Lesson in Life

Merajut Ridho Ibunda

“Nduk, ibu mbok diajari nonton youtube”, kata ibu saya di suatu pagi.

“Mau nonton apa, Bu?”, tanya saya sambil nyengir.

“Ibu itu kepengen lihat video tentang merajut. Biar bisa bikin tas, dompet dan topi seperti yang ada di toko-toko itu”, jawab ibu saya.

*****

Percakapan ini terjadi beberapa bulan yang lalu. Setelah sebelumnya ibu saya minta diajari untuk memakai handphone berbasis android. Ternyata ibu saya memperhatikan keasyikan saya dan bapak saya saat mencari ilmu melalui video-video yang dishare di situs youtube. Beliau ingin belajar, namun masih gagap teknologi.

Untuk awalan, hp android kesayangan saya sementara digunakan ibu saya. Dan qodarullaah, beberapa minggu kemudian hp saya itu tewas, korslet karena terkena air tumpahan gelas air minum hihihi… Tak apa, demi kebahagiaan beliau juga.

Sambil menunggu ada dana untuk membeli gadget dengan ukuran layar 8 inch, saya mencari info dimana bisa membeli hakpen, yaitu alat untuk merajut. Ternyata tak usah jauh-jauh mencari. Ada sahabat yang ternyata mempunyai usaha produksi tas rajut, sekaligus menyediakan peralatannya. Alhamdulillaah…

Hakpen-evazahra.com

Ibu saya menemukan kembali kesibukan yang menyenangkan. Mulailah tangan-tangan lembutnya merajut bentuk-bentuk sederhana yang bisa langsung dipakai. Penutup kepala bulat putih untuk dipakai saat sholat oleh bapak saya, bros-bros lucu, tas-tas kecil dan sebagainya. Beliau merajut untuk bersenang-senag.

Beberapa hari kemudian, alhamdulillah ada rezeki untuk membeli tab sederhana yang cukup bisa digunakan untuk streaming video youtube.

Gadget

Makin serulah proses belajar merajut yang dijalani ibu saya. Menjadi hal yang biasa bila di rumah kami terdengar suara orang asing yang menjelaskan step-step merajut suatu produk. Inilah keajaiban bahasa visual dalam bentuk video. Apapun bahasanya tak menjadi masalah selama rangkaian gambar dalam video itu cukup bisa dipahami. Tak usah heran pula bila sepulang bekerja, ibu saya sudah tak sabar memamerkan hasil kreasinya 😀 Bertambah lagi daftar pertanyaan yang bisa memancing cerita panjang di rumah kami.

hasil rajutan

Kami makin sering membawakan oleh-oleh berupa benang rajut untuk ibu kami. Bermacam ragam warna dan berbagai jenis benang yang ada. Dan makin beragam pula benda-benda lucu yang dihasilkan ibu saya. Dari situ saya belajar tentang nilai suatu ketekunan dan kenikmatan menjalani proses. Belajar tak mengenal usia dan dengan media apa.

Benarlah bila hal sederhana yang dilakukan dengan niat untuk membahagiakan orang lain maka kebahagiaan itu akan kembali pada kita sendiri. Apalagi bila diniatkan untuk membahagiakan orangtua kita demi mencari ridho ilahi.

Merajut ridho ibunda, agar Allah ridho pada kita.

Regards,

@EvaZahraa

7 thoughts on “Merajut Ridho Ibunda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *