Notes

Happiness is The Best Medicine

Seminggu yang lalu, Sarah, keponakan saya yang berusia 5 tahun dirawat di Rumah Sakit Hermina di daerah Banyumanik, Semarang. Sarah di diagnosa sakit Demam Berdarah (DB). Padahal baru seminggu dia pulang dari rumah sakit ini  karena  sakit infeksi pencernaan. Mungkin karena daya tahan tubuhnya yang belum kembali fit yang membuat virus DB mudah menginfeksinya.

Awalnya saya memang ada keperluan ke Semarang untuk menjenguk Mbak Sali, teman saya yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Karena saya sudah bikin janji mau ke rumah mbak Sali di hari Sabtu bersama sahabat saya, jadi hari Jum’at malam saya menginap di RS Hermina menemani kakak saya untuk menjaga Sarah. Istilah kerennya saya dinas malam di RS Hermina 😀 #HaiyahGaya

Namanya juga RUMAH SAKIT, semewah apapun fasilitasnya, baru masuk lobby aja udah ikutan surem hehehe… Kenapa istilahnya tidak diganti jadi RUMAH SEHAT ya? Kan keren tuh kalau orang yang sakit, begitu lihat plank RUMAH SEHAT, langsung tersugesti jadi sehat kembali 😀 (ini sih maunya saya hihi..) Daripada saya bosan dengan suasana RS, jadi saya gunakan waktu saya untuk mengamati kebiasaan-kebiasaan dan karakter petugas paramedis yang merawat Sarah.

Sarah dirawat di kamar privat sehingga kami bebas gegulingan tanpa khawatir mengganggu teman sekamar. Menarik sekali mengamati kebiasaan mbak dan mas perawat yang rutin mengawasi Sarah. Senyum selalu  mengembang begitu masuk ke ruangan Sarah. Tak terlihat gurat kelelahan sepanjang waktu tugas mereka. Bahkan mereka justru yang membuat suasana menjadi ceria saat menanggapi pertanyaan kami sambil menggoda Sarah yang masih cemberut karena tangannya di infus.

Yang belum banyak berubah adalah sikap penjenguk yang masih mengikuti tradisi pasang wajah prihatin 😀 Duh… pasien yang sudah bete bisa tambah surem melihat pemandangan ini. Mereka butuh hiburan dan semangat hoy.. Bolehlah berempati, tapi yang lebih dibutuhkan pasien adalah semangat untuk sembuh. Jauh lebih menyenangkan dijenguk oleh teman dan sahabat yang berbagi keceriaan dan kebahagiaan sambil mendo’akan kesembuhan pasien.

Ternyata bukan hanya obat yang mempercepat kesembuhan pasien, tapi suasana RS, sikap paramedis, kenyamanan pasien juga mempengaruhi kecepatan sembuhnya. Coba deh di depan pintu kamar pasien diberi papan peringatan “Dilarang pasang wajah sedih dan prihatin di dalam kamar pasien” 😀 Mungkin akan lebih cepat lagi kesembuhannya… 😀 Semoga….

 

Curcol sore, just share my simple opinion ^^

Salam hangat,

@EvaZahraa

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *