Notes

Karena Menjaga Komitmen Pribadi Tak Semudah Menagih Komitmen Orang Lain

“Katanya janji mau mengerjakan tugasmu, kok belum dikerjakan?”

“Katamu mau disiplin mengerjakan to do list? Mana buktinya?”

Hehe.. mudah sekali mulut dan jempol ini menagih komitmen dan janji orang lain. Namun saat diri ini menetapkan sebuah komintmen untuk dikerjakan, terasa berat dan banyak sekali godaannya.

Komitmen mengisi blog setiap hari satu artikel ternyata kalah dengan godaan menulis di web orang lain (artikel konten pesanan). Komitmen #OneDayOneAyat di sosial media kalah dengan rasa lelah dan kantuk. Komitmen mengerjakan ibadah sunnah kalah dengan segudang alasan dan penundaan.

Begitu banyak komitmen-komitmen lain yang tiba-tiba terlewat dan menumpuk menjadi PR yang menggunung. Dan tiba-tiba waktu terasa berlari, hari berganti, bulan berlalu, tahun pun sudah hampir berakhir berganti dengan tahun baru.

Kemudian tinggal kita termenung dan bertanya “Kok bisa ya, ngapain saja saya selama ini?”

Yah.. ujian kita kadang datang dari apa yang kita katakan pada orang lain. Kembali pada kita layaknya cermin yang bertanya balik “Kamu, apa kabar? Sudah bisa konsisten dengan ucapan?” *Lalu berasa terkena gaplok berkali-kali tepat di muka*

Mungkin benar bila dunia diluar adalah cerminan dunia yang ada di dalam diri, saling berkaitan. Sekecil apapun perbuatan kita akan kembali lagi pada kita suatu saat nanti. Kebaikan akan kembali lagi dalam bentuk kebaikan lain, keburukan akan kembali dalam bentuk yang sesuai menurut ukurannya.

Lalu apakah kita harus berhenti untuk saling mengingatkan satu sama lain? Ya janganlah, bila manusia sudah berhenti saling mengingatkan untuk kebaikan, mau jadi seperti apa dunia ini. Jika antara manusia satu dengan yang lain sudah tidak peduli lagi satu sama lain, apa bedanya dengan sekumpulan robot yang tidak punya hati, akal dan perasaan.

Siapkan kesadaran penuh pada kata-kata dan perbuatan yang kita ucapkan dan lakukan. Siapkan diri untuk mengingatnya, agar kitapun bisa menjadikannya sebagai nasihat diri, sebagai pengingat diri saat kita khilaf, saat kita terlena dengan kondisi kita saat itu.

Okeh… #OneDayOneArticle akhirnya terselip pula curhatan saya 😀

Semoga menjadi catatan pengingat tentang masih lemahnya komitmen diri ini.

Regards,

EvaZahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *