Blogging Tips, Personal Life

Mencari Ide Tulisan : Idealis vs Konsistensi

Ide itu bisa datang dari mana saja, syaratnya hanya open mind dan menikmati prosesnya

Yang diatas itu tadi kalimat yang saya ucapkan ke diri sendiri yang sedang mentok ngedraft mulu tapi nggak finish-finish 😀 Setelah diperhatiin polanya, mungkin ini yang disebut sebagai “Ngomong itu lebih mudah daripada praktekin apa yang diomongkan” *tepokjidat

mencari ide tulisan idealis vs konsistensi

Beberapa hari yang lalu saya ngobrol dengan sahabat saya, Bang Diptra tentang bagaimana ngeblog itu ternyata bisa menjadi penyeimbang kerja otak kanan dan otak kiri kami 😀

Yup… blogging adalah salah satu cara kami untuk mempertahankan kewarasan  eh..kenormalan, saat otak kiri terlalu dominan digunakan. Karena dengan mengisi blog personal, kami bisa bebas berekspresi menuangkan isi pikiran kami tanpa terbatas sekat-sekat ruang dan waktu.

Kegiatan saya saat ini sebagai pengajar, content writer, reviewer dan blogger memaksa otak saya untuk switchable penggunaannya. Saat menulis content article untuk sebuah web yang serius, murni  berdasarkan data, otomatis otak kiri saya dominan digunakan. Saat menulis review, lumayan lah bisa lebih santai bahasa dan mikirnya. Saat mengajar, lebih santai karena diselingi dengan obrolan-obrolan seru  yang imajinatif sebagai efek pikiran saya yang random.

mencari ide tulisan idealis

Nah ngeblog itu adalah cara saya membebaskan otak kanan saya untuk berpikir apa saja dan menuangkannya dalam kalimat-kalimat yang tertuang dalam blog ini. Menulis tentang perjalanan traveling, renungan hidup (saat sedang kumat kalemnya), ataupun sekedar curcol seperti yang saya lakukan saat ini hihihi…

Lalu mengapa kadang ide ngeblog bisa mentok (buntu)? Nah ini dia beberapa hal yang menurut saya menjadi penyebabnya:

  1. Idealis pada pemilihan tema tulisan sampai lupa menjaga konsistensi menulis. Padahal dalam hal apapun, konsistensi itu yang harus dijaga. Hal ini yang sering membuat keseringan ngedraft artikel tapi nggak selesai-selesai. Setengah matang semua. Nulis terus, publishnya ntar ntar… *kemudian hening*
  2. Terlambat switch dari keseriusan nulis content article menuju mode pikiran santai sehingga otak koplak saya terlambat loading. Karena hampir setiap hari ada content article yang ditulis, jadilah blog pribadi terlantar tak tersentuh.mencari ide tulisan
  3. Terlalu fokus pada teknis SEO artikelnya. Karena kebiasaan saat menulis content article menggunakan kaidah-kaidah SEO, maka saat ngeblog pun otak jadi terbiasa mikirin riset. Lhaaa nggak jadi santai deeh…
  4. Mencari ide tulisan terlalu jauh, padahal apa yang kita alami sehari-hari, adalah gudang ide yang tak pernah kering. Hanya saya nya saja yang kurang peka dalam menangkap dan mengolahnya menjadi sebuah ide nulis di blog ini hihihi..
  5. Menjadikan mengisi blog sebagai beban hutang yang harus dipenuhi. Saat ini saya sedang ditantang oleh mbak Sulist untuk #30DaysWritingChallenge . Saat saya menjadikan tantangan ini sebagai beban, otak blogging saya melambat loadingnya hihi… Tapi saat saya menjadikan challenge ini sebagai kesempatan untuk bersenang-senang, ternyata lebih mengalir ide-idenya.

Yap lima alasan diatas cukuplah yaa mewakili apa yang sedang saya benahi. Pikiran memang harus fokus, tapi tetep kudu seimbang. Ada waktunya serius, ada waktunya santai. Bahkan dari sekedar iseng membuka-buka album foto pun bisa diperoleh sebuah insight yang bisa menjadi ide tulisan blogging.

Dan kembali lagi pada konsistensi…konsistensi…konsistensi…

Nah inilah evaluasi saya terhadap konsistensi menulis di blog ini. Mungkin anda juga mengalaminya?

Selamaaaat…. kita kompak 😀 Yuuk ngupi-ngupi bareng 😀

Regards

Eva Zahra

8 thoughts on “Mencari Ide Tulisan : Idealis vs Konsistensi

  1. Kak Eva sebenarnya ideku banyak, sayang datangnya saat aku sibuk urusan domestik. Giliran mau nulis, jadi bingung mau yang mana dulu.
    *alasan paling jitu adalah sibuk dengan urusan domestik, padahal konsistensinya yang harus dipertanyakan, a.k.a malesnya masih dominan. Wkwkwk.
    Husssh, serius serius 👊

    1. Siap Coach, maafkan proyeknya kepending, masih riset saya, emang harus fokus ke salah satu hal yang paling banyak kasi manfaat 😀

Leave a Reply to Purnomo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *