Notes

Indahnya Berbagi

BERBAGI, sebuah kalimat yang sederhana namun bermacam-macam penafsirannya. Berbagi bukanlah hal yang mudah, saat hati Kita penuh dengan prasangka dan rasa pamrih.

kepoSaya belajar arti berbagi rezeki, dan berbagi perhatian tulus dari sahabat-sahabat Saya di sebuah komunitas online. KEPO (Komunitas Energi Positif), itulah nama yang Kami sepakati.

Bayangkanlah Anda sedang berada di sebuah kota yang sangat asing bagi Anda, untuk menghadiri sebuah acara. Anda tak punya saudara disana, Anda tidak tahu arah rute dari stasiun/terminal/bandara menuju gedung lokasi acara. Bahkan Anda tidak tahu dimana nanti akan mengisi perut, dimana akan bermalam dan beristirahat sebelum, selama dan selepas acara tersebut berlangsung.

Tiba-tiba ada beberapa sahabat baik dari komunitas online yang sudah beberapa bulan berinteraksi dalam sebuah forum terbuka, mereka menawarkan bantuan yang tak terduga.. Mulai dari menjemput, menyediakan tempat menginap, mengantar dan menjemput Kita menuju/dari lokasi acara, hingga menemani dan menanggung semua konsumsi Kita.

Dan itu semua FREE… Gratis… Mereka tidak mau dibayar sedikitpun. Mereka seperti malaikat yang bergantian menjaga Kita. Bahkan saat Kita akan pulang, mereka masih juga “memaksa” Kita untuk menerima sekeranjang oleh-oleh untuk dibawa ke kampung halaman.

Sepanjang perjalanan berangkat dan pulang, mereka rutin memantau keselamatan dan update kabar Kita. Khawatir bila Kita tersesat atau terlantar di perjalanan. Bantuan mereka baru mereda setelah mereka yakin Kita telah sampai tujuan dengan selamat. Rasanya seperti mendapat sepasukan keluarga baru, yang membantu Kita tanpa pamrih. Keluarga yang dekat karena kesamaan visi untuk saling berbagi ilmu dan manfaat di sebuah komunitas positif.

Semua yang Saya tulis diatas adalah kisah nyata, yang bukan hanya terjadi sekali atau dua kali. Tapi berulang kali dengan pola yang sama, di kota yang berbeda-beda.

Apa yang mendorong orang-orang yang tergabung di komunitas ini untuk melakukan pola yang sama pada setiap saudara satu group ini?

Padahal Kami bukan saudara kandung, bukan kerabat, hanya sahabat yang dipertemukan secara kebetulan, setelah sekian lama berinteraksi di forum terbuka. Hanya berbekal ketulusan, saling menyayangi dalam sebuah ukhuwah sesama mukmin. Dan saling mendo’akan dan mengingatkan saat salah satu dari Kami sedang lemah iman, kurang semangat atau gelisah menjalani proses perjalanan kehidupan.

Dari mereka lah Saya belajar indahnya berbagi, tanpa memikirkan darimana nanti balasan itu hadir. Memasrahkan semua keikhlasan dan pamrih yang Saya miliki pada Allah SWT, berbekal rasa yakin bahwa Allah SWT Maha Mengetahui niat baik Saya, dan Allah SWT Maha Pemurah untuk memberi balasan tepat pada waktunya.

Alhamdulillaah wa syukurillah.. Tak habis-habis rasa syukur Saya bisa dipertemukan dengan mereka semua. Sahabat sekaligus saudara yang dipersatukan oleh kuasa Allah SWT.

Do’a Saya untuk mereka semua tak pernah kering dari mulut Saya selepas ibadah. Memohon pada Allah SWT untuk menjaga mereka, melindungi mereka, membimbing mereka untuk selalu berada di di jalanNYA.

Saya memohon agar Allah SWT selalu melimpahkan kesejahteraan, ketentraman hidup, kebahagiaan dan kemudahan dalam menjemput rezeki dan berkah kehidupan untuk bekal mereka di dunia dan di akherat nanti.

Sebuah ungkapan rasa syukur Saya pada “Keluarga KEPO” yang telah Allah SWT hadirkan dalam kehidupan Saya.

Semoga bermanfaat,

Salam hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *