Personal Life

Kata Orang

Kata orang, hidup ini susah, tidak usah terlalu idealis dalam menjalaninya, ikutin saja apa yang sudah biasa berlaku disekitar kita…

Kata orang, buat apa berlaku jujur, bisa-bisa nanti kita tidak kebagian rejeki…

Kata orang, pikirkan saja kepentingan diri sendiri, buat apa memikirkan kepentingan orang lain…

Kata orang, buat apa bermimpi muluk-muluk untuk membuka usaha, keturunan pegawai itu tidak akan bisa menjadi pengusaha…

Kata orang… kata orang…

Seberapa sering kita mendengarkan komentar-komentar yang bersumber dari “kata orang” ? Banyak yang bernada positif tapi tak sedikit pula yang bernada negatif. Pendapat dan komentar tersebut berseliweran mondar-mandir di sekitar kita. Apapun yang kita perbuat, pasti akan selalu ada komentar-komentar yang mampir ke telinga kita.

Bergunakah komentar-komentar itu? Hmmm… tergantung siapa yang memberi komentar dong..

Sebelum mencerna komentar orang lain, lihat dulu siapa yang berkomentar. Apakah mereka penganut ajaran ‘Walk The Talk” atau penganut sekte  “No Action Talk Only”. Perhatikanlah keseharian komentator tersebut, apakah dia memberi teladan yang baik, ataukah hanya sekedar bisa berkomentar saja.

Selain itu lihat juga tingkat ke-pakar-an orang tersebut di bidangnya. Jika ingin tahu tentang ilmu agama, bertanyalah pada guru/ulama yang mumpuni. Bila ingin bertanya tentang cara mengajar yang baik, bertanyalah pada guru teladan. Bila ingin mendapat saran tentang cara berbisnis yang jitu, bertanyalah pada pengusaha yang sudah terjamin reputasi ilmu bisnisnya. Bila ingin mendengar pendapat yang jujur dan membangun, mintalah saran dan pendapat pada sahabat yang benar-benar jujur dan memahami kelebihan dan kekurangan kita.

Terkadang kita menghabiskan waktu untuk mendengarkan apa kata orang, tanpa di seleksi dulu sebelum dicerna. Sehingga seringkali langkah kita terhambat saat komentar negatif yang hadir membuat kita ragu-ragu untuk  mengambil tindakan. Membuat kita meragukan kemampuan diri sendiri. Bahkan mungkin saat kita dalam kondisi terpuruk, komentar-komentar negatif itu menambah berat beban pikiran kita. Membuat kita merasa tak berharga.

Sementara bisa jadi orang yang berkomentar negatif tadi justru langsung  lupa dengan apa yang dia katakan. Saat kita gagal meraih target, dia mungkin tidak peduli, kan sudah lupa dengan apa yang dia katakan dulu wkwkwkwk…. Sedangkan saat kita berhasil membuktikan bila kita mampu mencapai target kita, mungkin saat itu dia juga tidak peduli.  Karena dia sedang sibuk memberi komentar pada orang lain hehehe….

Jadi buat apa sih terlalu sibuk mendengarkan semua kata orang? Dengarkanlah kata-kata yang baik dan membaikkan hidup kita. Pilihlah komentar-komentar yang membuat kita makin bersemangat dalam mewujudkan impian-impian indah kita. Mintalah saran dari guru dan mentor yang benar-benar kita percaya. Fokuslah pada hal-hal yang seirama dengan target yang sedang kita wujudkan.

Abaikan saja apa kata orang, jika itu membuat diri kita menjadi kontra produktif dan kehilangan semangat untuk mencapai tujuan yang baik. Anggap saja itu bentuk rasa sayang mereka yang salah arah. Kalaupun sudah terlanjur masuk lewat telinga kanan, bukankah masih ada telinga kiri yang berfungsi sebagai pintu exit? 😀

Yuk mulai memilah dan memilih komentar, pendapat, saran dan kritik dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Pilihlah yang membantu pencapaian dan menjaga kita tetap berada di jalur yang benar untuk mewujudkan target-target dan impian-impian dalam hidup kita.

Curcol malam… semoga bermanfaat 😀

Salam hangat,

@EvaZahraa

2 thoughts on “Kata Orang

  1. Seperti kisah cerita tentang anak elang yang dibesarkan oleh keluarga ayam. Hingga si elang beranjak dewasa, tetap saja dia menjadi seperti ayam yang tak pernah bisa terbang. Semua hanya karena mengikuti perkataan orang…

    Nice post…

    1. Makasih Mas… Iya benar, Elang yang perkasa bisa berperilaku seperti ayam selamanya kalau dia tak menyadari potensi yang dia punya. Perlu selektif dalam menilai komentar dan pendapat mana yang akan kita ambil manfaatnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *