Kehidupan, Notes

Mau Jadi Apa Kamu Nanti…?

Pernah mendengar kalimat di atas? Ya… kalimat ini terkadang terucapkan oleh seorang bunda saat menasehati anak-anaknya karena melakukan hal yang tidak sejalan dengan apa yang orangtua inginkan.

Mari simak fragmen berikut :

Bunda : Adek, kerjakan PR nya lalu belajar ya buat sekolah besok.

Adek : Iya Bund, nanti ya, adek mau main sepakbola dulu.

*3 jam kemudian*

Bunda : Adeeeeek…kok masih main sepakbola terus, mau jadi apa kamu nanti kalau tidak belajar???? (sambil pasang wajah jutek)

Jreng…jreng… wajah Adek langsung bengong dan bingung melihat Bundanya marah-marah. Dan Bunda masih meneruskan nasihat kerasnya dengan pengandaian-pengandaian negatif, yang menunjukkan bahwa orang yang sukses hanyalah orang yang belajar dengan cara membaca, mendengar, menulis dan tidak boleh banyak melakukan kegiatan diluar itu.

* Cerita diatas hanya rekaan semata, jika ada kesamaan nama, kejadian, lokasi dan lain sebagainya, ini hanya kebetulan saja 😀

Salah seorang guru saya memberikan pertanyaan yang menggelitik rasa ingin tahu saya. Beliau bertanya,”Tahu nggak, mengapa tim sepakbola Indonesia dulu jarang menang di kancah internasional?’

Ada yang berusaha menjawab dari sisi teknis, ada yang meninjau dari sisi ekonomi, dan ada pula  yang memberi jawaban random sekedar buat lucu-lucuan saja. Dan saya termasuk di kelompok “ada pula”. 😀

Ternyata guru saya memberi jawaban yang tak terpikirkan oleh kami. Beliau menjawab,”Karena banyak orangtua terutama seorang Bunda yang lupa bila kata-kata adalah do’a, walaupun diucapkan dalam kondisi marah atau gusar”.

“Padahal belajar itu bisa melalui kegiatan apa saja. Karena pada dasarnya setiap anak itu cerdas, dan kecerdasan tiap-tiap anak itu berbeda. Sayang belum semua orangtua menyadarinya dan masih menilai bahwa calon orang sukses adalah anak yang mencapai nilai bagus di semua mata pelajaran di sekolahnya,” lanjut beliau.

Belajar dari Pelatih Tim Sepakbola U-19 Indonesia,  yang meminta setiap anggota tim sepakbola untuk menelfon ibu masing-masing 2 jam sebelum pertandingan. Hanya untuk meminta restu dan do’a agar anak-anak mereka memberikan usaha terbaik untuk negaranya. Dan bisa dilihat bagaimana prestasi Tim Sepakbola U-19 Indonesia. Sangat membanggakan.

Begitu besarnya kekuatan kata-kata seorang Bunda. Alangkah indahnya masa depan anak-anak Indonesia bila Bunda nya menggunakan kalimat do’a saat menasehati anaknya, apapun kesalahan anaknya.

Seperti kisah dibawah ini:

Suatu hari ada seorang anak kecil yang sedang bermain-main tanah. Sang ibu sedang sibuk memasak untuk  menjamu kedatangan tamu-tamu yang akan hadir. Ketika makanan sudah siap dihidangkan, masuklah anak kecil itu membawa segenggam debu dan tiba-tiba kedua tangan nya menaburkan debu itu diatas makanan yang telah siap dihidangkan.

Ketika sang ibu melihat kejadian itu, beliau marah dan berkata, “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” (Pergi…! Semoga Allah menjadikanmu imam di Haramain)

Dan apa yang terjadi saat ini? Anak kecil itu telah menjelma menjadi seorang Imam di Masjidil Haram, di Mekkah. Siapakah beliau?

Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais. Beliau menjadi Imam Besar Masjidil Haram, sesuai dengan apa yang menjadi do’a saat ibunda beliau marah.

 

Sebuah reminder yang indah,

Wahai para ibunda, berikan do’a terbaik pada anak-anak anda, dalam kondisi apapun, karena do’a seorang ibunda tak terhalang untuk dikabulkan.

Begitupun, wahai diri, jagalah perilaku, baik disaat sendiri ataupun disaat terlihat orang lain. Meskipun ada seorang bunda yang do’anya tak terhalang untuk dikabulkan, tetap saja ada Allah Yang Maha Mengetahui apa yang kita perbuat. Dan setiap perbuatan akan tercatat dan mendapatkan balasannya. ^^

Semoga sedikit cerita ini memberikan manfaat,

Salam Hangat,

@EvaZahraa

4 thoughts on “Mau Jadi Apa Kamu Nanti…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *