Lesson in Life, Notes

Momentum

“Wah peristiwa ini muncul pas banget dengan momentumnya.”

“Momentumnya tidak tepat, jadi pengaruhnya tak terlalu besar lagi”

Sebenarnya apa sih MOMENTUM itu?

Dalam kehidupan, momentum sering diartikan sebagai sebuah saat yang tepat untuk melakukan sesuatu. Semacam kesempatan yang hadir tiba-tiba dan bisa jadi akan hilang saat kita terlambat memanfaatkannya.

Dalam teori fisika, momentum adalah hasil kali massa sebuah benda dengan kecepatan benda tersebut yang menghasilkan sebuah vektor. Ibarat 2 buah benda yang saling beradu, akan muncul berbagai kemungkinan. Bisa jadi kedua benda setelah beradu masing-masing akan terpental ke arah yang berbeda. Bisa jadi kedua benda justru akan saling menempel dan bergerak ke arah yang sama. Bisa juga salah satu benda akan berhenti, diam, sedangkan benda lainnya terpental ke arah yang lain.

Okeh mari kita tanya saja pada mbah google dan kamus besar bahasa indonesia tentang arti momentum dan mereka menjawab:

momentum/mo•men•tum/ /moméntum/ n 1) saat yang tepat; 2) Fis: besaran yang berkaitan dengan benda yang besarnya sama dengan hasil kali (darab) massa benda yang bergerak itu dan kecepatan geraknya; kuan-titas gerak; 3) kesempatan.

Dalam keseharian kita ketiga arti momentum itu bisa kita amati dalam berbagai peristiwa yang terjadi. Misalnya arti momentum sebagai saat yang tepat. Saat ini telah bermunculan milyarder-milyarder muda belia, pebisnis online dalam usia dibawah 25 tahun. Mereka tiba-tiba muncul bagaikan rising star, memanfaatkan booming generasi yang melek internet. Mereka cerdas melihat peluang dan berani mengambil resiko dan segera mengeksekusi ide yahg ada. Apakah mereka langsung berhasil? Tentu tidak, pasti lebih banyak kegagalan daripada keberhasilannya. Namun kita hanya melihat sisi berhasilnya saja.

Begitupun munculnya penulis-penulis best seller yang berawal dari keasyikan menulis lewat media blog dan jejaring sosial. Tak harus diterbitkan melalui penerbit yang sudah besar dan ternama. Banyak penulis buku-buku bestseller yang saat ini lebih memilih menerbitkan buku sendiri dengan bantuan perusahaan self publishing. Mereka menjualnya via jejaring sosial dengan bantuan para affiliate dan reseller. Hasilnya pun luarbiasa.

Nah sekarang pertanyaannya adalah, apakah kita sudah bisa memanfaatkan momentum yang muncul? Apakah momentum itu harus ditunggu atau harus dicari? Bagaimana cara mengetahui apakah itu momentum kita? Cara paling mudah adalah banyak-banyak action, ditambah bantuan data riset dan rencana yang terarah. Apakah itu cukup? Nggak juga, ada banyak hal lain yang menyertainya. Salah satunya adalah kemampuan kita mengatur perasaan yang menyertai saat kita berdo’a dan berusaha. Ini lebih dikenal dengan mengatur getaran FORCE dan POWER. Tapi saya belum akan membahasnya di artikel saya yang ini hihihi… Tunggu saja di artikel saya selanjutnya.

Okeh lanjut ya…

Arti momentum menurut teori fisika yang sudah saya tuliskan di awal artikel ini pun ternyata banyak terwujud dalam peristiwa sehari-hari. Bukan hanya dalam peristiwa tabrakan/kecelakaan lalu lintas. Bukan pula hanya terjadi saat kita bermain karambol atau bola bilyard atau bermain kelereng (eh emang masih ada ya anak-anak yang main kelereng?) 😀

Pernahkah anda melihat sebuah percakapan yang terjadi antara dua orang atau dua pihak? Ini sangat menarik untuk diamati. Dua orang yang mempunyai persepsi yang berbeda dengan kepribadian yang sama-sama keras. Saat beradu pendapat, bila keduanya saling ngotot untuk mempertahankan pendapat masing-masing, biasanya tidak akan ada titik temu. Bagaikan 2 bola yang datang berlawanan dengan kecepatan tinggi, keduanya saling berbenturan dan akhirnya keduanya terpental saling menjauh ke arah yang berbeda. Tak ada titik temu.

Di kasus lain, ada seseorang yang keras hati dan sedang kekeuh bertahan pada pendapatnya, lalu datanglah orang lain yang berusaha mengubah pikiran orang itu. Maka akan muncul 2 kemungkinan, bisa jadi si penasehat ini akan terpental nasihatnya saat masuk di waktu yang kurang tepat atau dengan cara yang kurang sesuai. Kemungkinan kedua adalah si keras hati ini akan berubah pikiran dan mengikuti si penasihat, karena si penasihat menggunakan cara-cara persuasi yang tepat dan mudah diterima oleh si keras hati.

Inti dari arti momentum menurut saya ada pada definisi ketiga. MOMENTUM ADALAH KESEMPATAN.

KESEMPATAN yang kita tunggu atau kita ciptakan untuk mengambil tindakan, sehingga hasilnya optimal. Kesempatan yang mungkin prosesnya cukup lama seperti proses seorang pebisnis online dan penulis buku hingga menuai hasilnya. Butuh waktu, disiplin, konsistensi dan keteguhan hati dalam menjalaninya.

KESEMPATAN yang kita tunggu dan kita ciptakan untuk masuk ke hati orang lain dan menyelaraskan antara pendapatnya dengan pendapat kita. KESEMPATAN untuk memberikan nasihat secara langsung atau tidak langsung, yang pada akhirnya akan memberi pengaruh pada orang lain. Butuh kesabaran, keikhlasan, kerendahan hati dan niat yang baik dalam melakukannya.

MOMENTUM adalah KESEMPATAN yang kita tunggu atau kita ciptakan dan segera kita gunakan sebaik-baiknya.

Sudah menemukan momentum mu, teman?

Regards,

Eva Zahra

2 thoughts on “Momentum

  1. jadi momentum itu setara dengan aji mumpung yaaa hehehe

    “Begitupun munculnya penulis-penulis best seller yang berawal dari keasyikan menulis lewat media blog dan jejaring sosial. Tak harus diterbitkan melalui penerbit yang sudah besar dan ternama. Banyak penulis buku-buku bestseller yang saat ini lebih memilih menerbitkan buku sendiri dengan bantuan perusahaan self publishing. Mereka menjualnya via jejaring sosial dengan bantuan para affiliate dan reseller. Hasilnya pun luarbiasa.”

    jadi kapan punyamu terbit… (head shot)

    1. Aji mumpung yang penuh perhitungan matang… kayak kita ni, mumpung masih muda, mumpung masih ada waktu dan mampu nulis, mumpung bisa bikin cacatan ketengilang masing2 dan ngetawain diri sendiri hihihi…
      Head shot nya mak jlebb bener… ihiks…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *