Notes

Gerhana Matahari dan Gerhana MataHATI

Hari Rabu tanggal 9 Maret 2016 terjadi sebuah fenomena alam dalam wujud gerhana matahari total yang melintasi sebagian wilayah Indonesia. Saya yakin sebagian besar dariΒ  kita pun menyempatkan diri untuk menyaksikannya karena bertepatan dengan hari libur nasional, Hari Raya Nyepi. Ngomong-ngomong soal libur nasional, ternyata ada lho orang yang saking nggak update nya, dia menganggap hari libur ini diadakan karena adanya gerhana matahari total hihihi… Ada gitu orang semacam ini? Adaaaa…. orang itu salah satunya adalah : saya πŸ˜€

Tak terhitung banyaknya event pariwisata yang dipromosikan secara besar-besaran jauh-jauh hari sebelum hari H. Beritanya bisa dibaca di sini dan video reportase proses gerhana bisa juga dilihat di sini. Euforia massanya terasa berbeda di tahun 2016 ini karena hebohnya jejaring sosial dalam mempromosikan dan menayangkan live reportnya. Setiap orang bisa menjadi wartawan dadakan, dan lagi-lagi salah satunya adalah saya :p

Kebetulan hari itu saya sedang mendapat dispensasi bulanan sebagai wanita, sehingga tidak boleh mengikuti sholat gerhana, jadi ya saya di rumah saja, nongkrong di saung yang ada di samping rumah. Berbekal kamera handphone, secangkir minuman coklat panas dan didukung sinyal (kurang kuat) dari salah satu provider telepon seluler, karena jarak antara saung dan rumah utama sudah memisahkan saya dengan sinyal wifi spedy… ihiks.

Jam 6 pagi, matahari sudah muncul dari ufuk timur. Terlihat berbeda dengan bisanya, ada pendar-pendar cahaya yang membuatnya terlihat dramatis, dan mengingatkan saya pada memory masa kecil saat saya sedang belajar menggambar pemandangan. Mungkin seandainya saya lahir dan dibesarkan di benua eropa, amerika atau australia, gambar pemandangan saya tidak seperti itu kali ya πŸ˜€ Apalagi kalau di Antartika, ga kelihatan mataharinya.

Pemandangan cantik terpampang di atas bumbungan atap rumah dan pagar pekarangan tetangga saya πŸ˜€ Beginilah nikmatnya hidup di suatu perkampungan dengan kontur tanah menurun, sehingga lumayan bisa digunakan untuk menikmati pemandangan gunung tanpa harus mencari posisi di ketinggian. Matahari semakin naik, dan sayapun menantikan fenomena apa yang akan terjadi menjelang gerhana matahari hari ini. Kebetulan baru kali ini saya sengaja menunggu dan ingin mengabadikannya sendiri, walaupun wilayah jawa bagian selatan tidak termasuk dalam jalur lintasan gerhana matahari total.

Tiba-tiba mataharinya terlihat seperti bersayap… Jadi ingat pada snitch yang ada di dalam film harry potter πŸ˜€ MasyaAllah yak, baru kali ini saya melihat pemandangan seperti ini. Tak berapa lama, matahari kembali memberikan atraksi penyamaran lainnya, dia menyamar menjadi planet saturnus hihihi… Merinding saya saat melihatnya. Indah sekali… Masih berlanjut pula, selanjutnya dia menyamar jadi capung πŸ˜€ Hadeeh sepertinya saya terlalu banyak berimajinasi.

Mendekati waktu puncak gerhana sekitar jam 7.20 WIB, saya sudah tidak berminat lagi merekam, karena memang tak terlalu terlihat jelas dari daerah saya.. hanya terlihat seperti bintik kecil berpendar di angkasa dan harus dilihat denganΒ  bantuan kacamata khusus. Jadi saya masuk kembali ke rumah untuk melanjutkan pantauan gerhana di siaran televisi πŸ˜€

Sesekali saya mengikuti hiruk pikuk jejaring sosial yang sangat aktif memuat gambar-gambar lucu yang kreatif sekaligus menggelikan dan memancing tawa. Coba bandingkan 2 gambar di bawah ini, perbedaan antara Gerhana Matahari Total dengan Gerhana Mantan Total πŸ˜€

teori gerhana matahari total 9 maret 2016gerhana mantan totalHihihi…. perbedaan antara usil kreatif dengan ilmiah memang tipis πŸ˜€ Seru menyimak kreatifitas yang berbalut humor dan keusilan. Bahkan komik-komik menarik pun banyak bermunculan memancing tawa setiap kali melihatnya bersliweran di timeline jejaring sosial.

Namun….. beberapa saat kemudian saya terdiam.

Saya mulai merenungkan dan mulai mengaitkannya dengan analogi kehidupan ini. Bukankah apa yang terjadi di alam semesta ini penuh dengan pesan-pesan dari Sang Pencipta? Kejadian di alam ini adalah analogi yang seharusnya bisa mengingatkan kita pada perjalanan kehidupan ini. Bagaimana Allah sudah menciptakan alam semesta ini dalam bentuk yang sangat detail dan presisi. Mulai dari bentuk, lintasan sampai ke detik-detiknya. Semua diciptakan dengan cara yang sangat sempurna. Saat matahari, bulan, dan bumi berada dalam 1 garis lurus. Saat manusia dengan karunia akalnya bisa mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menjelajahi, menciptakan teknologi alat canggih untuk mengamati sekaligus menghitung waktu yang tepat untuk menyaksikan fenomena alam ini. MasyaAllah… Allahu Akbar.

Lalu bagaimana seandainya bumi itu diposisikan sebagai diri kita, dan Matahari diposisikan sebagai cahaya kebenaran dari Allah SWT. Dan bagaimanan jika bayangan bulan yang melintas menghalangi sinar matahari adalah hal-hal yang membuat kita terhijab dari cahaya kebenaran? Kita bisa jadi mengalami GERHANA MATAHATI dalam hidup ini.

Saat dunia ini membuat kita terlena, saat kerasnya perjuangan dalam mengumpulkan materi membuat kita terlupa pada jalan kebenaran yang hakiki. Saat fokus pikiran kita teralihkan oleh keindahan makhluk dan kenyamanan fasilitas yang ada di sekitar kita. Yap… kehidupan kita ini tak akan lepas dari ujian, yang kadang membuat kita seakan terhalang dari cahaya kebenaran. Segeralah kembali menyadari bila tujuan hidup kita bukan hanya untuk menjalani kehidupan di dunia saja. Namun akan berlanjut jauh lebih lama di dunia keabadian nanti.

Yuk ah… gitu aja… Semoga kita masih diberi waktu untuk menyaksikan fenomena alam luarbiasa seperti ini lagi. Mungkin tidak di Indonesia. Tapi sambil menjelajahi negeri lain bersama orang-orang yang kita kasihi. Aamiiin…

Regards,

Eva Zahra

2 thoughts on “Gerhana Matahari dan Gerhana MataHATI

  1. baru kali ini gerhana seheboh ini di pemberitaan Indonesia. Apalagi ketika memasuki zaman meme. Bertebaranlah sudah yang lucu-lucu.

    Karena sesuatu yang tak lazim sering kali mengundang perhatian. Tapi setelah fenomena itu berlalu, pemberitaanya langsung senyap. issue apalagi yang bakalan rame yaa..

    Coba mpo Eva terawang…

    1. Baru kali ini ada tokoh bernama Panci Terkoyak yang nyasar kasi komentar dimari πŸ˜€ Hai kisanak, dirimu belum mengajarkan ilmu penerawangan masa depan padaku. Jadi bagaimana aku bisa menerawang? Kemampuanku baru sampai ke menerawang ke awang-awang lalu bablas melamun hihihi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *