Personal Life

#LebaranDay : Hari Kebebasan?

Yak.. Hari lebaran sudah tiba. Takbir bergema dimana-mana. Rumah sejak beberapa hari yang lalu sudah penuh sesak dengan canda dan tawa saudara beserta junior-junior kecilnya. Limabelas orang memenuhi rumah orangtua kami pagi itu.

Suara heboh terdengar meriah, booking kapling untuk gogoleran di ruang keluarga. Dan yang paling terasa adalah saling dorong untuk rebutan giliran mandi…. di urutan paling akhir. Yak sindrom liburan tak bisa lepas dari keinginan untuk menunda mandi pula 😀

Jam biologis badan masih mengikuti irama bulan ramadhan. Bangun sebelum subuh untuk mempersiapkan diri untuk sholat Ied di lapangan di dekat rumah. Kemudian berangkat bersama-sama menuju lapangan sambil menikmati suasana jalanan kota.

Ribuan orang berkumpul untuk mlaksanakan sholat Ied dua rakaat, kemudian mendengarkan khotbah dari khotib sholat pagi itu. Cuaca cerah, sinar matahari yang hangat belum begitu menyengat dan menimpa punggung para jama’ah. Nyaman betul… berasa ikut sesi fisioterapi. Cukup manjur untuk mengencerkan dahak dan melegakan napas.

Ada yang terasa berbeda melihat jama’ah sholat Ied saat ini. Masih teringat dahulu banyak penjual balon gas menggoda anak-anak kecil untuk membelinya. Sekarang tak banyak lagi terlihat penjual balon. Anak-anak kecil justru sibuk dengan tontonan di gadgetnya.

Kekhusyukan ibadahpun saat ini mendapat tandingan berupa kekhusyukan jama’ah al selfiyah alias penghobby foto selfie. Dari awal datang hingga bubar khotbah sholat Ied, entah berapa banyak pose selfi yang sudah mereka abadikan. Lebih pentingkah foto selfie dibanding kekhusyukan ibadah?

Apakah ini karena setan yang dibelenggu selama bulan ramadhan sudah bebas? Hmm… berarti Idul Fitri selain hari kemenangan untuk manusia, juga menjadi hari kebebasan para setan donk ya… 😀

Selesai sholat Ied, terlihat lapangan tertutup oleh lembaran-lembaran kertas koran. Di satu sisi berkah untuk para pemulung, di sisi lain miris melihat masyarakat muslim masih abai untuk menjaga kebersihan.

Tiba-tiba….

DHUAAAAARRR…

Suara menggelegar terdengar bersahut-sahutan dari beberapa penjuru kota. MasyaAllah… mercon sebesar kaleng cat ukuran 5 kg tampak diledakkan di beberapa perempatan jalan utama.. Kaca jendela rumah-rumah disekitarnya bergetar kencang. Menyisakan bau belerang dan sampah kertas yang berhamburan.

Dan tidak ada satu pun aparat keamanan dan kepolisian yang menindaknya. Hari lebaran seakan menjadi hari kebebasan mengganggu ketenangan orang lain tanpa takut ditindak oleh aparat penegak hukum.

Jadi sebenarnya bukanlah ajaran agama Islam yang tidak memberikan tuntunan yang terpuji. Tapi mungkin kita, umat Islam yang masih sangat sedikit mengamalkan ajaran agama Islam di dalam kehidupan sehari-hari.

Baiklah… mari kita silaturahim dulu ke tetangga sekitar dan sanak kerabat. Tentang beberapa hal yang menodai ketenangan dan keindahan hari lebaran, kita peringatkan dan kita do’akan aja agar Allah bimbing ke jalan yang benar.

Enjoy lebaran day, dear all…

Regards

Eva Zahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *