Lesson in Life

Menunda Kematian

Ada sebuah kisah tentang seorang takmir masjid yang inspiratif. Sebut saja namanya Pak Mustofa. Beliau seorang yang jujur dan amanah, dan memegang posisi sebagai bendahara masjid yang mengurusi penyimpanan uang infak dari jama’ah masjid.

Beliau menjadi takmir sebuah masjid di dekat rumah Saya. Masjid tersebut terletak di pinggir jalan raya yang membuatnya selalu dipenuhi jama’ah saat ibadah Sholat Jum’at. Jadi wajarlah bila infak yang diperoleh setiap minggunya cukup banyak. Beliau bertugas menyimpan uang hasil infak jama’ah dan mengelola penggunaannya untuk kemakmuran masjid.

Beberapa minggu yang lalu, tiba-tiba beliau sakit parah, yang membuat beliau tak dapat beraktifitas dan bergerak bebas. Beliau hanya terbaring di atas tempat tidur dan kondisi kesehatannya makin lama makin menurun. Sehingga beliau tak bisa menjalankan tugas sebagai bendahara seperti biasa.

Dalam kondisi tidur, menurut keluarganya, beliau seperti berdialog dengan seseorang dalam tidurnya. Beliau seakan-akan diajak pergi oleh seseorang, namun meminta untuk ditunda, karena masih membawa infak masjid.

Keluarganya pun menduga jika sebenarnya beliau sedang berdialog dengan malaikat maut. Dan keluarga beliau akhirnya mencari hal-hal yang berhubungan dengan infak masjid yang ada di rumah beliau. Akhirnya ditemukanlah tas berisi uang hasil infak yang masih dalam bentuk bundelan-bundelan uang kertas dan uang logam.

Oleh keluarga Pak Mustofa, tas itu akan diserahkan pada pihak takmir masjid. Dengan kondisi yang sudah parah, Pak Mustofa masih sempat meminta agar keluarganya mencari saksi yang cukup saat menyerahkan tas berisi uang infak itu.

Akhirnya keluarga Pak Mustofa berhasil menyerahkan tas infak ke pengurus masjid lainnya, dengan disaksikan oleh orang-orang yang bisa dipercaya. Uang infak itu kemudian dihitung ulang, dan disimpan ke dalam sebuah rekening di BMT (Bank Syariah) yang dipercaya.

Dan percaya atau tidak, beberapa jam setelah semua urusan infak itu dibereskan, terdengar berita bila Pak Mustofa meninggal dunia…Innalillahi wa inna ilaihi roji’un….

Subhanallah… begitu amanahnya beliau, hingga bisa “Menunda Kematian” untuk menyelesaikan tanggung jawabnya di dunia ini…. Sebuah contoh nyata hebatnya jiwa seseorang yang amanah, hingga rasa tanggung jawabnya masuk ke dalam alam bawah sadarnya.

Begitu sayangnya Allah SWT pada beliau, hingga memberi kesempatan pada beliau untuk menyelesaikan semua hutang-hutang amanah yang beliau tanggung.

Sebuah renungan diri…. Semoga bermanfaat…

Salam hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *