Kehidupan

Move On!

Beberapa tahun yang lalu, disebelah rumah orangtua saya ada sebuah bangunan berukuran sekitar 6 x 8 meter, kerangkanya terbuat dari bambu besar dan kokoh, dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan berlantai semen diplester halus. Bangunan itu adalah Kumbung, ruangan yang digunakan untuk usaha budidaya Jamur Tiram.

Selama 3 tahun keluarga kami menjalankan usaha tambahan berupa budidaya jamur tiram. Saat usaha jamur sudah tidak begitu bagus perkembangannya, bangunan kumbung itu dialih fungsikan menjadi peternakan burung puyuh petelur. Dari petani jamur beralih menjadi pedagang telur puyuh hasil ternak sendiri.

Setahun kemudian karena kesibukan usaha bisnis dan pekerjaan masing-masing, akhirnya setelah dibersihkan, bangunan itu difungsikan sebagai gudang barang-barang yang sudah tidak kami gunskan lagi. Beragam benda kami masukkan kesana, lemari, meja, kursi, kandang burung puyuh, karpet tua, bahkan buku-buku bekas yang sudah tak kami perlukan lagi. Kumbung itu berubah menjadi bangunan yang sunyi, terlihat suram karena jarang kami tengok.

Beberapa minggu yang lalu, saya berpikir seandainya ada tambahan ruang yang bisa kami gunakan untuk tempat bersantai sekaligus tempat bermain keponakan-keponakan saya yang super aktif saat liburan tiba. Mulailah terpikir untuk mengosongkan, memodifikasi dan membersihkan bangunan kumbung itu sebagai ruang santai bersama.

Butuh beberapa hari untuk menata ulang dan mengeluarkan barang-barang yang sudah tidak akan kami simpan lagi. Seorang tukang kami sewa untuk menjebol salah satu sisi dinding anyaman bambu yang menghadap ke arah rumah utama. Dia pun mulai mengeluarkan segunung perabot dan benda-benda yang sebagian akan dibuang dan sebagian ditawarkan untuk dimanfaatkan orang lain. 90 persen isi gudang akhirnya ludes tak bersisa. Sisanya masih perlu kami gunakan. Senangnya melihat benda-benda yang tadinya tak kami perlukan ternyata masih memberi manfaat bagi orang lain.

Setelah dibersihkan dan ditata ulang, Taraaaaaa…..muncullah sebuah space ruangan yang nyaman untuk digunakan sebagai tempat bersantai. Tak kalah nyaman dengan warung angkringan yang tersebar di sekitar kota jogja hehe… Tak terlintas sebelumnya bila gudang itu bisa disulap menjadi ruangan yang bersih, terang dan nyaman.

Ngomong-ngomong, bisa jadi cerita diatas juga bisa diibaratkan seperti ruang pikiran kita. Banyak ruangan dalam pikiran kita yang berisi hal-hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan. Tapi kita kekeuh untuk menyimpannya. Dan akibatnya ruangan itu menjadi tempat yang suram, gelap dan tidak nyaman untuk ditengok. Hal-hal berupa trauma, kenangan buruk, dendam, marah, sakit hati atau kenangan tentang mantan #eeh 😀

Kita bertahan untuk mempertahankan hal-hal itu walaupun hanya membuat hidup kita tidak nyaman. Padahal kita punya pilihan untuk melepaskannya, membuangnya atau merelakannya untuk orang lain.

Coba deh yuk kita bersihkan ruangan dalam pikiran kita dari hal-hal seperti itu. Hingga tercipta ruangan lapang dan cerah dalam pikiran kita. Ruangan baru yang siap untuk kita isi dengan hal-hal yang indah, membahagiakan dan menyenangkan. Karena bisa jadi segala macam kegalauan yang muncul dalam pikiran kita itu disebabkan karena jita lupa membersihkan dan menata ulang ruangan dalam pikiran kita dari hal-hal yang tidak kita perlukan lagi.

Metafora iseng pagi ini hehehe… Semoga bisa diambil manfaatnya ya :p

Salam,

@EvaZahraa

9 thoughts on “Move On!

  1. Ini ya mbak.. Tulisannya bln ini yg sy cari2 in..
    Sgt menginspirasi mbak.. Utk nata ulang kmr sy.. Hehe…
    Klo pikiran negatif n kenangan buruk mmg ud dbuang jauh2… 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *