Notes

Frekuensi Keberuntungan

Ini apa lagi ya. Keberuntungan punya frekuensi? Bisa disetel? Kata siapa? Hmm… Masa siiih? 😀 Kali ini saya ingin curhat saja. Sekali-sekali boleh ya.. 😀

Menurut saya, keberuntungan itu seperti gelombang televisi yang menunggu untuk ditangkap oleh antena TV. Kalau kita mau menonton acara stasiun televisi tertentu, berarti kita yang harus mencari frekuensinya. Caranya dengan mengarahkan antena pada frekuensi yang pas.

Jangan harap setelah beli antena, kemudian langsung kita letakkan di atas atap dan dihubungkan dengan pesawat televisi kita, tiba-tiba….. *trink* semua acara televisi langsung bisa kita tonton hehehe…

Dari yang saya alami, keberuntungan hidup itu sangat relatif. Tergantung pada besarnya rasa syukur, persepsi dan prasangka baik dari orang yang mengalaminya. Satu peristiwa yang sama, bisa mempunyai berbagai penafsiran yang berbeda-beda. Hati kita ibarat antena TV yang harus di setel dan diarahkan pada frekuensi yang tepat. Peristiwa “Beruntung” ibarat siaran televisi yang tertangkap oleh antena TV.

Contoh kejadiannya seperti ini :

Beberapa minggu yang lalu saudara saya mendaftarkan saya ke sebuah kursus memasak yang rencananya diadakan hari ini. Maksudnya untuk menemani dia sekaligus mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan mengenyangkan #SalahFokus 😀 Biaya pendaftaran dipinjami dulu oleh saudara saya itu. Saya nanti tinggal menggantinya saat hari H tiba.

Tiba-tiba sehari sebelum hari H, dia mengirim kabar bila ada perubahan rencana. Kabar pertama: ternyata bukan kursus masak yang diselenggarakan, tapi workshop wirausaha full day (lha.. bagaimana ceritanya bisa berubah acara :p).

Dan dia memberi pilihan, saya boleh membatalkan untuk mengikuti workshop atau tetap mengikuti rencana baru. Sampai disini saya memilih untuk mengikuti perubahan rencana yang terjadi dan berharap acaranya menyenangkan dan tetap mengenyangkan #eeeh 😀 Kabar kedua : dia sendiri justru membatalkan keikutsertaannya dalam acaranya karena ada halangan #gubrag

Sampai disini saya masih feeling good bahwa pasti ada sesuatu yang menarik dan bermanfaat dalam peristiwa “ajaib” ini. Jadi tetep bersemangat untuk melanjutkan rencana berikutnya hehehe…

Kabar selanjutnya hadir. Acara rencananya dimulai jam 08.00 pagi. Sementara jarak rumah saya ke lokasi harus ditempuh dalam waktu 2 jam. Hmmm… mulai bergeming… Tapi akhirnya masih menang semangat. Berangkat jam 06.00 pagi? Siapa takut… #eaaa Positive Thinking….

Dan hari ini pun datang. Jam 06.00 pagi kabut tebal dan mendung tebal menggoda untuk kembali menarik selimut :p Mulailah ritual menyemangati diri sendiri, afirmasi pagi dan menebar senyum berseri #cieeee… Dilanjutkan dengan memaksa diri untuk berangkat. Positive Feeling 🙂

Dan apa yang terjadi saat saya tiba di lokasi workshop? Ternyata workshopnya tidak jadi full day saudara-saudara…. Jeddeeeer!!! Dan tidak ada hubungannya dengan masak memasak… Arrrgh !!! 😀

Menurut jadwal resmi yang baru saya dapatkan saat itu, workshop dilakukan selama 8x pertemuan dalam waktu 8 minggu *langsung bengong*.

Lanjut ke daftar isi materi… Wuih bagus nih, benar-benar terkonsep dari awal hingga akhir. Masih ditambah bonus follow up mentoring setelah selesai workshop juga. *mulai tersenyum*

Kemudian saya membaca daftar pengisi materi… Wow pengisi materi nya profesional-profesional hebat yang sudah lama ingin saya temui… *tertawa bahagia sambil diperhatikan orang disekitarnya* 😀 Keren betul… Dengan biaya yang sangat hemat, saya mendapat paket workshop yang jauh melebihi ekspektasi semula… 😀

Workshop hari pertama berlangsung dengan sangat menarik. Teman-teman baru yang seru. Suasana acara yang lucu dan menyenangkan. Materi yang sangat saya sukai karena berkaitan dengan psikologi pengembangan diri. Tak terasa selesai juga pertemuan pertama rangkaian acara ini.

Yah begitulah, saya merasa beruntung sekali hari ini. Karena memilih untuk tetap bersikap positif, berbaik sangka dan mensyukuri apa yang sedang terjadi, dan memilih untuk menjaga hati ini selalu dalam kondisi bahagia menghadapi kejadian-kejadian yang tak terduga hari ini.

Ternyata rasa beruntung itu tergantung pada persepsi dan suasana hati. Semakin kita memilih untuk berpikir positif, memilih untuk bahagia dengan apa yang Allah berikan saat ini,  memilih untuk bersyukur, dan antusias dalam menjalani hari ini… maka apapun yang terjadi adalah KEBERUNTUNGAN semata…

Curhat malam… semoga bermanfaat ya..

Salam Hangat ^^

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *