QS  Al Furqan:23)

Ilmu yang bermanfaat membersihkan hati dan pikiran kita, menempatkan niat dan tindakan di tempat yg tepat. Rezeki yang thayyib akan membersihkan kita, agar apa yang kita konsumsi tidak merusak kita. Kita bisa mempunyai ilmu yang berguna, tetapi bila kita makan makanan haram atau mendapatkan uang haram, maka yang terjadi adalah diri kita akan rusak, hati kita akan rusak sehingga menjadikan perbuatan dan niat kita pun jadi rusak.

Jadi dalam doa ini, kita memohon agar Allah membersihkan diri kita. Ketika diri kita bersih, hati kita bersih, niat kita bersih, perbuatan kita bersih, maka insya Allah menjadikan amalan kita diterima Allah.

“Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan”

Yuk rutinkan membaca do’a ini selepas subuh, semoga aktifitas kita akan terjaga manfaat kebaikannya. #NtMS

Semoga bermanfaat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *