Lesson in Life

D’travelers : Puncak Hutan Pinus Becici


Perjalanan D’travelers berlanjut menuju destinasi berikutnya setelah Canopy Trail dan Kebun Buah Mangunan. Kami ingin membuktikan apakah keindahan Puncak Becici (Puncak Pinus Becici) setara dengan foto-foto yang diunggah di sosial media. Katanya sih tidak kalah keren dibanding wana wisata Kalibiru. Yuk mari kita buktikan…

Kembali kami mengukur jalanan menuju Puncak Pinus Becici, namanya saja sudah unik. Puncak pinus becici masih satu lokasi dengan kebun buah mangunan. Sama-sama berada di dalam wilayah RPH (Resort Pengelolaan Hutan) Mangunan, daerah Dlingo, Kabupaten Bantul.

Jalanan mulai menanjak, di kanan kiri terbentang pepohonan pinus yang tinggi menjulang. Terlihat plang “Puncak Becici 5 km”. Baiklaah, semoga 5 km ini bukanlah basa-basi orang jogja. Terkadang menjadi bahan bercandaan, bila orang jogja berkata, “Sudah dekat cuma tinggal 5 km”, ini bisa juga berarti 5 km dalam kondisi alat pengukur jarak kendaraannya rusak. Yang artinya masih jauuuuuuuuh sodara-sodara πŸ˜€ Bismillaah…

Hutan-pinus-becici-evazahra.com
Sepertinya weekend ini padat pengunjung, karena kami sering berpapasan dengan mobil-mobil berplat luar kota Jogja. Tiba-tiba terlihat area parkir yang penuh dengan pengunjung. Tapi kan ini belum ada 5 km. Hmm, mungkin ini perkecualian. Kami serempak turun dari mobil dan mencari tukang parkir untuk bertanya. Ternyata salah…. Ini bukan puncak becici. Tapi masih di area Hutan Pinus. Tukang Parkir menyodorkan selembar tiket parkir.

tiket-hutan-pinus-evazahra.com
Tertera biaya parkir mobil, motor, bis dan apa? PRE-WEDDING? Wow menarik ini untuk di eksplorasi hehehe…. Kami putuskan untuk menuntaskan kekepoan kami sebentar, 15-30 menit mungkin cukup sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Pengunjung tak ditarik biaya masuk lagi selain biaya parkir mobil tadi.

hutan-pinus-evazahra.com
Pepohonan pinus tinggi menjulang, mungkin sekitar 30-50 meter tingginya. Berdiameter kira-kira satu pelukan orang dewasa. Lokasinya tenang, sejuk, dan cocok untuk tempat rehat dari kesibukan bekerja. Saat angin bertiup kencang, berhentilah sejenah, diam dan dengarkan suara anginnya.Β  Hmm… menenangkan.

hutan-pinus-becici-evazahra.com

azka
Hei lihat… ada penampakan πŸ˜€ Itu adalah si kecil Azka, permata hati Dianka dan Agus, anggota D’travelers. Azka selalu ikut serta kemanapun kami berwisata. Azka maskot kesayangan D’travelers.

Di beberapa tempat terlihat ayunan, bangku-bangku dari kayu gelondongan dan rumah-rumah pohon untuk spot pengambilan foto. Di kejauhan terlihat beberapa kesibukan, wow…rupanya ada yang sedang mengabadikan foto-foto untuk pre wedding nya.

prewed-hutan-pinus
prewedding-hutan-pinus
Pantas saja di tiket parkir tertera biaya untuk parkir tim pre-wedding. Rupanya sudah menjadi salah satu bentuk bisnis baru disini. Menyewakan tempat untuk lokasi foto pre-wedding.

Rencana 15 menit berubah menjadi 1 jam lebih untuk menikmati ketenangan beristirahat disana. Suara perut sudah terdengar riuh karena lapar. Rupanya sudah jam 2 siang. Kami bergegas menuju lokasi parkir dan melanjutkan perjalanan menuju Puncak Becici.

Sekitar 3 km menuju puncak Becici. Menurut berita, best spotnya adalah pemandangan sunset. Sepertinya kami terlalu awal datangnya. Mari kita lihat apa yang menarik disana.

puncak pinus becici

Dari lokasi parkir kami masih harus berjalan sekitar 200 meter an ke puncak. Terdengar raungan suara motor trail dan ATV tanpa terlihat wujudnya. Mungkin di dekat lokasi parkir ada jalur trekking yang menarik untuk disusuri dengan motor trail maupun ATV.

Sayangnya setelah melihat kawasan hutan pinus dan pernah berkunjung ke Wana Wisata Kalibiru, Β saya merasa tidak tertarik lagi melihat Puncak Pinus Becici. Terlalu biasa. Hanya mengandalkan best spot sunset saja. Okelah… Setelah Canopy Trail dan Kebun Buah Mangunan melebihi ekspektasi, dan mendapat bonus indahnya hutan pinus, akhirnya kami mendapat zonk di Puncak Becici hihihi….

Hanya sebentar kami di Puncak Becici. Kami melanjutkan perjalanan mencari jejak museum kayu wanagama dan mengejar bintang di Bukit Bintang. Tak terbayang jika ternyata kami akan mendapatkan kejutan ngeri-ngeri sedap di museum itu. Seperti apa kisahnya? Sabaaar…. tunggu saja kelanjutannya ya.

 

Regards

 

@EvaZahraa

8 thoughts on “D’travelers : Puncak Hutan Pinus Becici

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *