Notes

Laporan Akhir

Beberapa hari ini Saya disibukkan dengan kegiatan mengetik laporan analisa sebuah proyek konsultan teknik. Makin mendekati deadline hari yang disepakati, makin terasa sibuk, mengorbankan beberapa acara lain dan rela lembur untuk menyelesaikan laporan tersebut.

Serius sekali saat meeting bersama Tim untuk mengevaluasi jalannya proyek. Rela mematikan gadget agar tak terganggu konsentrasinya.  Terkadang saat tenaga dan otak sudah terforsir, sementara ada beberapa point analisa yang datanya tidak sesuai harapan, perut ikut terasa mules hehehe…. Tanda-tanda stress nih…

Lalu Saya menengok ke arah laporan kehidupan Saya pada Allah SWT Sang Pemilik Hidup, yang seharusnya menempati posisi lebih penting daripada sekedar laporan proyek.

Merenungkan… Sudahkah Saya serius saat menyusun laporan kehidupan Saya? Seberapa seriuskah Saya saat mengikuti meeting rutin yang diwajibkan dalam bentuk sholat 5 waktu? Adakah muncul rasa stress dan sakit perut saat prestasi ibadah Saya tak seideal yang seharusnya?

Dan ternyata Saya harus merasa malu, saat mendapati diri Saya terkadang lebih disiplin mengerjakan laporan proyek. Malu saat lebih sibuk meneliti kesempurnaan laporan proyek. Malu saat beban pekerjaan terbawa sampai mimpi.

Sementara Saya masih bisa santai saat diri ini berbuat salah dan.khilaf dalam kegiatan sehari-hari, masih bisa menunda-nunda sholat yg menjadi “meeting wajib” menghadap Allah SWT. Tidak teliti dalam introspeksi diri.

Sebuah renungan untuk sarana bercermin. Melihat hakekat diri ini sebagai makhluk yang lemah. Instrospeksi ulang tentang tanggung jawab Saya kepada Sang Pemilik Hidup Saya.

Semoga bermanfaat,

Salam hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *