Lesson in Life, Traveling

Hikmah Perjalanan Jauh

Setiap kali saya mengalami perjalanan jauh keluar kota, yang jarak tempuhnya beberapa ratus kilometer dari rumah saya, selalu ada hal yang saya pelajari dari proses perjalanan yang saya lakukan.

Yang paling terasa adalah rasa tawakkal menitipkan keselamatan diri saya sepanjang perjalanan hingga kembali pulang ke rumah nanti. Saat itu selalu terasa bahwa hanya Allah lah tempat saya bergantung. Bukan teman, bukan saudara… Percaya bahwa Allah akan menjaga saya di sepanjang perjalanan.

Teringat kembali beberapa tahun silam, saat saya dan teman baik saya harus menjalankan kewajiban di kota Bontang, Kalimantan Timur selama lebih dari 2 bulan. Kami tak punya keluarga disana, hanya berbekal nama beberapa orang yang direkomendasikan oleh sahabat-sahabat saya. Bertemu pun belum pernah, hanya berbekal nomer kontak telephone.

Sebelum berangkat, yang kami lakukan hanyalah membuat rencana, mempersiapkan diri sebaik mungkin, membekali diri dengan bekal yang cukup, dan menghubungi orang-orang yang sudah direkomendasikan untuk kami hubungi disana. Selebihnya kami memasrahkan keselamatan kami pada Allah semata.

Beberapa hari sebelum berangkat, kuasa Allah mulai berperan. Selalu ada orang yang membantu kami sepanjang perjalanan. Mulai dari proses keberangkatan hingga kami kembali pulang setelah 2 bulan lebih jauh dari rumah. Mereka orang-orang baik yang hampir tak kami kenal sebelumnya. Muncul entah darimana, membantu kami seperti petugas yang sambung menyambung saling berurutan seperti rantai tak terputus.

Urusan transportasi, penginapan, penjemputan, bantuan peralatan hidup sehari-hari, angkat-angkat barang bawaan, hingga mengawasi keselamatan kami selama kami di Bontang.  Termasuk memilihkan dengan siapa saja kami boleh bergaul agar jauh dari fitnah hidup di rantau. Bahkan sampai ada yang datang hanya untuk memastikan bila kami cukup makan disana. Itu tak termasuk dalam fasilitas yang seharusnya ada, dan dilakukan oleh orang-orang baik yang baru kami kenal di sepanjang perjalanan itu. Hanya berbekal bahasa daerah sebagai salam pengikat persaudaraan di rantau.

Benar-benar terasa bila Allah itu sangat dekat, menjaga kami seutuhnya melalui malaikat-malaikat yang berwujud manusia. Di setiap saat, di setiap tempat, dalam kondisi apapun.

Kami pun mendapatkan bonus tambahan keluarga baru yang kami kenal selama disana. Silaturahim terjalin terus selama beberapa tahun setelahnya.

Peristiwa itu masih terus terulang setiap kali saya menempuh perjalanan jauh lainnya. Kasih sayang Allah sangat berlimpah sepanjang masa itu.

Saya tidak tahu kapan pertolongan Allah akan hadir, yang saya upayakan hanyalah berusaha untuk sedapat mungkin terus menabung energi positif dalam bentuk meringankan beban orang lain kapanpun dan dimanapun. Karena saya berharap suatu saat bila saya tengah berada dalam kesulitan, Allah akan berbelas kasih pada saya dengan meringankan beban saya.

Dimana, kapan dan bagaimana cara Allah membantu saya, itu sudah diluar kuasa saya… Tawakkal sepenuhnya setelah berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Jadi rindu melakukan perjalanan jauh lagi… Hmmm.. Indahnya…

Bagaimana dengan perjalanan anda?

Salam hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *