Traveling

Kalibiru Traveler

Kalibiru? Apa tuh? Sungai berwarna biru? ๐Ÿ˜€ Bukaaaan… Kalibiru adalah nama sebuah hutan wisata dan arena outbond yang terletak di sebelah barat kota Jogjakarta. Tepatnya di desa Kokap Kabupaten KulonProgo, sekitar 40 km dari pusat kota Jogja. Relatif masih baru, dibuka untuk umum sejak 14ย Februari 2008.
desa-wisata-kalibiru

Berawal dari celetukan iseng untuk menjelajah obyek wisata di sekitar Jogja. Saya bersama empat sahabat saya @dianka008 @ratnazakiyah @emisusanti dan @askagus berangkat menuju Kalibiru yang lokasinya berada di puncak perbukitan menoreh.

Kami berangkat dari kota Jogja sekitar pukul 9 pagi, menyusuri jalanan yang tak begitu padat menuju arah kota Wates. Dari sana kami masih harus menempuh jarak sekitar 10 km lagi. Jalan mulai menanjak, relatif sepi, di kanan kiri terhampar pemandangan indah yang kontras dengan dalamnya jurang yang menganga. Dengan semangat travelling yang masih fresh, kami hajar saja rute jalan yang berkelok-kelok menuju Kalibiru.

Sebelum sampai di Kalibiru, ternyata ada bonus obyek wisata Waduk Sermo. Sebuah waduk yang dibangun sekitar tahun 1996. Cantik pemandangannya, dilengkapi kapal-kapal kecil dan jalan melingkar menyusuri tepian waduk.

pemandangan waduk sermo kulonprogo

waduk-sermo-kulonprogo-1

Okesip.. Kami belum tertarik untuk mampir bersenang-senang di waduk tersebut #tsaaah… Target utama belum tercapai. Perjalanan kami lanjutkan. Nah disinilah petualangan seru dimulai. Jalanan mulai menanjak tajam, berkelak-kelok dengan tingkat kemiringan yang semena-mena hehe… Rata-rata kemiringan di atas 30 derajat heuheu… horor beneran. Lepas dari satu tanjakan ekstrim, kami hanya sempat menarik nafas lega sebentar, karena tanjakan ekstrim berikutnya sudah menanti ๐Ÿ˜€ Antara ngeri dan tak punya pilihan selain terus berjuang sampai tujuan. #Halah

Entah berapa lama perjalanan ekstrim itu berlalu hehe.. Akhirnya sampailah kami di parking area obyek wisata Kalibiru. Ini nih penampakannya.

Welcome to Kalibiru

Tarik nafas panjaaang dan hembuskaan. Lega rasanya sampai juga di lokasinya. Wait…lega? Ternyata belum, dari parking area, kami harus berjalan kaki lagi mendaki tanjakan yang lebih semena-mena lagi curamnya. Jalanan sudah halus disemen dan curamnya luarbiasa. Ngos-ngosan kami menempuh jalur menanjak sekitar 100 meter. Yang bikin geli adalah, disaat kami terengah-engah menarik nafas, ada nenek-nenek penduduk setempat yang melenggang sambil membawa sekeranjang batu dan masih sempat menegur kami dengan ramahnya. Ckckck… *ElapKeringatSambilNyengir

Sampailah di rest area berikutnya. Wow ada banyak warung dan sebuah mushola. Tapi dimana pemandangan istimewanya? Ternyata masih harus naik-naik mendaki bukit lagi. Baiklaah, hidup penuh perjuangan, no pain no gain. :p Oiya, tiketnya murah banget loh, cuma 3000 rupiah.

tiket-kalibiru

jalur-setapak-kalibiru

Yuk marii, pemandangan indah menanti disana (memotivasi diri sendiri). Tak begitu jauh ternyata. Dan akhirnya, TARAAAA…terbentanglah pemandangan indah disana. Ternyata view utama Kalibiru adalah pemandangan waduk sermo dari puncak bukit. Ada wahana outbond, rumah pohon dan flying fox juga. Nih kalo mau tahu gimana cakepnya.

rumah pohon kalibiru

Itu adalah lokasi foto-foto dengan gaya ekstrim, nangkring di atas pohon dengan ketinggian puluhan meter yang menuntut besarnya nyali. Sayangnya kami memakai rok, mana bisa pecicilan memanjat pohon. Hmmm ini hanya alasan aja sih sebenarnya. ๐Ÿ˜€ Kami cukup puas menyaksikan mereka yang mengambil kesempatan untuk berfoto ria di atas sana.

Sayang kami datang di hari senin, dimana wahana flying fox dan jembatan kayu tidak difungsikan. Seandainya kami datang hari minggu, bukan tidak mungkin akan ada pemandangan seperti ini nih.

jembatan monyet kalibiru

Perjalanan berlanjut dengan menempuh tangga menurun, menuju gazebo dan rumah joglo di bawah sana.

turunan tak berujung

gazebo kalibiru

selfie-kalibiru

Cantik ya pemandangannya, sambil foto-foto selfie pula hehehe… Sayangnya keindahan gazebo berkurang karena aksi corat-coret pengunjung, terutama praktisi cinta monyet ๐Ÿ˜€ Hadeuh… Kurang cerdas bener monyeters inih.

Wow! ada colokan listrik juga haha… Keren betul di gazebo puncak gunung ada colokan listriknya. Dengan semangat 45 saya mengeluarkan charger. Dan ternyata…ZONK!!! Tidak ada aliran listriknya, berasa kena jebakan batman dah.

Adzan dzuhur terdengar dari kejauhan. Rencana kami untuk menyusuri rute trekking harus diurungkan. Kami berbalik arah kembali ke rest area untuk sholat dzuhur, sudah cukup banyak pemandangan indah yang kami nikmati. Kembali lagi menempuh perjalanan panjang menuju rest area.

Selepas dzuhur, kami putuskan untuk menuju waduk sermo saja untuk melepas lelah. Kembali terjadi peristiwa horor. Mobil kami hampir tak kuat menanjak dan malah mundur menuju jurang. Ini sedikit lebay sih narasinya. ๐Ÿ˜€ Cukup membuat panik dan sudah membuat kami bersiap melompat turun dari mobil. Untunglah mobil segera bisa dikendalikan. Meluncurlah kami menuju lokasi waduk sermo untuk melihat lebih dekat.

Di waduk sermo, ternyata ada kapal mesinnya juga untuk berkeliling lokasi waduk. Murah euy, hanya Rp. 6000,-/orang. Segarnya refreshing naik perahu sampai ke tengah waduk.

dermaga-waduk-sermo

perahu-motor-sermo

waduk-sermo-kokap-kulonprogo

Puas berjalan-jalan. Tiba waktunya kembali ke kota jogja yang ngangenin. Pengalaman seru hari itu terus berlanjut dengan kelucuan-kelucuan sepanjang perjalanan. Termasuk adegan terpencar-pencar karena ketinggalan bis transjogja ๐Ÿ˜€ Sabaar, masih banyak kisah yang ingin saya bagikan.

“Perjalanan menjadi lebih menyenangkan saat kita bersama mereka yang kita sayangi dan kita percayai. Apapun halangan dan rintangan yang ada, akan terasa ringan karena ada rasa nyaman dan kepercayaan satu sama lain”

Terimakasih sahabat-sahabat baikku, sampai jumpa di kisah Kalibiru Traveler #2 ๐Ÿ˜€

Jabat erat,
@EvaZahraa

Notes : 2016, ternyata Kalibiru sudah berubah bangeeeet…. jadi gimanaaaa gituย pasย Back To Kalibiru

1 thought on “Kalibiru Traveler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *