Traveling

Liburan #Kepo

Hari Sabtu dan Minggu ini Saya menemani beberapa sahabat yang tengah berlibur di Jogjakarta. Sahabat-sahabat yang Saya kenal melalui interaksi disebuah komunitas sosial media yang menamakan dirinya #KEPO (Komunitas Energi Positif) selama setahun ini. Walaupun baru beberapa kali berjumpa langsung, dan mengandalkan komunikasi online, rasanya sudah berteman selama bertahun-tahun.

Banyak cerita lucu dan penuh makna selama 2 hari ini.Mengawali sabtu pagi dengan kejadian unik, saat kendaraan Saya harus melipir mampir ke bengkel karena Aki nya bermasalah. Tanpa direncana, pemilik bengkel tiba-tiba berbagi cerita tentang kehidupan dan suka dukanya dalam menjalankan usaha bengkelnya.

Yang mengherankan, cara beliau bercerita seperti tanpa alur, tapi lebih seperti sedang menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tengah membebani pikiran Saya. Poin demi poin beliau bahas, dan Saya asyik mendengarkan sambil sesekali menimpali cerita beliau. Masyaallah.. Mungkin Allah SWT sedang mengirimkan kasih sayangnya melalui guru tak terduga.

Setelah melalui beberapa kejadian seru dan lucu selama proses menjemput dan “menemukan” mereka karena kebiasaan Saya yang suka nyasar, akhirnya Kami berhasil berkumpul menginap di rumah salah seorang teman online Kami juga. Dan melewatkan hari sabtu dengan sharing pengalaman dan cerita seru.

Begitupun hari Minggu, Kami habiskan dengan berjalan-jalan di pantai Parangtritis sejak pagi baru merekah… Masing-masing dari Kami memanfaatkan saat-saat di pantai untuk alasan yang berbeda-beda. Ada yang bermain ombak, membebaskan sisi kanak-kanak, ada pula yang menggunakan suasana disana untuk me-release kesedihan dan beban yang menghimpit hati dan pikirannya. Bergaya bagaikan seorang Travel Blogger Indonesia yang sedang liburan.

Saling membantu dan menghargai tujuan masing-masing. Terasa sebuah ikatan saling percaya dan mendukung antar sahabat yang terpisah jarak dan terhubung di dunia maya. Sebuah bukti bila komunitas positif akan menghasilkan kualitas persahabatan yang baik.

Makna sebuah kebersamaan tergantung dari individu yang menjalaninya. Baik atau buruk makna yang didapat, tak bisa sama antara satu dengan lainnya.

Berada di dalam komunitas yang baik dan positif akan membiasakan diri Kita untuk berpikir optimis sekaligus mempertemukan Kita dengan orang-orang yang saling menularkan sifat positifnya.

Semoga bermanfaat ^^

Salam hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *