Traveling

Kalibiru Traveler Part #2

Melanjutkan artikel Kalibiru Traveler , kali ini saya berbagi hal unik yang terlewat untuk diceritakan sepanjang perjalanan kami ke Kalibiru. Termasuk diantaranya tips ala Travel Blogger Indonesia.

gazebo-kecil-kalibiru

Untuk menuju ke Waduk Sermo dan hutan wisata Kalibiru, gunakan kendaraan sendiri atau menyewa, karena belum ada angkutan umum menuju obyek wisata itu. Pilih kendaraan yang berbadan ramping (ini tak ada hubungannya dengan postur badan pengunjungnya loh..beneran..hihihi). Ini karena terdapat portal di jalan masuk ke Waduk Sermo yang hanya cukup untuk mobil berbadan ramping. Pastikan kondisi kendaraan sangat prima karena medan jalan yang sempit, menanjak, curam, lengkap dengan tikungan tajam dan berkelok-kelok. Pengendara/driver pun sebaiknya yang sudah terbiasa dengan kondiri jalan yang ekstrim.

Karena Kalibiru adalah kawasan hutan wisata dan arena outbond, persiapkan stamina yang prima, akan ada banyak sesi jalan-jalan dan menguras keringat. Persiapkan pakaian yang nyaman, menyerap keringat dan tidak menghambat gerak. Sebaiknya pakailah tas ransel dan sandal gunung atau sepatu olahraga anti slip. Jangan iseng memakai high heel ataupun wedges ya mbak-mbak…bisa jadi anda akan terjungkal nantinya hehe..

jalan-setapak-curam-kalibiru

jalur-trekking-kalibiru

jalur-trekking-curam-kalibiru

Walaupun disana terdapat warung-warung makan, akan lebih baik jika anda membawa bekal makanan dan minuman yang cukup, karena jarak lokasi kuliner dengan wahana wisata cukup jauh. Seru lho beristirahat sambil makan/minum di gazebo yang ada di puncak Kalibiru.

gardu-pandang-kalibiru

Untuk sarana ibadah sholat, tak usah kuatir, ada mushola kecil yang bersih dan tersedia mukena dan sarung. Mungkin sedikit repot saat pengunjung yang berjilbab/hijab akan berwudhu, karena tempat wudhu yang tak ada pembatas/penutupnya, sehingga harus melipir ke toilet yang berjarak sekitar 25 meter dari mushola.

Bila anda benar-benar mendukung obyek wisata lokal, berusahalah untuk membuang sampah di tempat yang seharusnya. Hindari aksi mencorat-coret dinding, pohon dan bebatuan disana. Melakukan aksi vandalisme seperti itu hanya menunjukkan kurang etika dan rendahnya kecerdasan anda hehehe… Monyet aja nggak suka corat-coret pohon 😀

Kira-kira seperti itulah yang saya cermati selama menikmati obyek wisata kalibiru. Seru dan menyenangkan. Perjalanan kami berlanjut menuju kota Jogjakarta tercinta. Efek lapar tidak menghalangi kami untuk menikmati sekaligus menertawakan kejutan-kejutan lucu yang terjadi.

Contohnya: kami memilih untuk makan siang di sebuah kedai masakan serba jamur, di daerah Condongcatur Jogjakarta. Saya dan sahabat-sahabat saya memilih dan memesan menu yang ada. Beberapa saat kemudian, seorang mas-mas pelayan datang dan terjadilah dialog lucu antara mas Pelayan (MP) dan Saya (Me):

MP : Mbak maaf juice mangga nya tidak ada..
Me : Ok, adanya juice apa saja?
MP : Menu juice nya kosong.
Me : Oh belum ada? Baru buka?
MP : Buka jam 10 pagi mbak, tapi blender nya sedang dipinjam..
Me n Friends : *ketawa ngakak* Kok ada ya resto yang minjemin blendernya…
MP : Oseng jamurnya juga tidak ada mbak..
Me : Habis ya?
MP : Bukan, osengnya belum dibuat..
Me n Friends : krik…krik.. *mikir lama* yaudah ganti yang ada saja.. 😀 (Hihihi.. ini mas pelayannya terlalu jujur atau belum pandai ngeles ya? Jawabannya lugu banget)

Yah itulah istimewa nya jogja. Bukan cuma obyek wisata dan suasana kotanya yang khas, ternyata kulinernya pun khas, unik dan terkadang ajaib 😀

Okedeh, sampai jumpa di episode berikutnya ya…

Jabat erat,
@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *