Lesson in Life, Notes

Jebakan Tes Kepribadian

Apakah anda familiar dengan istilah Tes IQ, Tes Potensial Akademik, MBTI, DISC, STIFIn, Personality Plus dan lain sebagainya? Jika anda tidak asing dengan istilah-istilah tersebut, maka anda mungkin sudah tahu apa fungsinya secara umum.

Tes-tes psikologi tersebut biasa digunakan untuk mengetahui tipe-tipe kepribadian seseorang. Bisa digunakan untuk memahami kelebihan dan kekurangan diri. Bisa juga untuk keperluan bisnis/ karir/ pendidikan, misal : penerimaan karyawan, coaching, maupun pemilihan jurusan sekolah/kuliah.

Apakah tes kepribadian itu menjebak? Tergantung 😀

Metode-metode tes tersebut diciptakan untuk memudahkan kita dalam mengenal diri dan sekaligus mengenal pribadi orang lain. Lha trus mengapa judulnya Jebakan Tes Kepribadian? Hmmm … kenapa yak? 😀

Yang membuat terjebak adalah saat orang yang menjadi obyek tes tidak menggunakan hasil tesnya untuk memaksimalkan kemampuan dirinya, dan menganggap bahwa lingkungan tidak memiliki andil dalam pengembangan kepribadiannya.

Saya percaya bahwa semua bawaan genetik kita cenderung menetap. Dan saya juga percaya bila lingkungan di sekitar saya juga berpengaruh besar pada pembentukan karakter saya.

Adalah aneh menurut saya bila ada orang yang justru menggunakan hasil tes kepribadiannya sebagai mental block untuk berkembang. Pernah dengar kalimat-kalimat seperti ini? :

“Saya kan orang berkepribadian sanguinis, jadi wajar kalau tidak bisa tegas dan serius”,
“Saya kan orang dengan tipe Dominant, jadi wajar kalau suka menerintah”,
“Saya kan orang dengan mesin kecerdasan thinking, jadi jangan harap saya menggunakan perasaan dalam mengambil keputusan”,
“Saya kan hasil tes nya………
“Saya kan……..
“Saya……..

Hellooooow…. Tes kepribadian bukan untuk dijadikan keputusan final dan menjadi pembenaran atas ke-tidak-mau-an kita untuk berkembang memperbaiki diri dari waktu ke waktu 🙂

Justru hasilnya bisa digunakan untuk introspeksi diri, sifat yang mana yang harus diasah agar mendukung kesuksesan kita dalam kehidupan. Dan sifat yang mana yang harus dikendalikan supaya tidak menjadi batu sandungan ataupun menjadi penghambat pencapaian target dan cita-cita kita.

Jadi sudah ikutan tes kepribadian berapa macam? 😀 Trus sudah digunakan untuk meng-upgrade diri? Kalau belum, yuk deh mulai gunakan hasil tes nya….

Jabat erat,
@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *