Personal Life

Dua Kotak Kardus

Dua kotak kardus yang penuh terisi┬átampak teronggok di ujung ruangan sebuah gudang. Berdebu, terlihat sudah terlalu lama disimpan. Sedikit penyok di sana sini, seakan-akan mereka sudah melewati beberapa kali bantingan dan gusuran. Tak terbayangkan betapa beratnya perjalanan yang sudah mereka tempuh… #halah ­čśÇ

Aku jadi teringat saat duluuuu… bertahun-tahun yang lalu, saat keluargaku harus pindah dari rumah pribadi ke rumah dinas di samping sebuah kantor di pinggiran kota.┬áTerasa tidak nyaman meninggalkan rumah yang sudah belasan tahun kami tinggali berikut lingkungannya, dan pindah ke rumah dinas yang sepi dan jauh dari tetangga. Duh…. ma to the ger… Mager… alias jadi malas gerak.

Packing-packing, cemplang-cemplungin barang-barang isi rumah ke dalam kardus yang diberi kode supaya mudah saat dibongkar nanti. Bolak balik mengangkutnya ke rumah baru, berlanjut dengan mengeluarkan dan menata ulang barang-barang itu di tempat tinggal yang baru.

Rumah di lingkungan yang baru, dengan beda bentuk, ukuran dan suasana, membuat kami harus menyesuaikan kondisi untuk membuatnya menjadi nyaman untuk ditinggali.  Ternyata tidak semua kardus berisi benda-benda yang kami kemas dari rumah lama bisa pas dipajang semua di rumah dinas itu.

Maka dimulailah kisah dua buah kotak kardus yang penuh terisi barang itu untuk menghuni pojokan ruangan kosong untuk menyimpan barang yang tak terpakai.

Lingkungan baru, suasana baru, aku dan keluargaku┬áberusaha menyesuaikan┬ádiri untuk menikmati perubahan yang ada. Namanya juga waktu itu masih usia anak┬ákecil┬áya…. Segala sesuatu bisa dibuat lucu dan menarik. Walaupun kadang tidak jelas juga juntrungannya. Itu sebenarnya ngapain sih ya…

Mancing ikan…di kolam sendiri yang ukurannya segede bak mandi, mengejar ayam di halaman tetangga dan berakhir dengan dipotongnya ayam oleh si tetangga untuk kita makan bareng-bareng. Atau sekedar bermain layangan walaupun gerakan layang-layangnya lebih mirip lumba-lumba, naik bentar nyilemnya lama ­čśÇ

Dan saat kami sudah menyesuaikan diri, dua tahun kemudian datanglah kabar bahwa bapak kami dipindah tugaskan (lagi). Kali ini ke kota lain yang jauh jaraknya. Duh packing-packing lagi, cemplang-cemplung lagi, angkut-angkut lagi.

Bedanya, musyawarah keluarga (jiah…gaya…) memutuskan kami akan kembali lagi ke rumah lama yang sebelumnya dikontrak orang. Karena terlalu ribet kalau harus mengurus kepindahan sekolah 5 orang anak yang ada.

Kembalilah keluargaku ke rumah yang lama, menata ulang kembali rasa┬áeh.. barang-barang yang dulu menjadi penghuni asli rumah itu. Dan ternyata ada 2 kardus besar yang kembali lagi diangkut pulang tanpa sempat dikeluarkan untuk menikmati┬ásuasana di┬árumah dinas itu. Ckckck…. maapkan kami ya, sudah menyekap kalian berdua sekian lama.. *pukpukpuk kardus* ­čśÇ

Saat kami buka, ternyata isinya… #jreng

Isinya ternyata majalah-majalah lama dan barang-barang yang sebenarnya sudah tidak kami perlukan lagi. Jadilah sebagian kami berikan ke orang lain atau dijual di pedagang barang bekas. Lha trus ngapain ya dulu bolak-balik diangkut┬ákesana kemari. Rempong bin beraaat euy… Yang ternyata justru lebih bermanfaat saat diikhlaskan untuk sirna dari pandangan dan dari hidupku. Ihiks…

P.I.N.D.A.H… bisa bermakna perubahan posisi dari satu tempat ke tempat yang lain, dari suatu kondisi ke kondisi yang lain,┬ádari lingkungan lama┬áke lingkungan baru, dari satu perasaan ke perasaan yang lain… dari satu hati ke hati yang lain… #eh ­čśÇ

Entah karena pilihan kita sendiri, atau karena terpaksa. Siap atau tidak siap harus kita lalui. Pasti akan muncul rasa tidak nyaman saat kita memang harus meninggalkan kondisi yang sudah sangat kita akrabi sekian lama. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri hingga mencapai kondisi yang seimbang.

Lalu apa hubungannya dengan dua kardus tadi hoy?

Dua kotak kardus tadi bisa mewakili kenangan, beban pikiran, masalah yang belum selesai, perasaan yang belum diikhlaskan dan berbagai emosi yang masih tertinggal di masa lalu.

Dan kita masih membawanya hingga saat ini….

Di dalamnya mungkin ada yang memang baik untuk kita pertahankan dan kita simpan. Kenangan indah, memory peristiwa yang membuat kita bahagia, ingatan akan orang-orang yang membuat kita merasa berharga dan sempurna.

Tapi tidak jarang, “kotak kardus” yang kita bawa-bawa saat berpindah dari masa lalu ke masa kini berisi hal-hal yang sebenarnya tidak bermanfaat lagi. Berjalannya waktu membuat bebannya semakin berat…

Bukan karena tidak adanya kuasa untuk meletakkan beban itu. Namun tidak jarang justru kita yang memilih sendiri untuk mempertahankannya. Terus menyimpannya di dalam sudut gelap di ruangan-ruangan pikiran, hati dan perasaan kita. Tanpa kita┬ásadari, langkah kita menjadi lebih berat. Padahal kita punya pilihan ┬áuntuk melepaskannya… mengikhlaskannya… Letting go…

Hmm.. seandainya kenangan bisa dijual mahal di OLX, Tokopedia maupun BukaLapak… pasti orang paling baperlah yang menjadi orang terkaya di dunia bhihihihi…

Sayangnya… ga laku sodara-sodara ­čśÇ

Yah sudahlah, yok kita bereskan dulu kardus-kardus yang menumpuk di ruang-ruang pikiran, hati dan perasaan kita. Agar lebih ringan langkah kita… agar lebih lapang, dan siap diisi dengan sesuatu yang┬ábaru, yang lebih indah dan membawa kebaikan dan manfaat untuk hidup kita.

Yuk mareee… Fokus┬áuntuk bahagia hari ini dan seterusnya. ^^

Regards

Eva Zahra

4 thoughts on “Dua Kotak Kardus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *