Life

Mind Body and Soul

Hari senin kemarin tidak biasanya saya merasakan pusing kepala yg nyut-nyutan banget. Tapi saya tidak tertarik untuk menikmatinya sambil nyanyi lagu “Pusing Pala Berbie” hihihi… Apalah lagu itu. Aneh banget 😀 Ups, balik lagi yuk ke topik utama, mungkin karena saya kurang banyak minum saat sahur, dan setelah seharian pecicilan kesana kemari, sorenya dehidrasi dan migrainlah saya 😀

Akhirnya semalaman saya istirahat saja dan mematikan gadget karena mata sedang tidak nyaman untuk melototin layar handphone. Sekaligus untuk meredam rasa kepo karena beberapa grup chat ramainya minta ampun. Terutama grup belajar nulis dan grup berbagi ilmu. Mari kita salahkan foundernya hihihi…

Pagi harinya, Selasa pagi, kebetulan menu sarapan kami adalah soto ayam yang kami beli di warung langganan. Biasa deh sedang ingin menu lain selain masak sendiri. Rasa soto ayam pagi itu terasa aneh, hambar, bumbunya tidak terasa dan nggak enak sama sekali. Tidak seperti biasanya. Pikiran saya langsung mengaitkan dengan kondisi badan, “Wah beneran nih saya sakit, lidah saja jadi tidak beres syaraf perasanya”.

Dan bisa ditebak, mulai lah muncul sindrom lain, perut mual dan selera makan hilang. Suhu badan yang mungkin biasa saja, jadi terasa lebih panas. Akhirnya Selasa pagi saya habiskan dengan rehat karena MERASA SAKIT. (Ini bukan tombol capslock yang jebol, sengaja pengen sedikit mendramatisir saja hehe…)

Minum madu, habbatussauda dan banyak minum air putih, sebagaimana biasa saya lakukan bila saya mengalami demam. Ternyata capek juga tidur-tiduran melulu. Saya lebih suka banyak bergerak daripada diam tidak melakukan apa-apa 😀 Saya pun ngutak utik laptop sambil bersih-bersih membuang file yang tidak penting lagi. Wuih banyak bener ternyata sampah yang saya simpan di hardisk laptop. Berlanjut ke eksternal hard disk yang menjadi korban sapu bersih. Lumayaan jadi lebih rapi, lebih lapang dan lebih bersih.

Sore harinya, tanpa sengaja ibu saya bertanya pada saya,”Kuah sotonya nggak enak ya? Kok tadi bapak bilang ada yang berbeda dengan rasa soto pagi ini?”
(kebetulan ibu saya tidak ikut makan soto pagi itu)

Saya langsung bertanya pada bapak saya,”Tadi kuah soto nya bagaimana rasanya, Pak?”

Dan bapak saya dengan cool menjawab,”Rasa soto pagi ini berantakan, kayaknya ada bumbu yang lupa dimasukkan”.

Bisa menebak reaksi saya selanjutnya? Yess..saya nyengir saudara saudara.Dan seketika itu juga saya merasa sehat. Berarti sebenarnya tidak ada yang salah dengan lidah saya. Badan saya pun masih dalam kondisi sehat. Pikiran saya lah yang mempengaruhi kondisi kesehatan saya hari itu. Karena saya MERASA SAKIT, maka badan dan perasaan saya ikut menyesuaikan 😀

Mind, Body and Soul itu saling mempengaruhi. Kita harus menjaga ketiga nya agar seimbang dan selalu dalam kondisi yang baik.

Apa ya contoh sederhana tentang keterhubungan mind body dan soul kita?

Pernah mendengar atau membaca istilah “Motion Creates Emotion”?

Saat kita merasa tidak bersemangat atau kurang percaya diri, kita bisa mulai mengubah perasaan itu dengan cara mengubah sikap badan, tersenyum, mengangkat posisi wajah dan berjalan dengan tempo yang lebih cepat. Dan rasakan bedanya.

Pernah melihat seorang ibu yang anak balita nya sedang menangis atau rewel? Seringkali ibu itu berusaha mengalihkan perhatian anaknya dengan menunjuk ke atas. Menunjuk burung atau melihat cicak. Tujuan sebenarnya adalah untuk mengubah sikap badan si anak itu.

Begitupun saat badan kita sedang tidak sehat, selain makanan dan minuman yang sehat, obat yang paling manjur adalah rasa syukur dan bahagia. Banyak-banyak memikirkan yang baik-baik, berprasangka baik dan mensyukuri kebahagiaan saat ini. Maka badan kita pun akan menyesuaikan dengan menjadi lebih sehat lagi.

So, jagalah selalu mind-body-soul kita.

@EvaZahraa

3 thoughts on “Mind Body and Soul

    1. Sip mbak ria… kadang yang berat itu saat akan memulai. Kalau udah terlanjur melangkah, biasanya jadi lebih mudah 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *