Personal Life

KAMU

KAMU, adalah yang paling banyak mengisi waktuku…
Semua tentang KAMU…
Kebaikan dan keburukanmu, keceriaan dan cemberutmu, kebahagiaan dan kesedihanmu, termasuk ketengilan dan sikap jaim mu yang walaupun menurutku menyebalkan, selalu memenuhi hari-hariku. Membuat aku tak pernah bisa berpaling dari KAMU.

KAMU, terkadang sulit untuk dimengerti. Sekali waktu KAMU bagaikan hidup di masa lalu. KAMU sibuk mengingat-ingat peristiwa yang lalu, berharap bisa memperbaikinya lagi. Padahal aku yakin KAMU sadar bila peristiwa itu sudah lewat. Ingatkah saat dirimu membayangkan, seandainya dulu KAMU berani mengambil keputusan mengejar impianmu, tapi sayangnya saat itu KAMU tak mengambil pilihan itu. Aku hanya bisa berkata, “Hey KAMU, bangun dong..itu semua sudah berlalu. Kehidupanmu ada di saat ini”

Gemas aku melihat KAMU saat berada di situasi itu. Ingin aku mencubitmu, menarik tanganmu dan mengingatkanmu untuk fokus kembali ke saat ini. Biasanya KAMU akan tersenyum dan berkata, “Sebentar saja, aku hanya ingin mengingat dan mengambil pelajaran dari masa lalu, sebentar saja…”. Dan aku akan memakluminya, akupun tetap ada di sampingmu. Menemanimu dalam diam sekalipun. Maaf, aku hanya kuatir bila ada hal buruk yang akan menimpamu.

Di lain waktu… KAMU kadang terlalu cemas pada masa depan. Mengkhawatirkan apa yang belum terjadi. Sibuk berasumsi dan menganalisa resiko dan kemungkinan yang akan terjadi. KAMU bagaikan seorang sutradara yang sedang sibuk membuat skenario sendiri. Dan saat KAMU mulai terjebak rasa cemas, maka aku, yang selalu ada di sampingmu, akan menepuk bahumu dan mengingatkan “Itu belum terjadi, masa depan adalah misteri, tugasmu hanya berusaha, masalah hasil serahkan pada Allah semata”.

KAMU kadang laksana api yang nyalanya membara, berkobar siap membakar, dan membuat orang lain ikut bergelora bersamamu. Bila saat itu terjadi, semua rintangan tak bisa menahan laju keinginanmu. KAMU itu kalau sudah suka pada sesuatu dan menemukan alasan kuat untuk melakukannya, maka KAMU akan mati-matian berusaha mewujudkan keinginanmu. Aku bersyukur KAMU dikaruniai hati yang baik. Selalu memikirkan kebermanfaatan untuk orang lain. Apalagi saat berada di lingkungan yang mendukung dan menghargaimu, KAMU bagaikan mesin dengan tenaga yang tak ada habisnya. Jadi walaupun ada orang yang kadang menilai KAMU egois, biarlah, karena aku tahu, bila KAMU hanya sedang terlalu bersemangat mewujudkan harapanmu.

Namun kadang nyala apimu mulai redup dan kehangatannya memudar. Terutama saat KAMU merasa perjuangan dan usahamu tak mendapatkan respon dan perhatian seperti yang KAMU harapkan. Atau saat usahamu berbuah hasil yang mengecewakan dan tak sesuai perhitunganmu. Lalu KAMU akan menyepi, menjauh dari teman-temanmu, mencari kedamaian dan merenungkannya lagi. KAMU memilih silent dan menyendiri karena kuatir bila nanti KAMU akan menyakiti orang lain dengan kata-kata pedas yang tanpa sadar KAMU lontarkan. Sedihnya aku saat melihat KAMU seperti itu. Kata-kata hiburan dariku kadang seperti angin lalu saat KAMU sedang kecewa. Tapi tak apa, aku akan selalu ada di sampingmu, menjadi pendukung utamamu, menjadi yang selalu menghiburmu.

Aku tahu kalau KAMU adalah seorang pembelajar, rasa ingin tahumu terlalu besar. Dimanapun ada kesempatan belajar, pasti KAMU berusaha mengejarnya. Aku yang terkadang jadi kerepotan menahan gelora semangatmu, karena KAMU kadang tak memikirkan apakah ilmu itu selaras dengan tujuan hidup KAMU, atau hanya memuaskan rasa ingin tahumu. Sering kita berdiskusi tentang hal ini. KAMU dengan argumenmu, dan aku dengan pendapatku. Kadang KAMU mau menerima saranku, kadang KAMU yang berhasil meyakinkan aku akan kebermanfaatan ilmu itu nanti. Apapun hasil diskusi kita, sepakat atau tidak sepakat, aku memilih untuk terus membersamaimu.

Terlalu banyak hal yang bisa aku ceritakan tentang KAMU. Aku hanya ingin KAMU tahu, bila aku menyayangimu sepenuhnya dan menerima KAMU apa adanya.

KAMU adalah takdirku, yang akan membersamaiku hingga akhir hayat nanti. Karena kita sudah dipertemukan sejak masih usia 4 bulan dalam kandungan. Kita adalah satu, ada di dalam badan yang sama. Bersama menjalani kehidupan di dunia ini, dalam senang maupun susah, dalam bahagia maupun gundah. Aku dan KAMU selalu berusaha menyelaraskan diri untuk meraih impian kita berdua. Agar sukses di dunia dan di akherat nanti.

Inilah ungkapan perasaanku, hati kecil yang ada di dalam tubuh KAMU.

^^

 

*Tulisan ini dibuat untuk lomba artikel bertema KAMU yang diadakan oleh Grup Writer Rangers

9 thoughts on “KAMU

    1. Padahal aku udah pake bahasa manusia lho Om.. Mungkin dirimu setelan bahasanya masih pake bahasa makhluk astral.. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *