Kehidupan

Mendadak Hening

Judul artikel kali ini tidak bermaksud mengingatkan Anda pada judul lagu “Mendadak Dangdut” yang populer beberapa waktu yang lalu hehehe… Nah kan, Anda malah jadi ingat 😀 Sudah, lupakan ya.. jangan diingat-ingat lagunya… :p

Dua hari yang lalu Saya berkesempatan ngobrol sore dengan salah satu praktisi meditasi yang akun twitternya rajin wira-wiri di TL Saya. Topik obrolannya adalah tentang Mindfulness Meditation. Saya bukan penggemar meditasi, yoga dan sebagainya. Tapi beberapa tahun terakhir ini Saya sering membaca buku-buku yang bertema filsafat hidup. Buku-buku Gede Prama, Ajahn Brahm, Gobind Vashdev, Paulo Coelho, dan beberapa pengarang lainnya sudah lama meramaikan rak buku perpustakaan pribadi Saya yang tema koleksinya gado-gado lengkap campur-campur hehe…

Praktisi meditasi tadi adalah Mas @AdjieSilarus. Beliau kemarin bercerita tentang perlunya belajar fokus pada apa yang terjadi saat ini, tanpa terganggu oleh riuhnya gadget dan social media.

Ya… Tanpa disadari, gadget sudah menjadi bagian penting dalam hidup Kita. sehingga seringkali fokus pada moment saat ini menjadi hilang. Di sekitar Kita sangatlah sering terlihat sekumpulan orang-orang yang duduk bersama, berdekatan, namun masing-masing sibuk dengan gadgetnya. Bahkan di waktu  piknik yang seharusnya digunakan untuk refreshing dan relaksasi, Kita sibuk berfoto ria dan mempostingnya di grup social media. Pemandangan indah yang adapun hanya terdokumentasi di foto itu, bukan di pikiran dan perasaan Kita.

Tidak jarang pikiran Kita seperti mesin otomatis / auto pilot. Kita mengerjakan sesuatu tanpa menikmati prosesnya. Karena tangan Kita sibuk mengoperasikan gadget, dan pikiran Kita melompat-lompat kesana-kemari. Aktifitas makan, jalan-jalan, bekerja, berkendaraan menjadi kehilangan makna karena tidak ada keselarasan antara badan, hati dan pikiran Kita saat itu.

Melatih mengembalikan fokus, itulah yang Mas Adjie ajarkan dengan praktek meditasinya. Salah satu latihan awalnya adalah dengan latihan menyadari nafas. Duduk diam, hening, dan hanya fokus pada nafas masuk dan nafas keluar. Saat pikiran Kita mulai melompat kemana-mana, tarik kembali fokus pada menyadari nafas Kita.

Latihan yang lain bisa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari, misalnya saat beribadah, berusaha untuk khusyu’ dan fokus pada do’a-do’a dan gerakan Kita. Menikmati aktifitas makan dengan sepenuhnya, dalam hening, tanpa gangguan gadget, fokus pada apa yang Kita makan, rasakan betul sensasi yang dialami panca indera Kita mulai dari indera penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecap dan perasa. Libatkan semuanya.

Begitupun dalam aktifitas yang lain, dimulai dari saat bangun tidur, belajarlah fokus untuk mengaktifkan semua indera yang Kita miliki untuk menikmati saat itu. Baik saat mandi, berjalan, membaca, bekerja, berkendaraan dan lain sebagainya. Fokuslah pada yang Kita lakukan saat itu sepenuhnya. Latih lagi panca indera dan pikiran Kita untuk menikmati setiap gerakan dan proses yang berlangsung.

Sempatkan waktu untuk menikmati keheningan. Memfokuskan pikiran untuk menikmati saat ini. Tanpa terganggu apapun dan sejenak mengheningkan pikiran Kita.

Semoga bermanfaat,

Salam hangat,

@EvaZahraa

 

2 thoughts on “Mendadak Hening

    1. Gagdetnya gunakan sesuai kebutuhanh, Mas. Klo pas butuh konsentrasi offline ya ga usah dipake dulu. Intinya manajemen waktu dan kebutuhan. Apalagi pas mandi, driving atau tidur, jangan maen gadget muehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *