Traveling

D’travellers : Lost In Malang

16 Desember 2015

Hari sudah menjelang siang. Perjalanan kereta api Malioboro Ekspres dari Jogjakarta menuju Malang masih berlanjut, membawa saya menjauh dari kota Jogja untuk traveling ke Kota Malang. Pada barisan kursi di depan saya tampak sepasang bapak ibu bersama seorang anak perempuannya. Suara murottal lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an terdengar indah dari gadget yang mereka bawa. Sang ibu menyibukkan diri menyimak video seorang qori’ah yang sedang mengaji. Menenangkan pikiran sekaligus membuat angan-angan saya melayang ke masa depan. #halah ­čśÇ

Sesekali saya membuka koneksi data di gadget kesayangan saya. Menyimak kehebohan di beberapa grup chat whatsapp messenger sambil berbagi info dan foto. Beberapa┬ásahabat saya yang tinggal di Kota Malang sengaja membuat grup chat khusus untuk memastikan saya tidak tersesat di sana ­čśÇ Grup ini sangat membantu saya yang tak pandai membaca peta. Alhamdulillah ada Om Anto, dr Dewi dan Mbak Annis.

Kereta masih terus melaju. Banyak juga ternyata tempat pemberhentiannya. Mungkin karena lokomotif kereta ini membawa 2 macam gerbong, Ekonomi dan Eksekutif. Jadi saat ini bisa dibilang saya menaiki kelas Eksekutif dengan rute ekonomi hihihi… Sudahlah, dinikmati saja perjalanannya. Masa Travel Blogger Indonesia tidak bisa menemukan hal seru di perjalanan sih?

Rute-kereta-malioboro-ekspres-evazahra.com

Jam 15.30 WIB, kereta baru sampai di stasiun Kepanjen. Saya melirik jadwal yang tertera di tiket kereta, seharusnya jam 15.37 WIB kereta sudah memasuki Stasiun Kota Baru Malang. Sepertinya mundur agak lama, dan kami masih harus melanjutkan perjalanan ke Kota Batu, sekitar 1 jam perjalanan kendaraan.

Pukul 16.30 akhirnya kereta api Malioboro Ekspres sampai juga di Stasiun Kota Baru Malang. Hujan menyapa kedatangan kami. Segera kami menuju mushola untuk sholat dan beristirahat sejenak. Malam sudah menjelang, hujan masih juga belum reda. Langit sudah berubah menjadi gelap. Kami batalkan memilih angkutan umum sebagai sarana untuk menuju tempat penginapan kami malam ini di Kota Batu. Mengingat hari sudah malam, kami belum tahu berapa lama perjalanannya dan kami butuh segera beristirahat.

Akhirnya kami menerima tawaran sewa mobil sekali jalan yang dikelola oleh sebuah koperasi di depan stasiun. Mobilnya bersih, bagus dan wangi, sepertinya ini kendaraan pribadi yang sangat terawat. Nama driver nya Pak Abdul Karim, sudah sejak tahun 1976 beliau menyewakan mobil pribadinya sekaligus menjadi pemandu wisata. Sepanjang perjalanan banyak hal yang menjadi bahan obrolan yang menyenangkan.

Mobil kami melaju menyusuri Kota Malang yang sejuk dan bersih, melalui jalanan yang cukup padat menuju Kota Batu. Pak Abdul Karim mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sekitar 60 – 70 km/jam sambil menjelaskan rute-rute yang kami lalui. Serasa wisata kota dengan guide berpengalaman. Kami menyempatkan diri mampir ke restoran Prambanan Sari di jalan Bromo Malang untuk membeli makan malam.

Sekitar jam 19.30 WIB kami akhirnya sampai juga di Pondok Jatim Park , tempat kami beristirahat malam ini. Ini adalah pilihan kedua setelah diskusi panjang tentang pilihan hotel tempat menginap. Opsi pertama adalah bermalam di The Batu Villas and Lounge.  Sayang kami hanya mendapatkan kamar untuk tanggal 17 Desember saja. Sehingga kami mengambil opsi hotel ini untuk malam ini. Pertimbangannya adalah jarak yang hanya 5 menit jalan kaki menuju gerbang wahana Jawa Timur Park 1, ada promo diskon tket masuk wahana dan ada fasilitas antar jemput dari dan menuju obyek wisata di sekitar hotel.

sumber foto di sini

Sumber foto dari sini

Kami memilih Superior Room, kamar 122 dengan twin share bed. Tak terlalu besar ruangannya, tapi cukup nyaman untuk istirahat malam ini. Setelah makan malam, mandi dan bebersih diri dan ibadah malam, kami pun beristirahat. Tak sabar menunggu pagi menjelang untuk memulai perjalanan kami ke obyek-obyek wisata di kota ini.

 

17 Desember 2015

Jam 08.00 WIB selepas sarapan kami melakukan early check out hotel, menitipkan barang-barang bawaan di resepsionis sekaligus membeli tiket promo wisata yang disediakan pihak hotel. Rencana hari ini kami akan jalan-jalan ke Eco Green Park, Jatim Park 2, Museum Angkut dan BNS (bila cuaca memungkinkan). Wahana Jatim Park 1 diskip karena saya sudah pernah mengunjunginya dahulu.

Pondok-Jatim-Park-evazahra.com

Jam 09.00 WIB kami sudah sampai di depan wahana Jatim Park 1, menurut info, halte tempat menunggu pengantaran menuju wahana Jatim Park 2 ada di sini. Ternyata baru jam 09.30 WIB kereta wisata nya datang.

Jatim-Park-1-evazahra.com

Dan akhirnya berangkatlah kereta putih menuju Eco Green Park dan Jatim Park 2. Melewati jalan kampung yang bergelombang, sekitar 5 – 10 menit waktu yang dibutuhkan menuju kesana. Sampailah kami di Eco Green Park, wahana edukasi yang berisikan hal-hal yang berkaitan dengan pelestarian alam, satwa, pertanian organik dipadu dengan wahana permainan dan eksperimen.

Eco Green Park

 

eco-green-park-evazahra.com

Tepat setelah pintu masuk, langsung terpampang kolam ikan dengan suara gemericik meneduhkan. Berpadu dengan beberapa angsa putih dan burung flamingo yang hilir mudik. Sejenak kami duduk, diam dan hanya fokus menikmati suasananya. Tenang dan nyaman rasanya.

Tiba-tiba terdengar suara gaduh, teriakan puluhan anak-anak terdengar riuh bersahutan dengan suara orang-orang dewasa yang mengarahkan. Hmm.. ternyata di belakang kami ada sekitar 50 anak PAUD yang sedang studytour bersama orangtua masing-masing. Kami pun mempercepat langkah agar tak terjebak di tengah keramaian anak-anak ini ­čśÇ Apalagi di tempat-tempat yang menyediakan satwa hidup untuk berfoto bersama.

Peacock

Saya salut pada arsitek dan pengelola wahana ini. Rapi, indah, bersih dan efisien lahannya. Benar-benar memanfaatan lahan yang sangat keren.

map-eco-green

 

Eco-Green-Park-jungle

Lama juga perjalalanan langkah kami, lebih dari 1 jam tak terasa kami berjalan menyusuri jalur yang ada. Beberapa kali berhenti untuk istirahat dan memuaskan rasa dahaga. The Jungle Adventure, Rumah Terbalik, photo session dengan serbuan burung merpati, dan wahana interaksi lainnya sayang untuk dilewatkan. Buat anda yang belum terbiasa wisata jalan kaki, lebih baik latihan dulu mulai sekarang. Karena wahana di kompleks ini membutuhkan stamina yang luarbiasa ­čśÇ

Tetes-tetes air hujan mulai turun, saatnya kami pindah ke wahana lain. Ke Museum Satwa dan Museum Angkut.

Tapi nanti lagi ceritanya… sabar dan tunggu ya ­čśÇ

Regards,

@EvaZahraa

3 thoughts on “D’travellers : Lost In Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *