Review, Traveling

Kearifan Lokal di Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta

Desa wisata Pentingsari, adalah nama sebuah desa wisata yang menjadi tujuan saya saat itu. Alamat yang tertera adalah terletak di Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta disertai dengan peta google maps.

Jika hanya melihat peta yang ada di google maps, sepertinya saya akan mengalami sedikit kesulitan. Jadi saya sebaiknya mencapai titik aman dulu, yaitu menuju Jalan Kaliurang KM 20 menuju lokasi Bhumi Merapi. Setelah itu wajib mengaktifkan GPS tradisional, alias Gunakan Penduduk Setempat sebagai sumber informasi arah yang akurat. 😀

kearifan lokal di desa pentingsari yogyakarta
Peta google maps Desa Wisata Pentingsari dari arah UGM

Sampai di Jalan Kaliurang KM 20, saya masuk ke sebuah jalan kecil menuju Agrowisata Bhumi Merapi. Kemudian saya bertanya pada seorang bapak tua pencari rumput yang tengah sibuk bekerja.

“Nuwun sewu Pak, nyuwun prikso, menawi badhe dateng Desa Pentingsari, miyos pundi nggih?” saya berusaha menggunakan jurus bahasa jawa saya supaya lebih mudah mendapatkan informasi. (Artinya : Permisi Pak, numpang tanya, jika mau menuju Desa Pentingsari, lewat mana ya?)

Bapak itu menjawab “Desa Pentingsari ikut sebelah kono kuwi mbak, ning dalane susah, dadi sampeyan balik mudhun wae, mengko lewat Desa Sambisari, terus menggok ngalor, nglewati jembatan Kalikuning, menggok ngetan, wis terus wae mengko ketemu Desa Pentingsari”.

Okebaiklaah, seperti biasa, orang jogja identik dengan arah ngalor, ngetan, ngidul dan ngulon. Lumayan lah, patokan yang dipakai adalah Gunung Merapi ada di sebelah utara (Lor/Ngalor). Informasi yang tertangkap pikiran saya waktu itu adalah saya harus kembali menuju arah sebaliknya, kemudian menemukan arah Desa Sambisari, lalu mencari jembatan Kalikuning, setelah itu aktifkan GPS tradisional lagi 😀

Mengenal Desa Wisata Pentingsari

Pagi itu saya mengikuti acara jalan-jalan ke Desa Wisata Pentingsari dan Agrowisata Bhumi Merapi atas undangan Dinas Pariwisata Sleman. Puluhan Travel Blogger Indonesia yang ada di sekitar Yogyakarta diundang untuk ikut serta dalam acara jalan-jalan bareng mengunjungi desa wisata. Masalahnya, saya belum pernah blusukan ke daerah ini. Tapi ini sebuah kesempatan menarik untuk memperluas daerah jangkauan traveling saya.

Setelah menemukan arah menuju ke Desa Sambisari, saya ikuti saja kata hati untuk terus mengikuti jalan lurus yang berkelak-kelok disana yang penting ketemu jembatan dulu. Yes, rintangan pertama berhasil dilalui, jembatan Kalikuning sudah saya temukan 😀

aliran kalikuning
Kalikuning yang di tahun 2010 sempat mengalami kerusakan karena erupsi Gunung Merapi
dam kalikuning
Bekas pondasi jembatan yang rusak akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi tahun 2010

Jalan menanjak dan berbelok tajam menghadang perjalanan, tanggung deh, hajar saja rutenya. Hingga saya akhirnya menemukan sebuah papan nama Desa Pentingsari.

desa wisata-pentingsari yogyakarta
Papan penunjuk arah ke Desa Pentingsari.

Nah, masalah berikutnya muncul, di undangan tidak terdapat informasi rumah siapa yang akan saya tuju 😀 Yasudahlahyaa saya ikuti saja kemana kendaraan saya menuju. Terus saja mengikuti jalur jalan setapak itu. Hingga sampai di ujung jalan yang ternyata adalah sebuah bumi perkemahan.

desa wisata pentingsari
Bumi perkemahan pramuka di Desa Wisata Pentingsari
omahe simbhok pentingsari
Lhaa malah ketemu omahe simbhok 😀

Seorang warga desa terlihat menghampiri saya, dan menawarkan bantuan untuk mengantar saya menuju rumah salah seorang warga desa, yaitu Pak Doto Yogantoro yang menjadi ketua pemasaran desa wisata sekaligus pusat info Dewi Peri (Desa Wisata Pentingsari). Hmm… Dewi Peri, singkatan nama yang bagus yak 😀

pusat informasi desa wisata pentingsari
Rumah Pak Doto Yogantoro sebagai pusat info Desa Wisata Pentingsari

Beruntung Pak Doto menawarkan bantuan pada saya untuk mengantar menuju lokasi pertemuan, yaitu di rumah Joglo Mbah Mitro, yang sehari-hari digunakan sebagai tempat latihan membatik.

joglo mbah mitro
Joglo Mbah Mitro yang biasa digunakan untuk tempat latihan membatik
kreasi batik desa pentingsari
Sebagian produk batik yang dijual pada wisatawan

Masih sepi sekali… wajarlah saya datang 1 jam lebih cepat dari undangan. Terlihat seorang ibu-ibu separuh baya, yang sedang menyiapkan konsumsi. Setelah saya ajak ngobrol, ternyata beliau berasal dari daerah yang sama dengan saya sebelum beliau menetap di desa ini ckckck… Bertemu tetangga sendiri lagi 😀

Sambil menunggu undangan lainnya, saya menikmati previlege untuk menyantap makanan dan minuman dulu sebelum yang lain datang. Pisang rebus, kacang rebus dan jadah tempe menjadi makanan istimewa pagi itu. Lengkap dengan minuman wedang secang yang menghangatkan badan.

suguhan makanan desa
Menu istimewa khas desa, pisang rebus, kacang rebus dan jadah tempe
wedang secang
Wedang secang yang berkhasiat menghangatkan badan

Wedang secang adalah minuman yang terbuat dari air rebusan kulit kayu pohon secang (Caesalpinia Sappan L) yang diserut dan dicampur dengan jahe, serai, kayumanis dan kapulaga. Berkhasiat untuk menyegarkan dan menghangatkan badan, mencegah masuk angin dan perut kembung serta melancarkan aliran darah dalam tubuh.

Kearifan Lokal Desa Wisata Pentingsari

Tak berapa lama kemudian teman-teman dari komunitas blogger Jogja mulai berdatangan, dan acara pengenalan awal Desa Wisata Pentingsari pun dimulai. Dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata diwakili oleh Pak Wasito, dari pihak Desa Wisata diwakili oleh Ketua Desa Wisata yaitu Pak Doto Yogantoro.

pengenalan kearifan lokal desa wisata pentingsari
Penjelasan dan pengenalan konsep Desa Wisata Pentingsari

Desa Wisata Pentingsari ini ditetapkan sebagai desa wisata pada 15 April 2008. Kelebihan konsep yang digunakan oleh desa wisata ini mencakup 3 hal, yaitu : keindahan alamnya, sistem kerja yang digunakan dan sistem pemberdayaan masyarakat desa (Community Based Tourism/CBT).

Setiap warga desa mengambil peran sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya (menjadi penyedia homestay, pemandu wisata, pelaku atraksi kesenian, penyedia konsumsi, pengajar budaya, pedagang cendera mata dan lain-lain).

penjelasan mbak atin sebagai pemandu wisata
Pemandu wisata desa wisata

Sejak tahun 2008, Desa Pentingsari sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Diantaranya adalah :

  • Best Practice of Tourism Ethnic at Local Level, dari World Commitee of Tourism Ethnic (WTCE) pada tahun 2011.
  • KR Award Bidang Pariwisata untuk Ir Doto Yogantoro pada tahun 2011
  • Finalis Pengelolaan Daya Tarik Budaya Berwawasan Lingkungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI, tahun 2011

Penghargaan tersebut diperoleh karena Desa Wisata Pentingsari ini dinilai berhasil menerapkan prinsip-prinsip kode etik pariwisata dunia. Diantaranya adalah terjaganya kearifan budaya lokal yang sejalan dengan usaha pelestarian lingkungan sehingga tidak menimbulkan kerusakan alam.

latihan membuat belalang dari janur
Jadi begini lho hasil akhir bentuk belalangnya

Masyarakat Desa Pentingsari, bersama-sama mengelola sumber daya yang ada di desanya untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, namun tetap bisa mempertahankan kearifan lokal (tradisi, budaya dan nilai-nilai yang dianut) di lingkungan sosial, budaya dan alamnya. Ekonomi yang berbasis kerakyatan.

Pak Doto Yogantoro menjelaskan bahwa kapasitas maksimal wisatawan menginap yang bisa ditampung desa ini adalah 3500 pax / bulan. Dalam 1 bulan, perputaran uang yang masuk ke desa ini adalah 200 juta, yang didistribusikan merata sesuai dengan peran dan hak dari warga desa.

Ada beberapa hal yang harus dipatuhi oleh wisatawan selama berkunjung dan menginap di Desa Wisata Pentingsari. Diantaranya adalah ;

  • Saat masuk waktu ibadah sholat, sound system harus dimatikan. Sound system event yang digunakan kurang dari 3000 Watt
  • Jam 22.00 WIB ditetapkan sebagai jam istirahat malam
  • Tidak mengijinkan event yang berkaitan dengan konser dangdut.
  • Reservasi tamu menginap melalui 1 pintu, tidak langsung ke pemilik rumah dan akan didistribusikan pada penduduk yang menyediakan homestay

Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Pentingsari Dalam Memajukan Ekonomi Desa

Setelah mendapatkan penjelasan awal tentang konsep desa wisata, kami mendapatkan kesempatan untuk berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat usaha warga desa, diantaranya ke rumah Pak Rahman, seorang pensiunan pegawai bank yang membuat usaha penyedia tanaman herbal.

joglo herbal desa pentingsari
Budidaya tanaman herbal
penjelasan usaha joglo herbal
Pak Rahman menjelaskan tentang budidaya tanaman herbal dan manfaatnya.
pohon handeulem
Manfaat daun Handeulem
tips kesehatan herbal
Tips kesehatan dengan tanaman herbal

Banyak hal bermanfaat yang bisa dipelajari dari pemaparan Pak Rahman. Sambil diselingi dengan beberapa kuis berhadiah voucher mak

2 thoughts on “Kearifan Lokal di Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta

Comments are closed.