Notes

Menabung Artikel Pakai Batas Maksimal Atau Minimal?

One Day One Article, bagai pedang bermata ganda. Bisa jadi pendorong, bisa jadi penghambat.

Istilah menabung artikel itu maksudnya seperti apa ya…dan pernahkan teman-teman melakukan hal itu? Tabungan artikel adalah tulisan yang masih dalam bentuk draft, yang bisa menjadi semacam mesin ATM ide tulisan.

menabung artikel pakai batas maksima atau minimal

Yap…target menulis rutin satu artikel per hari ternyata bisa membuat kita terlena, merasa cukup dengan satu artikel saja dan tidak menambah karya walaupun pikiran sedang bening dan moodnya sedang bagus.

“Hari ini sudah berhasil menulis satu artikel, sudah memenuhi target dong, santai dulu ah…” 😀 *lalu santainya kebablasan* (Padahal yang dikerjakan artikel pesanan orang, bukan isi blog sendiri hihi…)

Yap.. ternyata sebuah target yang lupa diberi keterangan minimal atau maksimal itu menimbulkan dua macam efek yang saling berseberangan. Saat diartikan sebagai batas minimal, maka semangatnya makin kenceng aja, jalan saja terus, perbanyak pencapaian. Tapi saat diartikan sebagai batas maksimal, maka pikiran kita meng-analogikan batas itu sebagai rem untuk berhenti.

menabung artikel pakai batas minimal

Ini mungkin terjadi karena pikiran bawah sadar kita lupa diajak komunikasi supaya paham dengan maksud target yang kita tetapkan. Sehingga terjadi hambatan dari dalam diri sendiri. Ya kan kata salah satu guru saya, pikiran bawah sadar kita itu sukanya bersenang-senang dan menghindari masalah. Jadi perlu diajak ngobrol supaya mau diajak kerjasama.

Menabung tulisan atau istilah kerennya “Ngedraft” akan lebih baik bila memakai batas minimal, sehingga tidak menjadi rem dan menghambat laju munculnya ide. Keinginan untuk menulis biarkan mengalir, tidak menjadi masalah bila draft-draft yang tertulis belum ketahuan bagaimana endingnya. Karena draft-draft itu bagaikan gudang ide mentah yang menunggu dipoles dan disempurnakan.

Menulis saat dalam kondisi good feeling memang akan terasa lebih nyaman, ide mengalir lancar, tahu-tahu artikel rutin siap untuk dipublish. Sayang sekali kalau direm oleh batas maksimal dalam berkarya. Biarkan saja aliran ide dan imajinasi itu tertuang di dalam bentuk tulisan, tanpa berbatas jumlah. Kalaupun ada batas yang membuatnya terhenti, batas itu adalah waktu untuk melakukan aktifitas lain yang jauh lebih penting.

menabung artikel

Bagaimana jika blog kita dijadikan semacam tabungan yang diisi tabungan artikel tanpa batas jumlah saja? Jadi celengan (tabungan) artikel (btw, sampai saat ini saya masih tidak paham mengapa tabungan bisa disebut sebagai celengan) 😀

Kapanpun ada ide untuk dituliskan, segeralah disimpan, bisa dalam bentuk tulisan di buku catatan, atau dalam bentuk draft sederhana dalam gadget kita. Bisa juga langsung dituangkan dalam bentuk draft tertulis dalam blog. Catat sebelum ide itu menghilang dan tidak terlacak kembali keberadaannya.

Dan sepertinya saya sudah waktunya menabung artikel lagi 😀
Mau ikuut? Yuuuk….

Regards

Eva Zahra

6 thoughts on “Menabung Artikel Pakai Batas Maksimal Atau Minimal?

    1. Itu mah hampir sama dengan diriku yang mood masih mendominasi kegiatan nulis 😀 jadi sekarang gimana cara biar feeling good buat terus menggerakkan jari-jari lentik kita hihi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *