Lesson in Life, Notes

Goresan Kata Yang Berbicara

Bukan hanya ucapan yang menjadi kunci komunikasi, namun tulisan, ekspresi wajah dan sikap tubuh pun merupakan cara kita berkomunikasi.

Ada yang bilang jumlah kata-kata yang diucapkan wanita adalah dua kali lipat yang diucapkan oleh pria. Berbagai ukuran jumlah di tuliskan dalam bermacam artikel. Ada yang menyebut angka 16.000 kata, ada yang 21.000 kata, ada pula yang menuliskan jumlah 30.000 kata.

Saya hanya bisa berkata,”Lalu penelitian yang valid itu yang mana?”. Padahal kan tidak semua wanita doyan berbicara seperti saya hehe… Ada yang pendiam, ada yang berbicara secukupnya, ada pula yang tidak cukup-cukup saat berbicara 😀

Dan saya akhirnya membuat kesimpulan sendiri saja. Bahwa kata-kata yang dikeluarkan oleh seorang wanita bukan hanya dalam bentuk verbal, namun juga berbentuk lintasan pikiran, self talk, tulisan, termasuk juga gerundelan dan omelan dalam hati. #uhuk

Syukurlah hobby bicara saya cukup tersalurkan dalam usaha yang saat ini saya rintis di  bidang pendidikan berupa lembaga bimbingan belajar. Tak ada waktu untuk jadi pendiam, karena tiap hari berinteraksi dengan karyawan, siswa-siswa, orangtua siswa, calon costumer dan para pedagang yang mampir menawarkan dagangannya hihi…

Namun saya juga pernah membaca, bahwa terlalu banyak berbicara dan terlalu banyak makan bisa membuat hati kita mengeras dan kehilangan kepekaan. Huwaduh….lalu bagaimana nasib saya? (yang ini drama…sudah abaikan saja).

Saya pun memilih media tulisan untuk mengekspresikan pikiran,ide dan pendapat saya. Karena saat kita menulis, disana ada catatan yang bisa kita jadikan pelajaran di masa depan. Saat dibaca ulang, kita bisa sekaligus menjadi editor kehidupan kita sendiri. Sudah benar dan baik kah isi tulisan kita? Bermanfaatkah apa yang kita tuliskan itu? Coba dikoreksi ulang dan direnungkan efeknya.

Mulailah saya menuliskan kisah-kisah yang ingin saya bagikan. Terutama tema traveling, dunia pendidikan, psikologi remaja dan berbagai pelajaran hidup yang saya alami. Sekaligus sebagai catatan sejarah kehidupan seorang Eva dalam menjalani proses pembelajaran dalam hidupnya.

Goresan kata demi kata mulai rutin saya tuliskan di blog ini, di sosial media dan di grup chat tempat saya berinteraksi. Menulis dan berbagi inspirasi, itulah yang sedang saya lakukan dan saya konsistenkan sejak tahun 2013 hingga saat ini.

Hingga suatu ketika bapak saya berkata,”Kamu hobby membaca dan berkumpul dalam berbagai komunitas, sudah waktunya kamu menuliskan karyamu dalam bentuk buku”.

Hmm… kalimat sederhana yang cukup menohok saya. Selama ini saya menjalani hobby membaca, koleksi buku-buku keren yang antri untuk dikhatamkan. Belum lagi tak terbilang ebook yang ikutan mengantri untuk disimak dan dipraktekkan ilmunya. Haduh… ternyata banyak juga ya.

Saya mulai mencari komunitas penulis yang bisa memacu saya untuk berkarya. Mulai dari grup chat, fb group, web komunitas dan sebagainya. KampoengKata, WriterRangers, KEB, 1000 Penulis dan lain sebagainya. KMO (Komunitas Menulis Online) adalah komunitas online terbaru yang saya ikuti.

Tahun 2016, target saya sudah harus bisa menghasilkan minimal sebuah karya berbentuk buku cetak. Berisi kumpulan kisah suka duka mengajar dan menjalankan usaha bimbingan belajar dari awal. Berikut renungan hikmah kehidupan yang bisa saya bagikan.

Harapan saya buku itu bisa menjadi salah satu catatan sejarah hidup saya sekaligus sarana berbagi inspirasi, bisa menjadi saluran pahala ilmu yang bermanfaat untuk bekal saya nanti sekaligus sebagai pertanggungjawaban penggunaan ilmu yang selama ini saya pelajari.

Mengajar adalah cara terbaik untuk belajar. Menulis adalah cara terbaik untuk mengabadikan sejarah hidup kita.

Regards

@EvaZahraa

5 thoughts on “Goresan Kata Yang Berbicara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *