Lesson in Life

Mengajarlah dan Kau Akan Belajar

Suatu pagi di dalam sebuah bis antar kota, seorang mahasiswi cantik bernama Bintang sedang memandang dengan penuh perhatian ke arah seorang gadis manis berjilbab coklat yang sedang sibuk ngobrol seru dengan teman di sebelahnya. Bintang menunggu kesempatan untuk bisa menegur gadis itu, dan berharap bila gadis manis itu adalah guru les nya yang sudah lama tak bersua.

Akhirnya Bintang mendapat kesempatan untuk memanggil gadis itu. Ternyata benar, gadis itu adalah guru les yang selama hampir 3 tahunan mengajar dirinya dan teman-temannya semasa SMA. Dan ternyata, gadis manis bin ceriwis itu adalah saya huehehe….

Bintang bercerita bila dia sudah hampir lulus dari fakultas psikologi dan sedang berusaha mendapatkan beasiswa kuliah S2 ke Jepang bersama teman satu grup les nya dulu yang kuliah di Jurusan Teknik Elektro.

Saya mendengarkan ceritanya dengan rasa bahagia, karena melihat Bintang berbinar-binar penuh semangat saat membagikan impiannya. Walaupun hanya sebentar waktu yang kami punya untuk melepas kangen dan bertukar kisah, namun cerita Bintang membuat pagi saya menjadi lebih berseri.

Dream, impian, adalah sesuatu yang membuat hidup ini lebih menarik untuk dijalani. Impian membuat kita mempunyai harapan. Impian menjadi sebuah target untuk diwujudkan dan membutuhkan rencana untuk disusun demi meraihnya. Agar impian itu tetap menyala, salah satu yang saya lakukan adalah menceritakan mimpi-mimpi saya pada sahabat, teman maupun murid-murid les saya.

Kok bercerita pada murid les?

Iya, saya mempunyai usaha bimbingan belajar, karena saya senang mengajar, senang berbagi cerita pada orang lain dan saya juga menikmati dunia entrepreneurship.

Mengapa saya masih menyempatkan diri untuk mengajar walaupun punya karyawan? Alasannya sederhana, karena dengan mengajar, saya berharap ada sebagian ilmu yang bisa saya bagikan ke murid-murid saya, dan nantinya akanĀ  menjadi saluran pahala dari ilmu yang bermanfaat. Dan pahala itu terus mengalir meskipun saya sudah tiada nanti. Dengan mengajar, saya berbagi inspirasi pada murid-murid saya.

Guru biasa hanya mampu mengajar,

Guru yang baik mampu memberi teladan yang baik,

Guru yang hebat mampu menginspirasi

Dengan mengajar, sesungguhnya saya sedang belajar dari guru-guru kehidupan dalam wujud murid les. Yang paling terasa adalah belajar sabar, belajar ikhlas, belajar mengendalikan emosi sekaligus belajar untuk mawas diri.

Menjadi seorang “guru”, menjadikan diri ini lebih berhati-hati dalam bersikap dan berperilaku. Bukan berarti saya kehilangan spontanitas, rasa humor dan bakat melakukan hal-hal absurd lho… Itu bakat yang sulit untuk disembunyikan hihihi… Namun akan selalu muncul little voice dari dalam diri yang menjadi alarm saat tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak pantas.

Sebagian kisah yang saya ceritakan ke murid-murid saya bersumber dari buku-buku inspiratif yang saya baca, seminar dan workshop yang saya ikuti, video-video inspiratif yang saya tonton di YouTube maupun film-film layar lebar yang mempunyai nilai moral didalamnya. Bahkan pengalaman saya yang suka traveling pun bisa menjadi sumber cerita yang memasukkan sisi pendidikan moral di dalamnya.

Dalam sebuah proses mengajar, menurut saya kualitas pengembangan pribadi itu jauh lebih penting daripada sekedar mengejar nilai bagus di sekolah. Nilai-nilai akhlak yang baik, nilai-nilai kejujuran, semangat, ketulusan, sikap positif dan berpikir besar, itu yang ingin saya fokuskan.

Saya percaya bila impian akan lebih fokus bila terbentuk sejak masih kecil. Itulah yang terjadi pada tokoh-tokoh hebat di masa lalu dan di masa kini.

Sebagai contoh, Muhammad Al Fatih, sang penakluk Konstantinopel sejak kecil sudah mempunyai impian kuat untuk menaklukkan Konstantinopel, peran ayahnya adalah menanamkan impian itu berikut kisah keutamaan dari pejuang yang berhasil menaklukkan konstantinopel. Hingga akhirnya impian itu menjadi way of life dan berhasil terwujud.

Salah satu impian saya saat ini adalah menginspirasi sebanyak mungkin orang melalui cerita, artikel, sharing, maupun informasi. Dan saya memulainya dari lingkungan terdekat saya sendiri, yaitu lingkungan keluarga, murid-murid les dan teman serta sahabat yang saya temui baik secara langsung atau melalui media online. Melakukan hal-hal yang saya sukai, sambil berbagi inspirasi.

Saya sudah memulainya, bagaimana dengan anda? Apa impian anda? Silahkan mulai berbagi dan berusaha mewujudkannya, mulai sekarang, mulai dari tindakan sederhana, terus menerus, tanpa henti.

Semoga bermanfaat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *