Personal Life

Pantaskan Diri, Nikmati Proses

Beberapa minggu terakhir ini begitu banyak nasehat bertema “Memantaskan Diri” yang Saya dapatkan dari beberapa forum silaturahim. Ya..memantaskan diri untuk menerima karunia Allah SWT sesuai dengan apa yang Saya lantunkan dalam do’a-do’a dan harapan-harapan Saya.

Coba yuk bareng-bareng Kita ingat-ingat apa saja isi do’a-do’a Kita. Berapa banyak yang sudah terkabul? Berapa bagian yang belum terkabul? Saat do’a-do’a itu belum terkabul, mungkin karena Allah SWT menunggu Kita untuk memantaskan diri menerima karunia itu.

Cek lagi hubungan Kita dengan Sang Maha Mengabulkan Do’a… sudah harmoniskah? Atau masih perlu usaha keras untuk mendekat, merayu dan meyakinkan Allah SWT bahwa Kita memang sudah siap untuk mendapatkan apa yang Kita minta itu… Koreksi kembali ibadah Kita, sudah sesuai dengan yang dituntukan Rasulullah atau belum? Belajarlah, bertanyalah pada alim ulama yang menguasai ilmu tentang fiqh ibadah, berkumpullah dengan komunitas yang saling mengingatkan dan mengoreksi akan kewajiban Kita untuk beribadah.

Teliti lagi kebiasaan-kebiasaan dan perilaku Kita sehari-hari, sudah sejalankah dengan situasi yang Kita inginkan dan Kita pinta dalam do’a-do’a Kita? Kebiasaan yang terus menerus Kita lakukan, Kita pelihara, akan menjelma menjadi karakter yang menghiasi pribadi Kita. Baik dalam hal perilaku, perkataan, pemikiran dan perasaan. Bila memang belum sesuai, berproseslah untuk memantaskannya… Mulai dari saat ini, secara konsisten dari waktu ke waktu, istiqomah mendisiplinkan diri.

Mulailah menghilangkan penyakit-penyakit hati yang mungkin akan menghambat proses Kita menuju pemantasan diri. Rasa dendam, sakit hati, iri, dengki, kemarahan dan lain sebagainya. Semua itu akan menghambat diri Kita dalam proses pemantasan diri.

Maafkanlah diri sendiri, maafkan setiap hal yang sudah dilakukan hingga saat ini. Berikan ijin padanya untuk mengambil sisi baik dalam semua hal yang sudah terjadi dalam hidupnya dan menjadikan sisi buruk sebagai pelajaran untuk menuju ke arah hidup yang lebih baik. Sayangi diri Kita, perlakukan dia sebagai sahabat terdekat yang menjadi partner utama Kita meraih harapan-harapan Kita. Jaga kesehatan fisik, hati dan pikirannya.

Maafkanlah masa lalu, karena semua yang sudah terjadi adalah seijin Allah SWT dan DIA mempunyai maksud baik pada diri Kita. DIA punya rencana indah untuk kebaikan Kita. Tak ada masa lalu yang buruk, yang ada adalah pengalaman berharga yang menunggu untuk diambil hikmah dan pembelajarannya untuk membaikkan hidup Kita.

Maafkanlah orang lain, mereka semua adalah guru kehidupan yang Allah SWT kirimkan untuk membaikkan pribadi Kita. Tak ada yang terjadi secara kebetulan, semua terjadi untuk sebuah alasan. Dan alasannya adalah pembelajaran hidup. Semua, telah, sedang dan akan terjadi dengan cara yang sempurna, sesuai dengan rencana indah yang Allah tetapkan. Ambil sisi baik dari setiap kejadian yang Kita alami dalam hidup ini.

Sambil memantaskan diri, nikmatilah proses dan perjalanan hidup ini dengan hati yang bahagia, penuh syukur, hati yang optimis, hati yang bersih, hati yang husnudzon/berbaik sangka pada semua yang Kita alami. Biasakanlah untuk mengawali aktifitas dengan do’a penuh syukur. Kondisikan hati dan pikiran untuk siap menerima karunia indah hari ini…

Dan tunggulah terwujudnya rencana indah yang Allah SWT tetapkan untuk Kita, lebih indah dari semua do’a dan harapan yang Kita lantunkan.

Semoga bermanfaat,

Salam Hangat,

@EvaZahraa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *