Lesson in Life

Palu Dan Paku

hammer quote

Jika satu-satunya alat yang kamu miliki adalah palu, maka kau akan cenderung melihat segala hal sebagai paku
-Abraham H. Maslow-

Berapa banyak orang yang mudah menghakimi sebuah peristiwa. Terlalu cepat merespon, dan hanya mengandalkan sudut pandang pribadi. Tidak mencari pembanding dan sumber informasi lain sebelum menilai sebuah peristiwa yang terjadi.

Palu dalam hal ini bisa diibaratkan sebagai ilmu/wawasan/sudut pandang. Jika seseorang hanya mempunyai wawasan yg sempit dan ilmu yang terbatas, maka cara dia menilai sesuatu ibarat hanya memakai palu. Semua hal dipukul rata layaknya paku.

Dalam keseharian kita, ada beberapa ciri khas dari orang-orang yang ibaratnya hanya mempunyai palu untuk menyelesaikan masalahnya.

1. Biasanya mereka bertindak spontan, terlalu cepat bereaksi sebelum mengetahui gambaran persoalan dengan utuh. Sehingga terkadang salah cara dalam mengambil keputusan.

2. Seringkali mereka adalah orang yang senang mengungkit-ungkit masa lalu atau kesalahan orang lain. Tanpa mempertimbangkan bila manusia itu berproses, yang dulu berperilaku buruk bisa jadi sekarang insaf dan menjadi orang yang baik, begitupun sebaliknya.
Terkadang sifat orang-orang ini muncul dalam bentuk sifat suka mengungkit-ungkit “jasa” mereka di masa lalu pada orang lain.

3. Orang yang hanya punya “palu” untuk menilai orang lain cenderung sangat reaktif dan responnya terlalu berlebihan. Masalah kecil bisa menjadi besar karena reaksi yang dimunculkan melebihi yang seharusnya.

4. Orang-orang ini biasanya menganggap situasi lebih penting daripada hubungan. Contohnya orangtua yang memarahi anaknya di depan orang banyak demi menutupi rasa malunya. Dia tidak mempertimbangkan efek yang terjadi pada kejiwaan anaknya.
Orang yang hanya punya palu untuk menilai dan menyelesaikan sebuah masalah dalam jangka waktu lama akan dijauhi oleh orang-orang disekitarnya. Mengapa? Karena mereka akan berusaha menghindar dari pukulan palu yang dimiliki orang ini.

Bila saat ini kita baru punya palu untuk menilai segala sesuatu, alangkah ruginya kita. Perluas wawasan, pergaulan, ilmu dengan berguru dari orang-orang di komunitas yang tepat.

Ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Semakin luas wawasan seseorang, semakin luas pergaulannya dan semakin dalam ilmunya akan membuatnya semakin tawadhu dan mawas diri. Hanya bereaksi sesuai porsi. Tak cepat terpancing emosi dan makin bijaksana menjalani hidup ini.

#RenunganMalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *