Lesson in Life

Kalimat-kalimat Bervirus

Melanjutkan artikel kemarin yuuk… Yang belum, baca di sini >>> http://www.evazahra.com/di-antara-dua-telinga/

Seringkali dalam pikiran kita bermunculan kalimat-kalimat bervirus yang melemahkan semangat kita untuk mewujudkan impian kita. Ini mungkin yang disebutkan dalam Al Qur’an surah An Naas, sebagai cara setan menggoda iman/ niat manusia untuk berbuat kebaikan. Kalimat-kalimat bervirus itu juga bisa muncul dalam bentuk komentar orang lain, yang memberi pengaruh buruk pada niat, semangat dan tindakan anda.

Kalimat-kalimat bervirus ini mempengaruhi anda dengan cara melemahkan jiwa anda untuk melangkah. Membuat anda takut, ragu-ragu dan bimbang mengambil keputusan tertentu. Khawatir mengambil tindakan yang tepat. Tidak berani melakukan langkah-langkah besar. Biasanya anda akan menunda-nunda “saat yang tepat”. Karena takut gagal, anda sibuk mengumpulkan “modal’ tapi tanpa tindakan. Sehingga akhirnya rencana tinggal lah rencana belaka.

Kalimat-kalimat bervirus ini membuat fokus anda teralihkan. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan anda menjadi tidak efektif lagi. Karena anda mengalihkan perhatian pada tontonan di televisi, berlama-lama ngobrol kesana kemari di sosial media ataupun mengerjakan hal-hal yang tidak mendukung pencapaian impian anda. Hmmm.. saya mengenal orang yang seperti ini *sambil bicara di depan cermin* hehehehe…

Yang lebih berbahaya adalah jika anda terpengaruh untuk berfokus pada kekurangan dan kelemahan anda. Sehingga anda lupa pada kekuatan potensi yang anda miliki. Sehingga anda menjadi sulit untuk maju dan cenderung merendahkan diri sendiri, merasa anda tidak pantas menjadi orang besar dan tidak pantas menerima keberlimpahan.

Bila anda terus menerus terpengaruh untuk mengikuti anjuran dari kalimat bervirus itu, bisa-bisa anda menjadi kufur nikmat. Terlewat untuk mensyukuri semua karunia yang telah anda dapatkan dalam hidup anda. Sementara dalam Al Qur’an disebutkan bahwa bila kita bersyukur, maka Alloh akan menambahkan kenikmatan dalam hidup kita. Kalo bersyukur saja sampai lupa, bagaimana mungkin anda berharap lebih banyak nikmat yang bisa anda dapatkan?

Komentar-komentar bermunculan sepanjang hidup bisa membingungkan anda, bila anda tidak mempunyai sikap yang tegas untuk memilih mana yang bermanfaat. Waktu anda pun akan banyak hilang untuk memikirkan dan mengerjakan hal yang tak banyak manfaatnya untuk hidup anda.

Saat anda tersadar bila impian anda semakin menjauh. Kembali muncul godaan kalimat bervirus untuk mencari siapa yang salah. Padahal, diri anda sendiri lah yang bertanggung jawab penuh pada hidup anda. Pilihan itu ada di tangan anda… Mau mengikuti saran kalimat bervirus atau mencari dan menciptakan sendiri kalimat-kalimat malaikat yang penuh daya?

Jadi cermatlah memilih komentar yang akan anda ikuti. Waspadalah saat dalam pikiran anda mulai bermunculan kalimat-kalimat bervirus yang melemahkan semangat anda dan mengalihkan fokus anda pada tujuan hidup anda. Bergaul lah dengan komunitas yang positif dan dekatkan diri terus menerus padaNYA.

Semoga bermanfaat ^^

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *