Lesson in Life

Good People Good Places

It is good people who make good places

~Anne Sewell~

Berbekal ransel daypack, baju casual, sepatu santai, topi untuk melindungi wajah dari sengatan matahari. Tidak manja meminta fasilitas istimewa, menikmati perjalanan sambil sesekali mengambil foto menarik dari pemandangan yang ditemui.

Sesekali menghentikan langkah, bertegur sapa dengan penduduk asli. Basa basi sejenak, bertukar senyum berusaha mengikuti sopan santun sesuai adat yang digunakan di daerah itu. Panca indera dan pikiran mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman dan informasi khas tentang tempat yang dikunjungi.

Harus mempersiapkan diri untuk menemui kejutan-kejutan yang tidak terduga. Misalnya perubahan rencana mendadak karena sebab yang diluar kendali diri ataupun disorientasi arah (#teteeeep…) Kuatkan hati untuk memaklumi bahwa selalu ada alasan dibalik apa yang terjadi #halah ­čśÇ

Pernah suatu ketika menginap di sebuah hotel budget dengan kamar model sharing room bersama tamu lain berisi 6 bed. Walaupun sekamar sesama perempuan, tetap saja ada penyesuaian baru berhadapan dengan orang asing. Pernah pula mengalami perpanjangan waktu sehari untuk terkatung-katung di tengah laut menuju Kalimantan Timur karena ternyata┬áperjalanan kapal tidak selancar seperti yang dibayangkan ­čśÇ (Yang ini mungkin lain waktu perlu dituliskan kisah serunya).

Tak terhitung banyaknya perjalanan yang menghadirkan guru-guru kehidupan yang hadir tanpa direncanakan. Begitupun saat mendapat kesempatan untuk ‘menyusup’ masuk ke Hotel Amanjiwo┬ádi dekat Candi Borobudur atas tawaran seorang tetangga yang bekerja disana, untuk tour sejenak melihat seperti apa interior hotel dengan┬ákamar yang katanya bertarif 7000 USD permalam.

Dulu saya heran melihat sebagian teman saya menikmati traveling ala backpacker yang blusukan menikmati suasana alam dan kondisi masyarakatnya.┬áApa sih enaknya jalan-jalan blusukan ke daerah-daerah yang sukar dijangkau dengan kendaraan yang nyaman? Padahal ┬ásecara ekonomi mereka sangat mampu membiayai perjalanannya dengan fasilitas yang lebih pantas. Benar-benar golek perkoro ­čśÇ

Tapi itu dulu… sebelum saya juga mulai menikmati traveling blusukan ke daerah-daerah yang menawarkan pemandangan alam dan budaya masyarakat yang┬áunik. Mempelajari karakter budaya yang berbeda. Menyenangkan sekali, refreshing menyegarkan pikiran sejenak dari kegiatan duniawi. Merasakan sensasi menggunakan moda transportasi umum dan menikmati fasilitas umum yang ada.

Tidak selalu  keindahan dan kemewahan sebuah tempat yang membuat kita betah berada disana. Tapi bisa jadi karena kebaikan orang-orang yang ada di sana lah yang membuat sebuah tempat menjadi menarik dan menyenangkan.

Selalu ada kenyamanan yang berbeda saat berinteraksi dengan orang-orang yang tulus dan baik hatinya. Kebaikan yang hadir dari hati yang baik, bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya. Energi positifnya mengalir dan menular kemana-mana.

Lalu apakah kita tidak boleh traveling dengan cara yang lebih mewah?

Lhaa… siapa bilang… Boleh banget…┬áOrang baik itu ada dimana-mana.

Cara seseorang melakukan perjalanan wisata itu yang menjadi pilihan masing-masing. Begitupun kemana tujuannya. Mau membeli kemewahan atau membeli pengalaman, bagaimana mengisi waktu demi waktu, itu juga ada dalam rangkaian pilihan yang menjadi hak orang yang menjalaninya.

Kalau saya memang lebih menyukai wisata alam dan berinteraksi dengan warga asli tempat yang saya kunjungi. Bisa menjadi sumber ide baru, sarana muhasabah diri sekaligus mendulang pengalaman menarik di sepanjang waktu perjalanan.

Jadi kangen ingin traveling lagi…

Regards

EvaZahra

2 thoughts on “Good People Good Places

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *