Kehidupan

Manusia Tanpa Panggung, Work Hard in Silence

“Penting mana, orang mengenal wajah dan penampilan kita, atau lebih sering membicarakan karya-karya kita?”

Ada sebuah jokes yang beberapa kali saya dengar: “Untunglah belum ditemukan jejaring sosial di jaman kehidupan penulis-penulis kitab yang abadi karyanya hingga saat ini. Jika sudah ada, mungkin setiap kali terbersit ide untuk ditulis, keburu diupload di jejaring sosial, kemudian terlupakan karena sibuk mantengin timeline” 😀

Ungkapan diatas adalah sebuah lelucon sekedar untuk membandingkan dengan kondisi saat ini, saat lebih banyak penulis yang dikenal wajahnya, namun kehilangan gaung karyanya. Menjadi pembicara dimana-mana, namun hanya sedikit sekali ilmu dalam karyanya yang bisa melekat kuat, menyentuh hidup orang yang membacanya dan membawa si pembaca ke arah pertaubatan dan kebaikan.

manusia tanpa panggung work hard in silence

Sangat berkebalikan dengan penulis-penulis hebat di masa lalu yang lebih banyak dibicarakan karyanya yang mendunia, namun hanya sedikit sekali orang yang mengenal wajah dan sosoknya.

Maka tidak heran saat membaca kisah tentang ulama maupun imam-imam di jaman dahulu yang melakukan perjalanan jauh, sendiri, sepi dari publikasi, namun dimanapun beliau menetap, terjadi sebuah perubahan besar terkait pada kebaikan yang diakibatkan oleh teladan perbuatan dan perkataannya.

Hingga suatu ketika terjadi pembahasan menarik bersama tiga orang sahabat saya, berkaitan dengan quotes “Work hard in silence, let success make the noise”. Ngobrol tentang perlukah kita sharing tentang pencapaian-pencapaian hidup kita di jejaring sosial, ataukah belajar untuk keep on working in silence tanpa terlalu sering menjadikannya sebagai sebuah status di jejaring sosial.

Fenomena ini pun bukan hanya terjadi dalam pembandingan karya hasil tulisan. Namun juga berlaku pada pencapaian usaha/bisnis dan pencapaian di bidang yang lain.

Namun benarkah saat ini sudah tidak banyak ditemukan manusia tanpa panggung yang memilih untuk terus berkarya namun sepi dari publisitas? Hohooo.. masih banyak, namun memang tak terpantau secara nyata.

Saat ini pun sebenarnya banyak orang-orang hebat yang pencapaian hidupnya tak terbayangkan tingginya, namun mereka ini memilih untuk tidak tampil di depan umum dan lebih fokus berniaga dengan Allah saja. Salah satunya yang dishare oleh Mas @saptuari (founder komunitas sedekah rombongan).

Contoh pertama:

orang orang tanpa panggung 1orang orang tanpa panggung 2

contoh kedua:

orang orang tanpa panggung 3orang orang tanpa panggung 4Malu rasanya membaca kisah-kisah seperti ini sebagai cermin diri, pengingat saat diri terlalu sering bicara namun miskin karya, saat diri tergoda untuk sombong atas pencapaian diri.

Belajar dari manusia-manusia (yang memilih) tanpa panggung. Mereka yang work hard in silence, dan membiarkan orang lain yang menilai hasil karya mereka tanpa harus banyak bicara.

Sebuah reminder diri,

Regards,

Eva Zahra

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *