Notes

Feeling

Lebih lengkapnya adalah “Feeling Extrovert”. Apa maksudnya ya? 😀

Sekitar bulan Oktober 2012, pertama kali Saya aktif beredar di dunia komunitas LINE (salah satu aplikasi di Android), Saya tertarik pada salah satu topik bahasan obrolan di chatroom. Beberapa teman sedang sharing tentang metode tes psikologi terapan yang dikenal dengan nama STIFIn Personality.

STIFIn Personality adalah konsep pembagian kepribadian berdasarkan letak belahan otak yg dominan digunakan oleh masing-masing orang. Sehingga di kenal adanya istilah Mesin Kecerdasan (MK) otak, yang terbagi menjadi 5 tipe : Sensing (S), Thinking (T), Intuiting (I), Feeling (Fe) dan Insting (In). Masing-masing MK memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Karena ingin tahu lebih jelas, Saya mencari info tentang tes STIFIn di daerah Jogjakarta. Dan akhirnya Saya mengikuti tesnya. Hasilnya, Saya masuk kategori Feeling Extrovert. Karena menurut Saya ini sebuah ilmu pemahaman diri yang sangat menarik, maka Saya tergerak untuk membagikan informasinya ke lebih banyak orang.

Saya iseng mengajak (dengan sedikit memaksa haha…) promotor STIFIn Jogja, Mas @thoriq_Te untuk menjadi narasumber (Momin/Moderator Admin) di chatroom LINE, dan Saya menyediakan diri sebagai asistennya (Asmin / Asisten Admin). Waktu itu nama grup nya adalah #STFIn-MK, yang pada perkembangannya berubah menjadi #RumahSTIFIn.

Data dari sebuah buku memaparkan bahwa sifat manusia terbentuk oleh 20% genetik dan 80% pengaruh lingkungan. Feeling Extrovert adalah genetik Saya, yang pada kelanjutannya banyak dipengaruhi oleh lingkungan tempat Saya berinteraksi. Lingkungan keluarga, pertemanan, relasi, buku yang Saya baca, acara yang Saya tonton, informasi yang Saya dengar, itulah yang membentuk sifat-sifat yang terlihat dalam keseharian Saya.

Hasil tes dan diskusi seru di grup #RumahSTIFIn inilah yang membuat Saya mulai memahami, mengapa passion Saya di bidang psikologi pendidikan, mengapa Saya betah ngobrol, mengapa Saya senang mengajar, mengapa Saya menarik banyak orang untuk curhat hihihi…. Dan masih banyak lagi manfaatnya.

Belum lagi kehebohan yang terjadi saat mengikuti bahasan dari Trainer-trainer STIFIn di ranah twitterland, bisa bercanda saling mention saat membahas salah satu tipe Mesin Kecerdasan yang ada. Senang saat membahas kelebihan karakter sifat masing-masing, sekaligus merasa dikuliti saat membahas kelemahan-kelemahannya hehehe…Salah satunya yang paling seru adalah menyimak timeline dari Mas @DodiRustandi .

Inti dari hasil tes ini menurut Saya adalah agar Kita tahu kelebihan utama Kita yang bisa dimaksimalkan agar menjadi jalur kesuksesan hidup Kita, sekaligus mengetahui titik lemah sifat Kita supaya bisa menjadi sarana instrospeksi diri dan diperbaiki agar tidak membawa pengaruh buruk dalam hidup Kita.

Memang, metode ciptaan manusia tak ada yang sempurna, dan tak boleh dijadikan pedoman utama untuk menilai sifat seseorang. Namun selama ada manfaat yang bisa diambil untuk kemajuan hidup Kita, ada baiknya dipelajari dan diambil intisari ilmunya…

Semoga bermanfaat ^^

Salam Hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *